Legend Of Zhishu

Legend Of Zhishu
Bab 27 : Perang.


__ADS_3

Legend of Zhishu.


...πŸƒπŸƒπŸƒ...


Terompet perang segera terdengar di istana. Bahkan sampai terdengar di kota Kekaisaran. Semua orang terbangun dan siap siaga ... para rakyat begitu khawatir dengan nasib mereka, hingga para wanita dan anak-anak bersembunyi di bawah peraduan mereka.


BRAAAKKK!


Klen bulan dan pasukan yang lainnya berhasil menghacurkan gerbang kota Kekaisaran, dan maju untuk menyerang...


HIYAA...


...''SERANG...''...


Di depan sana prajurit istana sudah siap siaga bertarung walau mereka kalah oleh waktu, karna tidak berhasil mencegah musuh untuk masuk ke kota Kekaisaran.


TRANG.


...TRANG....


SREENG.


Dua kubu saling membenturkan pedang ke arah lawan masing-masing. Darah manusia berucuran tidak terkendali, semua orang tengah bertahan antara hidup dan mati.


Klen bulan dan prajurit dari Kerajaan Qin bersatu. Dimana Kaisar Qin dan Kaisar Feng JianYu adalah sahabat baik yang masih setia.


Zhishu, Hongli dan Qiu Li garda terdepan. Sementara Kaisar Feng tengah bertarung dengan sang adik. FuWei dan Permaisuri SuLien pun saling membenturkan pedang, tidak ada yang mau kalah satu pun ... bahkan Permaisuri SuLien seakan meluapkan amarahnya yang selama ini ia pendam.


BUGH!


Permaisuri SuLien menendang perut FuWei hingga mundur beberapa langkah.


''Akan aku pastikan kau mati kali ini!''

__ADS_1


FuWei menyunggingkan bibirnya. ''Tidak semudah itu menyingkirkan ku! Hiyaaa ...''


SREENG!


...SREEENG!...


Malam yang seharusnya malam untuk beristirahat kini menjadi malam yang mencekal dan menakutkan. Sama seperti dua orang yang terjebak dalam peperangan, dimana Ibu Xio dan suaminya bersembunyi.


Walau mereka bisa beladiri, tapi peperangan ini bukan urusan mereka. Karna mereka tidak ingin masuk dan ikut campur masalah kerajaan, mereka hanya ingin menemukan Putri mereka yang hilang dan akan kembali setelah menemukan putrinya.


''Suamiku. Bagaimana ini?'' Tanya Ibu Xio, yang was-was.


''Tunggulah sampai perang ini mereda, jangan sampai kita ikut campur.''


''Tapi berada di tengah-tengah peperangan akan sangat bahaya, kita belum menemukan Zhishu. Aku tidak mau mati sebelum bertemu putriku,'' kata Ibu Xio, namun tidak di perdulikan oleh suaminya.


''Yu, apa kau mendengarku. Yu!'' Sentak Ibu Xio.


''Hah? it-itu ... itu bukannya putri kita, Zhishu?'' Tunjuk Ayah Yu ke arah Zhishu yang sedang bertarung dengan Kaisar SunTao di atas atap.


''Zhishu.'' Teriak Ibu Xio.


''Tunggu! Jangan gegabah.'' Ayah Yu menghentikan istrinya.


Sementara Zhishu yang tengah bertarung melawan Kaisar SunTao. Ia bisa menyeimbangi kekuatan Kaisar SunTao, dan menangis serangan demi serangan. Bahkan kekuatan Zhishu jauh lebih besar di bandingkan kekuatan Kaisar SunTao.


Zhishu sangat marah ketika Kaisar Feng terluka akibat pedang dari Kaisar SunTao hingga darahnya mendidih marah saat melihat itu, dan bersumpah tidak akan melepaskan orang yang sudah melukai Kaisar Feng.


SREENG!


...SREENG!...


BUGH!

__ADS_1


Kaisar SunTao terpental oleh tendangan Zhishu yang luar biasa, bahkan Kaisar SunTao tidak percaya jika tubuh kecil itu bisa mengalahkan dirinya yang dua kali lipat lebih besar dari tubuhnya.


UHUK.


...UHUK....


''Cepat bunuh dia! Jangan biarkan dia mendekatiku!'' Teriak Kaisar SunTao.


Beberapa prajurit mencoba menyerang Zhishu dan menolong Kaisar SunTao, namun Zhishu tidak tertarik melawan para prajurit dan terus mengejar Kaisar SunTao yang mencoba melarikan diri seperti pengecut.


Zhishu merampas anak panah dan membidik ke arah Kaisar SunTao.


SYUUUTTT.


...THAK!...


''Aahhkkk ...''


Anak panah itu tepat menacab di punggung hingga menembus ulu jantung Kaisar SunTao. Hingga teriakannya membuat semua orang diam, termasuk Permaisuri SuLien.


''TIDAAAAKKK!''


Teriak Permaisuri SuLien berlari menghampiri suaminya, namun Zhishu dengan cepat melepaskan anak panah yang ia bidik dan langsung mengenai kepala Permaisuri SuLien hingga langsung terkapar ke tanah.


Sungguh kecepatan yang luar bisa. Zhishu tidak segan segan membunuh dua musuh sekaligus, membuat semua orang yang melihat itu terdiam ... menyaksikan dua orang berkuasa kini terkapar tidak berdaya di tanah.


''Ahhk ...'' Lirih Permaisuri SuLien, sambil menahan rasa sakit yang ia rasakan.


'Ak-aku ... aku tidak kalah! Ak-aku ya-yang me--- Ahhkk.'


Kedua mata Permaisuri SuLien terpenjam, bersamaan nafasnya berhenti. Begitu pun prajurit istana yang menjatuhkan senjatanya.


β€’

__ADS_1


...πŸƒπŸƒπŸƒ...


...LIKE.KOMEN.VOTE ...


__ADS_2