Legend Of Zhishu

Legend Of Zhishu
Bab 38 : Perang...


__ADS_3

Legend of Zhishu.


...πŸƒπŸƒπŸƒ...


Perbatasan Kekaisaran.



Dua kubu sudah saling berhadapan, senjata berat mau pun ringan sudah siap untuk di gunakan...


Zhishu yang sudah menyamar sebagai Ayahnya menatap Kaisar Wei di sebrang sana dengan tatapan sinisnya. Dalam hati Zhishu, ia sudah bertekad untuk membawa kepala Kaisar Wei pada Ayahanda nya.


SREEENGGG!


"Hidup untuk YenUtara...'' Teriak Zhishu dengan suara bariton layaknya Kaisar Feng, yang mana semua perajuritnya berteriak semangat untuk menyerang.


"Hidup YangMulia Kaisar ... Hidup YangMulia Kaisar ... Hidup YangMulia Kaisar."


Para perajurit termasuk Hongli berteriak sambil mengangkat pedang mereka masing-masing. Sedangkan Kaisar Wei dan para bawahannya hanya terkekeh, Perajuritnya lebih banyak di bandingkan dengan perajurit dari YenUtara ... yang artian dia pasti akan menang dan merebut Kekaisaran itu.


''Lihatlah dia begitu sombong YangMulia, dia pikir Kekaisarannya masih kuat seperti dulu."


''Cih! Lihat saja, kali ini aku akan mengalahkannya."


SREEENGGG!


"Serang ...'' Teriak Kaisar Wei.


Terompet pun berbunyi.

__ADS_1


Perang pun di mulai, perang itu terlihat nyata di mana melibatkan ribuan orang ... Hongli bertugas menjaga benteng pertahanan agar tidak di tembus oleh musuh. Adu strategi, adu senjata dan perang jarak dekat pun terjadi dengan sengit.


SREENNG!


...SREEENG!...


JLEB!


Kaisar Wei dan Zhishu adu kemampuan di mana keduanya begitu seimbang dengan kekuatannya, bahkan Kaisar Wei semakin ganas membunuh siapa saja yang ada di depannya.


β€’ β€’


Di saat Zhishu dan semua prajurit Kekaisaran berperang ... di istana, Permaisuri dan semua orang tengah berdo'a agar kemenangan menjadi milik mereka. Permaisuri FuWei terus berlutut di depan patung leluhur untuk keselamatan suaminya yang sedang mempertaruhkan nyawanya.


''Dimana kain untuk persembahannya?'' Tanya Permaisuri FuWei, pada sang dayang.


''Maafkan hamba Yangmulia Permaisuri, kain itu tertinggal di kediaman Naga. Saya akan segera ambilkan.''


''Mohon pelan-pelan, YangMulia.'' Sang dayang membantu Junjungannya berdiri.


Permaisuri FuWei berdiri dan melangkah ke arah kediamannya untuk mengambil kain persembahan, namun di lorong ia tidak sengaja melihat Ibu Xio berjalan ke arahnya.


''Kakak, kau ingin kemana?'' Tanya Permaisuri FuWei.


Ibu Xio tersenyum. ''Aku baru saja mengunjungi kediaman anak kita yang nakal, tapi para penjaga mengatakan jika Zhishu tidak ingin di ganggu.''


Permaisuri FuWei mengerutkan keningnya. ''Memangnya kenapa dia tidak mau di ganggu.''


''Haah ... dia hanya marah untuk sementara karna YangMulia Kaisar tidak mengizinkan dirinya untuk ikut ke medan pertempuran. Oh iyaa, adik. Kau mau kemana?'' Tanya Ibu Xio.

__ADS_1


Permaisuri FuWei tersenyum.


''Aku akan mengambil kain untuk persembahan, ayo ikut denganku. Kita akan berdo'a bersama untuk keselamatan suami kita.''


Ibu Xio mengangguk. ''Baiklah, mari.''


Keduanya pun berjalan beriringan menuju kediaman Naga, lalu Permaisuri melangkah untuk mengambil kain di dalam lemari.


''Ahhkkk ... Suamiku!'' jerit Permaisuri FuWei, saat melihat Kaisar Feng meringkuk kaku di dalam lemari.


''YangMulia, Adik ada apa?''


Semua orang menghampiri Permaisuri dan sam terkejutnya melihat Kaisar yang ada di dalam lemari.


''Cepat panggilkan tabib!''


Seorang pelayan bergegas keluar memanggil tabib, sedangkan Permaisuri FuWei dan Ibu Xio mencoba untuk membopong tubuh Kaisar Feng yang kaku seperti kayu.


''Ada apa denganmu?'' Tanya Permaisuri FuWei yang khawatir.


''Ini semua kelakuan putrimu! Dia yang melakukannya, dan membuatku susah!'' Gerutu Kaisar Feng dalam hati.


''Tunggu, jika YangMulia Kaisar berada di sini ... lantas yang pergi berperang siapa?'' Tanya Dayang setia Permaisuri.


Ibu Xio dan Permaisuri FuWei saling pandang dan melototkan kedua mata mereka.


''Zhishuuuuuu ...'' Teriak keduanya secara bersamaan, hingga menggema di istana.


β€’

__ADS_1


...πŸƒπŸƒπŸƒ...


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2