
Legend of Zhishu.
...πππ...
Kekaisaran Yen Utara.
Semua orang sudah berkumpul, termasuk Zhishu dan Hongli yang sudah kembali dengan cepat dan membawa sang Pengkhianat di hadapan semua orang.
Tuan Xin menceritakan jika Kaisar Wei akan segera menyerang Kekaisaran ini dan akan merebutnya.
BUGH!
Tuan Xin di pukul oleh salah satu pengawal. ''Tidak tau diri! Cepat katakan apa rencan mereka.''
''Kali ini mereka sudah siap dengan pasukannya, tidak ada batasan moral bagi mereka karna sejak dulu mereka sudah menginginkan Kekaisaran ini ... mereka menunggu waktu yang tepat untuk merebutnya, dan ini adalah waktu yang tepat bagi mereka merebutnya karna pesukan Kekaisaran Yen Utara sedang melemah.'' Ucap Tuan Xin yang menunduk di tengah tengah Aula.
''Kaisar Wei menggabungkan pasukan mereka dengan Bandit selatan yang terkenal bengis dan kejam, dimana jika mereka menerobos ke istana ini ... mereka tidak segan untuk membunuh siapapun. Termasuk anak anak yang tidak berdosa, bahkan menyikasa dan membakar apa saja yang mereka lewati.'' lanjutnya lagi.
''YangMulia, apa yang harus kita lakukan?'' tanya Permaisuri FuWei, yang merasa jika perang kali ini berbeda.
Kaisar dan semua orang terdiam.
''YangMulia, jangan terlalu percaya pada Pengkhianat ini! Mungkin saja dia hanya menakuti kita agar kita mundur dan memaafkan kesalahannya.''
''Benar YangMulia, kita juga tidak perlu takut! Kita memiliki banyak pasukan yang siap untuk berperang,'' timpal Hongli.
__ADS_1
Kaisar Feng yang diam perlahan menghembuskan nafasnya secara perlahan dan berkata, ''Bagaimana pun caranya, kita harus mempertahankan Kekaisaran kita. Agar kita tidak mengalami kerugian, kita harus menyerang di waktu yang bersamaan.''
Zhishu melihat Tuan Xin dan bertanya, ''Berapa ratus pasukan mereka?''
''Bukan ratus, tapi lebih dari seribu pasukan.''
Aula menjadi riuh ... semua orang berbisik bisik, namun Zhishu malah terkekeh melihat beberapa orang yang ketakutan setelah mendengar berapa ribu pasukan yang akan menyerang Kekaisaran mereka.
''Kenapa? apa kalian takut setelah mendengarnya? apa kalian akan kabur dari kekaisaran ini dan menyelamatkan harta benda kalian?''
Semua orang terdiam.
''Dengar ... kita baru saja mendapatkan ketenangan setelah beberapa tahun kalian di jajah oleh Kaisar yang serakah! Dan kali ini kita harus bersatu untuk mendapatkan ketenangan dan kedamaian kita! Jangan pantang menyerah sebelum kita berperang di titik darah penghabisan!''
Sreengg!
''YANGMULIA ...'' Teriak penjaga dari luar Aula dengan menggema, membuat semua orang menoleh ke arah suara.
''YangMulia ... YangMulia ... Pasukan dari kerajaan Sheng dan beberapa perajuritnya sudah dekat dengan perbatasan. Mereka akan segera menyerang.''
Semua orang terkejut.
"Jenderal Hongli! Siapkan pasukan." Teriak Kaisar, yang langsung di angguki oleh Hongli.
Semua orang yang ada di Aula langsung bersiap, termasuk Zhishu yang akan ikut berperang namun di cegah oleh Kaisar Feng.
''Pitriku Zhishu.''
__ADS_1
''Ya, Ayahanda.''
''Aku tidak mengizinkan mu untuk ikut berperang. Lebih baik kau diam di istana bersama yang lainnya.''
''Tapi Ayahanda ... bagaimana bisa aku hanya diam, sedangkan aku bisa membantu.''
''Kau seorang perempuan, terutama kau adalah putri Mahkota.''
''Tidak Ayahanda, aku akan tetap ikut berperang! Aku tidak bisa diam saja."
Kaisar Feng mengeraskan rahangnya saat melihat Zhishu yang mulai keras kepala, tanpa aba-aba Kaisar Feng memerintahkan pengawalnya untuk menyeret Zhishu dan mengurung di kediamannya.
''Tidak Ayahanda! Jangan seperti ini ...''
''Ayahanda ...''
''Lepaskan! Lepaskan aku!''
''BAWA DIA! DAN JANGAN SAMPAI DIA LEPAS.'' Titah Kaisar Feng.
Kali ini Permaisuri FuWei tidak bisa membela putrinya, karna bagaimana pun perkataan suaminya memang benar. Kali ini Zhishu tidak boleh ikut dalam berperang.
β’
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
...πππ...
__ADS_1