Legend Of Zhishu

Legend Of Zhishu
Bab 30 : Hari yang baru dan kelakuan abrsd Zhishu.


__ADS_3

Legend of Zhishu.


...πŸƒπŸƒπŸƒ...


Ke esokan paginya.


Kaisar Feng kini merombak kembali tatanan istana dan peraturan Kekaisaran yang dulu di selewengkan oleh sang adik. Kini peraturan yang di buat sama seperti dulu ketika Kaisar Feng menjabat sebagai Kaisar.


Para pejabat yang turut andil pada sang adik di hukum mati, bahkan seluruh aset kekayaan mereka di sita oleh Kekaisaran. Hanya ada beberapa orang yang masih setia padanya dan kini Kaisar Feng tengah merekrut pejabat baru.


Sedangkan para rakyat gotong royong membantu membereskan kekacauan yang terjadi semalam. Mereka tidak keberatan, bahkan mereka senang jika Kaisar Feng menjadi Kaisar kembali karna hidup mereka pasti terjamin kemakmurannya.


Tinggalkan semua orang yang sedang sibuk. Di kediaman Zhishu, para pelayan tengah sibuk bagaimana membangunkan Zhishu yang masih tidur dengan lelap di kediamannya.


''Putri Mahkota Zhishu, ini sudah waktunya bangun.''


''Mm... '' Zhishu menjawab tanpa membuka mata.


Kedua pelayan saling pandang lalu mengangguk secara bersamaan. Tanpa di duga kedua, kedua pelayan itu lansung menggendong Zhishu yang membuat Zhishu terkejut.


''Heiii ... apa yang kalian lakukan! Turunkan aku.''


''Maafkan kami, Putri Mahkota. Kami terpaksa melakukan ini di bandingkan YangMulia Permaisuri marah karna anda belum bangun juga.''


BYUURRR...


''Ahkkk!''


Kedua pelayan itu memandikan Zhishu, walau Zhishu awalnya memberontak tidak ingin di mandikan layaknya anak kecil ... tapi Zhishu tidak bisa berbuat apa apa ketika Ibu Xio datang dan berdiri di depannya sambil melotot.


Sekitar lima belas menit, akhirnya Zhishu selesai mandi dan berrias diri. Kini mereka keluar dari kediaman Zhishu dan berjalan untuk menemui Kaisar Feng dan Permaisuri FuWei yang sudah berada di aula istana.


''Salam Ayahanda Kaisar, salam Ibunda Permaisuri.''


Kaisar Feng dan Permaisuri FuWei tersenyum dan mengangguk, lalu Zhishu duduk di tempat yang tidak jauh dari Permaisuri FuWei.

__ADS_1


''Ketua bulan telah tiba ...''


Semua mata tertuju pada ketua bulan, dan di belakangnya juga ada Hongli dan Qiu Li yang setia.


''YangMulia Kaisar.''


''Bagaimana keadaan mu, Apa sudah lebih baik?'' Tanya Kaisar Feng.


''Tentu saja YangMulia.''


Di sela Kaisar Feng dan ketua bulan berbicara, Zhishu memandang dengan tatapan rumit dan licik pada Hongli yang sudah ia cap sebagai calon suaminya.


Hongli yang merasa di tetap langsung mencari dan tidak sengaja pandangannya bertemu dengan kedua mata Zhishu yang sedari tadi memandangnya.


''Hai ... tampan.'' Ucap Zhishu tanpa suara.


Hongli menghela nafasnya dan membuang pandangannya ke arah lain. menurutnya tidak sopan memandang Zhishu yang sekarang adalah seorang putri Mahkota.


Sedangkan Zhishu langsung cemberut ketika Hongli membuang muka.


''Ya, Putriku.''


''Aku ingin dekrit pernikahan!''


Kaisar Feng mengerutkan keningnya. ''Dekrit pernikahan? Untuk siapa.''


''Tentu saja untuk putrimu ini, Ayahanda.''


JEDERRRR!


Perkataan itu membuat semua orang terkejut.


''Menikah? kau ingin menikah? Dengan siapa?'' Tanya Permaisuri FuWei penasaran.


''Dia!'' Tunjuk Zhishu pada Hongli, yang mana membuat semua mata memandang Hongli.

__ADS_1


''Aku ingin menikahinya dan menjadikan dia suamiku, Ayahanda. Dia adalah pria pertama yang ak-- mmmpptt.''


Hongli membekap mulut Zhishu agar tidak berbicara terlalu jauh, lalu Hongli membungkuk dan meminta izin untuk berbicara dengan Zhishu.


Sedangkan semua orang masih diam dan saling pandang.


β€’


...β€’...


^^^β€’^^^


''Apa kau sudah gila!'' Sentak Hongli, yang sudah membawa Zhishu keluar.


''Hah, aku memang sudah gila karna mu.'' Ucap Zhishu, sambil menedipkan sebelah matanya.


Hongli semakin geram melihat tingkah Zhishu. ''Apa kejadian kemarin malam membuat otakmu miring sebelah? Bagaimana bisa seorang gadis secara terang-terangan melamar seorang pria.''


''Kenapa tidak? Aku menyukai mu, dan kau pun menyukaiku. Kita menikah, punya anak, dan hidup bahagia.''


''Astaga, kau benar-benar tidak waras! Dan yaaa, siapa bilang aku menyukai mu?''


''Kau tidak menyukai ku? bagaimana bisa?''


Hongli yang mempunyai kesabaran setipis tisu langsung meninggalkan Zhishu, walau Zhishu terus membordir dirinya dengan pertanyaan konyol dan tidak masuk di akal.


''Heiii ... jangan tinggalkan aku.''


''Mari kita menikah.''


''Mari kita memiliki anak banyak. Eh, tunggu ... bagaimana caranya kita membuat anak?''


β€’


...πŸƒπŸƒπŸƒ...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2