
Legend of Zhishu.
...πππ...
'Selain tampan ... pria itu juga memiliki postur tubuh yang lumayan, ilmu beladirinya pun luar biasa.'
'Aku akan membantunya ketika Pria itu sudah tersudutkan, aku akan datang di saat terakhir dan menjadi pahlawan.'
Zhishu bergumam sendiri, sambil merencanakan siasat bagaimana agar pria tampan itu bisa dia miliki.
Trang!
...Brugh!...
Pria itu menendang musuh lalu berlari menghindar, saat musuh semakin banyak di belakangnya yang datang.
''TANGKAP PEMBERONTAK ITU.'' Teriak beberapa orang yang datang sambil berkuda.
Zhishu masih mengamati dari belakang semak semak tanpa mau membantu pria itu.
Tap.
...Tap....
Tap.
Langkah kaki terdengar menggema di dalam hutan, para binatang kecil bersembunyi ketakutan saat mendengar suara langkah kaki manusia yang mereka kira akan memburunya.
Zhishu berlari mengikuti mereka dari belakang, saat para musuh itu mengejar Pria misterius yang dia lihat dan ia kagumi.
Sementara pria itu masih berlari tanpa henti, seakan sedang mengarahkan para musuh yang mengejarnya ke sesuatu tempat yang sudah ia rancang.
Hingga pria itu berhenti secara tiba-tiba, lalu menoleh kebelakang dan ...
Jleb!
...Sreeett!...
__ADS_1
Pria tampan itu menusuk salah satu musuh tepat di jantungnya, membuat para musuh yang ada di belakang berhenti secara tiba-tiba.
''Heeeiii ... dasar bajingan kecil sialan! Beraninya kau.'' Teriak salah satu musuh.
Bukannya takut, Pria itu malah menyunggingkan bibirnya dan bersiul dengan keras. Hingga tidak berapa lama beberapa orang muncul secara tiba-tiba, membuat musuh sedikit mundur saat mereka melihat jumlah yang tidak seimbang.
Para musuh di kepung dan merasa dilema, jika mereka pergi ... maka itu sama halnya dengan seorang pengecut yang takut! Namun jika mereka melawan, sudah pasti mereka kalah jumlah, namun tidak ada cara lain selain bertarung saat ini untuk mempertahankan harga diri.
''Bunuh mereka semuaaaaa ...'' Teriak salah satu pria mengacungkan pedangnya untuk menyerang.
Perkelahian pun tak terelakkan, kedua kubu saling membenturkan pedang satu sama lain sehingga mereka mengeluarkan kekuatan mereka agar lawan tumbang ... Namun harapan tinggal harapan, pria tampan itu bersama teman temannya dengan sangat gampang membuat para musuh tumbang seketika.
Sreett!
Pria tampan itu menggorok leher musuh, membuat Zhishu begidik ngeri melihatnya.
'Pria yang sangat kejam! Yeyyy ... aku menyukainya.' Gumam Zhishu gembira, namun refleks ia memegangi lehernya karna ia merasa jika dirinya juga sedang di gorok oleh pria tampan itu.
Terlihat jika pria tampan itu menghela nafasnya saat dia sudah melihat musuh terkapar lemah di tanah. Memasukan pedangnya ke dalam sarung yang ada di pinggangnya lalu melihat kearah bawahannya.
''Buang semua mayat-mayat ini, jangan sampai ada orang yang mengetahuinya.''
Pria itu pergi dan di susul oleh sahabatnya.. ''Kak Hongli, tungguuuu.'' Teriak Qiu Li.
''Cepatlah, dasar siput.'' Ledek Hongli.
''Kakak, kau sangat hebat.'' Puji Qiu Li mengacungkan dua jempolnya.
Sedangkan Zhishu yang bersembunyi, perlahan keluar mengikuti mereka dari arah belakang tanpa ada yang mengetahuinya ... ia penasaran kemana pria itu akan pergi.
β’
...β’...
^^^β’^^^
Cukup jauh Zhishu mengikuti kedua pria itu, kini Zhishu melihat jika kedua pria itu masuk kedalam sebuah bangunan yang sudah tua dan terbengkalai di dalam hutan.
__ADS_1
''Apa ini semacam tempat rahasia?'' Gumam Zhishu dalam hati, sambil mencari tempat untuk mengintip kedalam ... karna sepertinya masuk kedalam adalah hal yang sangat mustahil karna ada dua penjaga di luar yang menjaga bangunan itu.
Zhishu mengitari bangunan tua ini dengan sangat hati-hati, lalu Zhishu mengintip dari lubang tembok hingga ia bisa melihat semuanya dengan jelas.
Sedangkan di dalam...
''Ketua, mereka telah tewas.'' Ucap Hongli melapor kegagalan dirinya dan rekannya masuk kedalam istana, karna memang tidaklah mudah untuk masuk kedalam istana.
Pria paruh baya yang sedang duduk sambil memejamkan kedua matanya tiba-tiba membuka matanya dengan lebar, lalu berdiri dan berdiri di depan Hongli.
''Jika kita gagal, kita akan terus mencobanya sampai kita bisa menyelamatkan Kaisar Feng JianYu yang sudah di kurung di ruang bawah tanah selama delapan belas tahun lamanya.'' Ujar pria paruh baya itu dengan menggebu-gebu.
''Kaisar Feng JianYu sudah berjasa menyelamatkan klen kita! Maka sebisa mungkin kita harus menyelamatkan Kaisar Feng JianYu dan membawanya bersama kita.'' Ucap pria paruh baya, sambil mengenang bagaimana Kaisar Feng JianYu dan Permaisuri FuWei menyelamatkan klen nya yang akan di eksekusi masal.
''Kita harus membuat rencana kembali, Ketua.'' Hongli sudah siap dengan rencana baru, untuk menyelinap masuk kedalam istana dan menyelamatkan Kaisar Feng JianYu.
''Yaaa ... tentu saja kita akan membuat rencana baru, karna kalian pun masih ingat dengan penghinaan Kaisar kita yang sudah terkurung begitu lamanya. Segala cara harus kita coba agar penderitaan Kaisar Feng JianYu berakhir dan bisa berkumpul dengan kita kembali walau tanpa Tahta atau pun gelar yang dia sandang.''
Ucapan Pria paruh baya itu yang membuat semua orang menggebu gebu, untuk bisa menyelamatkan Kaisar Feng JianYu.
''HIDUP KAISAR FENG JIANYU...''
...''HIDUP!''...
''KITA PASTI AKAN MENYELAMATKAN SEKUAT TENAGA.''
...''YAAAAAA.''...
Teriak mereka semua menggema di dalam bangunan itu, sedangkan Zhishu yang sedang mengintip mengerutkan keningnya.
'Kaisar Feng JianYu? siapa dia.'
Zhishu menggelengkan kepalanya lalu pergi setelah melihat dan mendengar semuanya, karna Zhishu tidak terlalu mengerti dengan topik yang sedang mereka berbicarakan. Menurutnya tempat ini sangat aneh, sehingga masih ada peperangan yang terjadi, ia pikir itu hanya dongeng belaka ketika dulu tetua desa selalu menceritakan jika di luar bukit Guntai ada beberapa orang serakah yang selalu membunuh satu sama lain.
'Ibu ... aku menyesal telah membanggakan perkataan mu, tapi aku janji akan kembali ... tapi membawa pria tampan itu, He he he.'
β’
__ADS_1
...πππ...
...LIKE.KOMEN.VOTE...