
Legend of Zhishu.
...πππ...
Zhishu berjalan dari sungai dengan santai, ia sudah selesai membersihkan dirinya dan akan kembali ke markas. Namun sesampainya di markas, ia heran melihat semua orang menatapnya lalu menuduk dan pergi.
'Ehh ... kenapa dengan orang-orang? Apakah ada yang aneh?' Gumam Zhishu dalam hati, melihat dirinya sendiri dari atas sampai bawah. 'Tidak ada yang aneh ... aku cantik seperti biasanya.'
Zhishu menggidikkan bahunya lalu berjalan ke arah kamarnya, namun ia tidak sengaja melihat Qiu Li yang akan berjalan ke arahnya.
''Qiu ...'' Panggil Zhishu.
''Ya Dewa! Kita harus berputar.'' Qiu Li dan satu temanny langsung memutar tubuh mereka untuk menghindari Zhishu, namun Zhishu mengejarnya.
'Gawat! Mulutku ini ember, jika aku keceplosan mengatakan kebenarannya. Bisa-bisa kepalaku di penggal oleh Kaisar Fen.'
'Ayo Li, jangan dekat dekat dengannya. Bahkan kita tidak pantas berdekatan dengan pewaris tahta Kekaisaran Yen Utara.'
Kedua saling berbisik sambil melangkah menghindari kejaran Zhishu.
''Heii ... Li, ada apa dengan mu? Kalian mau kemana?'' Tanya Zhishu merangkul pundak Qiu Li, tapi Qiu Li langsung melepaskannya.
''Ki ...kita mau ke sana.'' Ucap Qiu dan temannya menunjuk ke arah yang berbeda.
Zhishu mengerutkan keningnya. ''Kemana? Kalian mau ke kanan atau ke kiri?''
''Ke sana.'' Tunjuk mereka namun keduanya salah arah lagi.
Zhishu mengerutkan keningnya merasa bingung. ''Kal--''
__ADS_1
''Kami akan ke sana!'' Qiu Li mendorong temannya ke arah kiri, dimana dapur berada. Meninggalkan Zhishu yang kebingungan.
'Ada apa dengan mereka, kenapa saat melihatku raut muka mereka ketakutan? Apa yang sudah aku lakukan.'' Zhishu berpikir sejenak lalu melototkan kedua matanya saat ia menyadari sesuatu.
''Hah! Astaga ... apa jangan-jangan Hongli mengatakan pada semua orang kalau aku mengintip para pria mandi.'' Panik Zhishu melihat kanan kiri.
''Aisshh ... tidak bisa di biarkan.''
''Nona.''
''Astaga! Kau mengagetkan aku!''
''Maaf Nona.''
''Ada apa?'' Tanya Zhishu.
''YangMulia Kaisar Feng dan YangMulia Permaisuri memanggil anda.''
''Mari Nona, saya antarkan.''
Zhishu berjalan menghampiri Kaisar Feng dan FuWei yang sudah menunggunya sedari tadi.
Zhishu memberi salam pada Kaisar dan Permaisuri FuWei, yang di sambut dengan tatapan kerinduan namun keduanya tidak bisa memeluk putrinya. Kaisar Feng hanya menghela nafasnya sedangkan FuWei mengusap sudut mata yang meneteskan airmata.
''YangMulia ...''
Keduanya menahan nafas, ada rasa pedih tersendiri saat Putri kandungnya memanggil mereka dengan sebutan YangMulia. Hati kecil mereka ingin di panggil Ayahanda dan Ibunda, tapi Kaisar Feng dan FuWei menahan keinginan itu sampai waktunya tepat.
''Zhishu, maafkan aku telah meninggalkan mu sendirian.'' FuWei tersenyum dan berdiri menghampiri Zhishu.
__ADS_1
''Ahh ... aku tidak apa-apa YangMulia. Apa YangMulia Permaisuri baik-baik saja? YangMulia pergi dengan tergesa gesa seperti melihat hantu.'' Ucap Zhishu menyengir kuda.
FuWei yang tidak bisa menyembunyikan kerinduannya, membelai rambut Zhishu dengan lembut. ''Apakah aku boleh memelukmu?''
Zhishu menatap FuWei dengan heran, namun ia mengangguk. ''Tentu saja boleh YangMulia.''
FuWei tersenyum dan langsung memeluk Zhishu dengan erat ... Ya, tidak di ragukan lagi jika Zhishu benar-benar putrinya yang ia serahkan pada suami istri itu. Di perkuat dengan tanda lahir yang Zhishu miliki.
Sementara Zhishu, ia merasakan kehangatan tersendiri saat FuWei memeluknya. Ia merasa nyaman dan merasa ada yang melindungi ketika FuWei memeluknya.
'Ahh ... Ibu Xio, aku merindukan mu. Maaf karna aku belum bisa pulang.' Gumam Zhishu dalam hati.
Ketika FuWei dan Zhishu saling berpelukan. Di luar markas ada sedikit masalah, di mana para penjaga Markas tidak memperbolehkan ada orang asing yang masuk kedalam markasnya.
''Maaf Tuan, anda tidak di perbolehkan masuk.''
''Tapi ini sangat penting.''
''Tidak bisa.''
''Baiklah, aku akan menunggu disini. Tapi katakan pada ketua Zu dan YangMulia Kaisar Feng jika kasim Rui ada di depan gerbang untuk membawa berita.''
Lima penjaga itu saling pandang satu sama lain, lalu salah satu dari mereka pergi untuk mengabari...
Akankah peperangan malam ini bisa di hindari? ataukah kedua kubu akan bertarung dan mungkin sekarang waktunya Kaisar Feng untuk merebut kekuasaan yang sudah di ambil paksa oleh SunTao?
β’
...πππ...
__ADS_1
...LIKE.KOMEN.VOTE ...