Legend Of Zhishu

Legend Of Zhishu
Bab 39 : Pantang menyerah.


__ADS_3

Legend of Zhishu.


...πŸƒπŸƒπŸƒ...



Di medan perang, peperangan semakin sengit ... dimana perajurit kerajaan Sheng sudah membobol pertahanan yang di buat oleh YenUtara.


Zhishu yang melihat bendera musuh sudah berkibar di tanah YenUtara semakin geram, apa lagi melihat sebagian prajurit mati dan sebagian mundur karna lawan semakin ganas dan ganas.


''Mundurrr ... Mundur ...'' Teriak para perajurit yang ketakutan.


Zhishu yang melihat itu, mengepalkan kedua tanggannya dan langsung menaiki kuda. Ia milihat banyak prajurit yang gugur dan tidak bisa bertahan, ada juga sebagian tangan dan kaki mereka sudah tertebas oleh pedang musuh. Darah bercucuran di mana-mana yang membuat Zhishu menitikan airmatanya untuk sesaat. Namun jika dirinya mundur, bagaimana dengan nasib para rakyat yang pasti akan menderita di bawah kekuasaan Kerajaan Sheng.


''Ini tidak boleh terjadi! Rakyatku harus makmur dan damai.'' Gumam Zhishu, memulihkan semangat yang sempat padam dari dirinya.


''KEDAMAIAN UNTUK RAKYAT YEN UTARA!'' Teriak Zhishu, membuat semua prajurit menoleh ke arahnya termasuk Hongli.


Dari sanalah jiwa kepemimpinannya muncul, serta tekad dirinya yang kuat untuk memenangkan peperangan ini. Ada rakyat yang harus ia lindungi keselamatannya.


''KALIAN BERPIKIR MUSUH LEBIH KUAT DI BANDINGKAN KITA? SALAH! TEKAD KITA LEBIH KUAT DAN BISA MENGALAHKAN MEREKA YANG AKAN MENJAJAH KEKAISARAN KITA YANG BARU SAJA DAMAI.'' Teriak Zhishu.


Semua orang diam...


''JANGAN PERNAH LARI APA LAGI MUNDUR SAAT BERPERANG! JANGAN MENJADI PENGECUT, KARNA ITU AKAN MENGECILKAN TEKAD KALIAN UNTUK MENANG.'' Ujar Zhishu.


Semua orang mengeratkan pedang yang ada di tangan mereka, saat mendengarkan perkataan Junjungan mereka yang mereka kira adalah Kaisar Feng.


''ORANG YANG KEJAM TIDAK BOLEH MENGINJAK TANAH YEN UTARA!''


JLEB!


Sebuah panah mengenai bahu Zhishu, namun Zhishu tidak bergeming dan mencabut panah itu dan meremasnya.


''RASA SAKIT INI TIDAK SEBANDING DENGAN JERITAN KEKUARGA KITA YANG AKAN MERASAKAN DAMPAK DARI KEGAGALAN KITA! KITA AKAN BERPERANG SAMPAI TITIK DARAH PENGHABISAN!''


''YAAAAA ...'' Teriak semua prajurit bersemangat kembali.


SERAAANGGGG ...


''HIDUP YEN UTARA ...''


HIDUP YEN UTARA ... YAAAAA ...

__ADS_1


Kata kata Zhishu membangkitkan semangat bagi para prajurit. Zhishu dan semua prajurit kembali berjuang di medan perang ... tidak ada kata lelah bagi mereka, bahkan kekuatannya kian meningkat melihat jika musuhnya berada di depan mata mereka.


SRENG!


...SRENG!...


BUGH!


JLEB!


Zhishu memacu kuda dengan cepat menuju ke arah Kaisar Wei, siapapun di depannya ia bunuh dengan pedangnya. Kaisar Wei yang melihat musuhnya semakin dekat lantas memacu kuda untuk menyerang dan...


BUGH!


...BUGH!...


Zhishu dan Kaisar Wei saling pukul hingga keduanya jatuh dari kudanya dan mundur beberapa langkah. Lalu mereka berteriak dan mengacungkan pedang meraka.


TRANG!


Keduanya saling menahan pedang mereka dan saling menatap tajam dari jarak dekat.


"Hidupmu akan berakhir kali ini, Feng!'' ejek Kaisar Wei.


''Cih, dalam mimpimu! Kau tidak akan bisa mengalahkanku.''


BUGH!


...TRAAANG!...


Lagi dan lagi mereka berdua bisa menyeimbangkan kekuatan mereka untuk saling menahan pedang. Hukuman nafas hangat dari keduanya saling menerpa, bahkan jantung mereka berdua saling berdetak namun bukan saling jatuh cinta.


Kaisar Wei melihat dan merasakan kobaran semangat yang masih membara dari lawannya, kini ia akan mencoba untuk mengusik pikirannya agar terganggu.


"Hiyaaa ..."


TRANG!


...TRANG!...


''Kau akan mati! Aku akan menguasai kerajaanmu dan menjadikan istrimu budak ranjangku!"


Zhishu menggertakkan kedua giginya dengan maeah, saat musuh sudah mengejek dan membawa sang Ibu.

__ADS_1


''Lancang ...!" Teriak Zhishu membabi-buta menyerang Kaisar Wei.


TRANGG!


...TRAANG!...


BUGH!


Kaisar Wei terpental jauh dan langsung batuk berdarah, memegangi dadanya yang sakit. Ia ingin bangun kembali, namun anehnya ia tidak bisa bergerak.


''Ada apa dengan tubuhku! Kenapa begitu kaku.''


Kaisar Wei ingin mundur saat Zhishu melangkah ke arahnya, entahlah ... ia begitu takut saat Zhishu menatapnya dengan tatapan tajam sambil membawa pedang ke arahnya.


''Berani sekali kau menghina Ibuku! Tidak akan aku biarkan kau dan seluruh keturunan mu hidup!''


''I-Ibu ...?''


Zhishu membuka topengnya dan memperlihatkan wajahnya, yang mana membuat Kaisar Wei melotot tidak percaya.


''Ka-ka-kau.''


SREEET!


Zhishu tanpa ragu memenggal kepala Kaisar Wei hingga terpisah dari tubuhnya dan menggelinding ke arah ketua bandit.


Ketua bandit yang melihat itu langsung melototkan matanya dan berteriak pada pasukannya untuk mundur, karna Kaisar Wei sudah di kalahkan.


Semua prajurit termasuk Hongli melototkan matanya tak percaya dengan apa yang ia lihat, mereka diam sejenak dan berteriak secara bersamaan atas kemenangan mereka.


''KITA MENAAAANGGG ... HIDUP YANGMULIA KAISAR FENG.''


...HIDUP......


''HIDUP YANGMULIA KAISAR FENG.''


HIDUP...


Zhishu yang sudah memakai topengnya kini melangkah dan mengambil kepala Kaisar Wei dan menancabkan kepalanya di ujung tombak.


''Inilah akibatnya jika mengusik tanah Yen Utara kita!''


β€’

__ADS_1


...πŸƒπŸƒπŸƒ...


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2