
Legend of Zhishu.
...πππ...
Istana...
''Pemimpin kamar, ada pendatang baru.'' Ucap Chyou, memberi tahu pada sosok gadis yang berkuasa di kamar mereka.
Gadis yang sedang tumpang kaki sambil meminum teh itu langsung tersenyum.
''Biarkan dia tidur di pojok sana.'' Tunjuknya menggunakan dagu.
Nayang dan Chyou melangkah ke pojok ruangan, lalu duduk di atas peraduan yang beralaskan tikar.
''Berhati-hadiah dengan pemimpin kamar Ruo, dia adalah senior disini.'' bisik Chyou pada Nayang.
Nayang mengangguk kecil.
''Hei Kau! Kemarilah.'' Panggil Ruo menjentikkan jarinya.
Nayang menoleh dengan tatapan tajam, ia benar-benar tidak menyangka jika menjadi pelayan pun memiliki kasta.
''Heiii, apa kau tuli!''
Nayang menghela nafasnya dan berdiri menghampiri Ruo.
''Cepat pijiti aku!'' Titahnya seperti majikan pada pelayan.
Namun Nayang hanya diam tidak mengikuti apa yang du minta Rau padanya.
''Cepat pijiti aku! Kau benar-benar tuli, Hah.''
Nayang dengan enggan meminjat kaki Rau, namun Nayang dengan sengaja memijat dengan kekuatan penuh hingga Rau menjerit kesakitan.
''Apa yang kau lakukan!''
PLAK!
Rau menampar Nayang, sedangkan yang di tampar menggertakkan giginya lalu menatap Rau dengan tajam.
''Apa itu! Berani sekali kau menatapku seperti itu!!'' Sentaknya dan ingin menampar Nayang lagi, namun kali ini Nayang menahan tangan Rau yang sudah di udara dan menepisnya.
PLAK!
Nayang menampar Rau.
''Kau seorang pelayan! Begitu pun dengan diriku. Aku tidak bisa kau tindas semau mu.''
Rau memegang pipinya yang sakit dan menatap Nayang tidak percaya.
''Jika kau ingin mengintimidasi ku! Kau salah orang.''
Setelah Nayang mengatakan itu, Nayang pergi keluar dari kamar ... di susul oleh Chyou dari belakang.
'Akhirnya aku memiliki orang yang berani melawan Rau, akan akan tetap berada di sisi Nayang. Sepertinya dia lebih kuat dari Rau.' Gumam Chyou dalam hati.
β’
...β’...
^^^β’^^^
Sedangkan di sisi lain...
Zhishu sedang berjalan-jalan sekitar pasar dan tidak sengaja melihat jika rombongan kereta kuda dari kerajaan lain sudah datang silih berganti. Zhishu mengira jika waktunya segera tiba, di mana pesta Pangeran Mahkota ChenHua akan di gelar.
__ADS_1
Sedangkan Hongli dan Qiu Li sedang mengamati di tempat lain, mereka membagi tugas agar bisa masuk kedalam istana tanpa cela dan menyelamatkan Kaisar Feng JianYu dari ruang bawah tanah..
Trang!
...Trang!...
Zhishu melihat kesebuah toko pemahat pedang, ia pun melangkah dan melihat lihat barang yang ada di setiap dinding dan meja toko.
Namun netra matanya fokus dengan sebuah topeng yang belum di di buat utuh. Ia pun melihat dengan teliti dan menanyakan harga dari topeng yang belum selesai di pahat itu.
''Maaf Pak, berapa harga untuk membeli topeng ini?'' Tanya Zhishu.
Pemahat itu melihat apa yang di pegang Zhishu. ''Lima tael perak anak muda.'' Jawabnya.
''Baik, tolong selesaikan.'' Ucap Zhishu, lalu melihat-lihat koleksi pedang yang ada di dingding tembok.
Sedangakan Pria paruh baya sang pemilik toko dengan segera membuat topeng itu agar terlihat indah ketika di pakai..
β’ β’
Selang beberapa waktu...
Ketika Zhishu sedang mencoba beberapa pedang dan belati, pemahat itu menghampiri dan memberikan topeng yang sudah ia ukir dengan indah.
''Anak muda, ini pesanan mu sudah selesai.'' Pemilik toko menyodorkan topeng itu pada Zhishu.
Zhishu menerima topeng itu dan melihat detailnya sangat indah, ia pun tersenyum dan memberikan lima tael perak.
''Terima kasih.''
Zhishu pergi dari sana, dan menyembunyikan topeng itu kedalam hanfu yang dia pakai, lalu mengambil kuda yang entah siapa pemiliknya ... Ia pun pergi dengan cepat menunggangi kuda untuk menemui Hongli dan Qiu Li yang sedang berada di hutan dimana para tamu Kekaisaran akan melewatinya.
Namun di tengah perjalanan, Zhishu mendengar ada langkah kaki kuda dan suara tangisan. Ia pun mencari sumber suara dan melihat dari jarak yang tidak jauh, jika ada seorang gadis remaja sedang di kejar oleh beberapa pria.
''Tolong ...''
''Heii, berhentii.''
Namun gadis itu semakin cepat untuk melarikan diri, dan berharap bisa lepas dari orang-orang yang mengejarnya sedari tadi..
Thap..
...Thap.....
Thap..
Gadis itu berlari kencang, ia tidak menghiraukan ras sakitnya karna ia tidak memakai alas kaki yang membuat kakinya berdarah terkena sepihan batu.
''Heii ... gadis sialan! Berhenti.'' Teriaknya yang masih mengejar dari arah belakang.
Dhuuuuk!
Gadis itu malah tersandung dan jatuh ke tanah, yang mana membuat para preman itu menertawakannya.
''Ha ha ha ha ...''
''Tolong jangan ganggu aku, aku mohon ...'' Mohon gadis remaja itu dengan rasa yang takut.
''Ha ha ha, kau akan di bawa ke markas kami dan menjadi pemuas nafsu ku. Heii kalian! Bawa gadis yang masih segar ini ke dalam markas kita.'' Perintahnya pada anak buahnya.
Gadis remaja itu sangat ketakutan dan semakin ketakutan ketika beberapa orang turun dari kudanya dengan mimik muka menyeramkan dengan senyum devil mereka..
Ketika mereka akan menyentuh bahu gadis remaja itu, tiba-tiba dari arah samping ada yang melemparkan batu ke wajah mereka hingga meringis kesakitan.
Syuuuttt..
__ADS_1
Thak..
...Thak....
''Aarrgghh... ''
Dua anak buah pereman itu kesakitan dan mengelus pipi mereka masing masing. ''Heiii ... siapa disana!'' Teriak marah ketua preman.
Tidak lama ... muncullah Zhishu dengan kuda hitam yang dia curi, dan tidak lupa Zhishu memakai topeng yang tadi dia beli.
Klotak.
...Klotak....
Klotak.
Suara langkah kaki kuda menggema.
''Hiiyaqakk... ''
Zhishu berhenti dan melihat para preman itu, dengan seksama lalu pandangan nya melihat gadis kecil sedang duduk ketakutan..
Ketua preman pasar itu sangat murka, terlihat dari mimik wajahnya yang memerah karna menahan amarah ... Saat melihat jika aksinya di ganggu oleh orang lain.
''Heii ... anak muda! Jangan ikut campur urusan kami.'' Sentak ketua preman namun tidak di sahut oleh Zhishu yang diam menatap mereka dengan tajam.
Ketua preman itu melihat anak buahnya. ''Heii sodarakuu, serang dan bunuh anak muda itu! '' Teriaknya yang langsung di angguki para bawahannya.
''Hiyaaaaaa... ''
Para anak buah preman itu berlari dan berteriak menyerang ke arah Zhishu, namun Zhishu diam tak bergeming dari kudanya. Mata tajamnya sedang memperhatikan gerak langkah musuh yang sedang berlari ke arahnya, seakan dia sedang mencari kelemahan musuhnya.
Ketika para musuh mendekat, Zhishu langsungmelompat dari kudannya dan mengeluarkan pedang untuk menangkis serangan.
Sreeeettt..
...Sreeenggg.....
Bugh__
Zhishu menendang salah satu preman itu.
Musuh terjungkal kebelakang, yang mana membuat ketua preman itu menggeram marah dan tidak terima, Ia pun langsung melompat dari kudanya dan menyerang Zhishu.
Tring.
...Tring....
Bugh.
Ketua preman itu berhasil menendang Zhishu, hingga mundur dua langkah dari tempatnya.
''Rasakan iniiii ... Hiyaaaakkk.''
Sreng.
...Srengg....
Kedua pedang saling berdenting, menahan serangan dari masing masing lawan, hingga pada akhirnya Zhishu berhasil memukul talak para preman dan membuat mereka lari ketar ketir..
Zhishu memasukkan pedang kedalam sarung nya, lalu naik ke atas kuda dan pergi meninggalkan gadis remaja itu yang terdiam melihat kepergian Zhishu.
β’
...πππ...
__ADS_1
...LIKE.KOMEN.VOTE...