Legend Of Zhishu

Legend Of Zhishu
Bab 8 : Kelakuan Zhishu.


__ADS_3

Legend of Zhishu.


...πŸƒπŸƒπŸƒ...


Di istanaβ€’


Para prajurit istana sedang berlatih, terlihat ada seorang pria yang masih gagah di umurnya yang sudah lebih dari lima puluh tahun tengah mengamati para prajurit.


Ia tidak segan-segan melatih prajuritnya agar siap di medan pertempuran hingga tak terkalahkan, padahal mereka baru saja kembali dari peperangan membantu kerajaan Ming atas titah Kaisar Sun Tao yang memiliki distrik kerja sesama antar kerajaan.


Ia adalah Jenderal Zuang yang masih setia mengabdikan diri untuk Kekaisaran Yen Utara, karna yang masih mengabdi dan setia hanya beberapa orang saja termasuk Kasim Rui yang harus berpura-pura seperti dirinya hanya untuk menjaga Kaisar Feng agar tetap baik.


''Jenderal Zuang.'' panggil salah satu prajurit membungkuk.


''Hem ...''


''Permaisuri dari kerajaan Ming ingin bertemu dengan anda.'' Ucapnya.


Jenderal Zuang diam sejenak, lalu menoleh dan mengangguk. ''Baik.''


Jenderal Zuang dan salah satu prajurit melangkah menuju gazebo, dimana Permaisuri Ming sedang menunggu kedatangannya.


''Salam YangMulia Permaisuri Jiang Jing.'' Jenderal Zuang membungkuk memberi salam hormat, pada Permaisuri kerajaan Ming.


Permaisuri Jiang Jing tersenyum melihat Jenderal Zuang berada di depannya. ''Jenderal Zuang, saya kemari hanya ingin mememberikan anda hadiah karna sudah berhasil membantu kerjaan kecilku menang dalam medan perang.'' Tutur Permaisuri Jiang Jing menyodorkan sebuah kotak besar.


Namun Jenderal Zuang hanya diam tak bergeming melihat kotak yang cukup besar itu.


''Suamiku, (Kaisar Ming) tidak bisa memberikan hadiah ini secara langsung kepada anda, karna dia masih lemah akibat perang minggu lalu ... jadi aku lah yang di utus secara langsung untuk memberikan hadiah ini kepada anda, Jenderal Zuang.''


Jenderal Zuang membungkuk. ''Terima kasih yangMulia Permaisuri, namun sebenarnya tidak perlu repot-repot membawakan hadiah kepada hamba yang rendah ini.'' Ucap Jenderal Zuang, merendahkan diri.


Permaisuri Ming tersenyum. ''Jenderal, aku harap kau tidak menolaknya ... Karna ini adalah hadiah kecil dari kerajaan kami, dan tidak sebanding dengan pengorbanan anda ketika berperang melawan musuh. Dan yaaa, suatu kehormatan untukku jika anda berkenan meminum teh bersamaku.''


Jenderal Zuang melirik sekilas lalu menggeleng. ''Maaf yangmulia Permaisuri, budak seperti saya tidaklah pantas berada satu meja dengan yang mulia ... apa lagi yang mulia adalah tamu di Kekaisaran kami.'' Tutur Jenderal Zuang yang mana membuat Permaisuri Jiang Jing sedikit terkejut.


''Budak?''


''Seorang Jenderal hebat sepertimu masih di anggap budak oleh Kaisar? Bagaimana bisa dewa perang sepertimu menjadi budak?'' Tanya Permaisuri Jiang Jing tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar..


''Yang Mulia Permaisuri.'' sang Dayang memperingati junjungannya, untuk tidak ikut campur dengan urusan istana orang lain ... akan sangat bahaya jika ada yang mendengarnya.


''Baiklah Jenderal Zuang, berapa harga untuk kebebasan mu? aku akan membeli mu dan menjadi Jenderal di kerajaanku jika kau ingin.''

__ADS_1


Jenderal Zuang hanya terkekeh, lalu memandang ke arah lain dengan tatapan kosong.


''Terima kasih atas penawarannya yang Mulia Permaisuri, tapi sampai saat ini hamba masih bertahan hanya untuk seseorang yang akan datang suatu hari nanti.'' Ujar Jenderal Zuang yang membuat Permaisuri Jiang Jing mengerutkan keningnya bingung..


''Menunggu seseorang, siapa?'' Tanyanya.


Jenderal Zuang teriam sejenak.


'Menunggu pewaris tahta yang sesungguhnya, dan kebangkitan Kaisar Feng JianYu.' Ucap Jenderal Zuang dalam hati, namun dia juga masih bimbang apa Putri Mahkota yang asli masih hidup atau sudah mati.


Namun Jenderal Zuang masih berharap jika Putri Mahkota yang asli masih hidup, karna hanya dengan kedatangan Putri Mahkota maka ia yakin kekuatan Kaisar Feng JianYu akan kembali dan merebut Tahta yang sudah di rampas oleh adiknya.


'Aku harap jika Putri Mahkota masih hidup dengan baik, karna dialah harapan bagi semua rakyat termasuk Kaisar Feng.'


β€’


...β€’...


^^^β€’^^^


Di sisi lain ... Zhishu berjalan dari dalam hutan menuju area padat penduduk, ia memegangi perutnya yang terasa lapar. Sialnya dia tidak membawa uang sepeserpun, hingga Zhishu harus memutar otak agar perutnya kenyang.


Zhishu akan kembali ke dalam hutan ketika perutnya sudah kenyang, namun di saat ia sedang melihat-lihat ... ia tidak sengaja melihat Hongli dan Qiu Li tengah berjalan dan masuk ke tempat makan sederhana.


Zhishu melihat sebentar ke arah bangunan, lalu masuk kedalam tanpa curiga. Namun setelah di dalam, Zhishu benar-benar terkejut melihat banyaknya orang yang sedang bersenang-senang.


'Tempat apa ini.'


Zhishu dengan bodohnya memperhatian semua orang, di mana setiap gadis tengah merayu para pemuda yang tengah bermain judi, meminum arak. Ada juga yang sudah mabuk dan pergi ke lantai atas.


Zhishu mencari pria tampan yang bernama Hongli, namun ia tidak melihatnya sama sekali hingga Zhishu heran sendiri.


'Kemana pria tampan itu?'


''Hai anak muda, mengapa kau berdiri di sana! Cepat bermain bersamaku.''


Zhishu melihat kanan kiri dan menunjuk dirinya sendiri.


''Aku?''


''Ya, Kau! Pemuda tampan tapi bodoh. Memangnya siapa lagi yang aku panggil selain dirimu? Cepat duduk dan main bersamaku.''


'Pemuda tampan? Heii ... aku ini seorang gadis.' Kesal Zhishu yang di panggil seorang pemuda. Tapi dia juga tidak bisa melawan karna memang pakaian yang dia gunakan adalah pakaian seorang pria.

__ADS_1


''Aku tidak bisa bermain, Tuan. Terlebih saya ini miskin dan tidak memiliki uang.'' Zhishu berbicara jujur, di bandingkan dirinya terkena masalah.


Pria tua itu terkekeh dan melemparkan satu kantong berisikan tael perak pada Zhishu.


''Akan aku pinjamkan uang padamu, jika kau kalah maka kau harus menjadi budakku! Tapi jika kau menang, maka tidak ada hutang apapun. Anggap saja aku sedang baik hati.''


Zhishu menarik sudut bibirnya.


''Baiklah.''


Zhishu duduk di kursi dan ingin bermain judi, walau dia tidak terlalu mengerti bagaimana caranya ... tapi dia yakin dia bisa. Namun di saat Zhishu baru saja duduk, ia melihat pria tampan idamannya pergi dari kediaman ini yang membuat Zhishu ingin pergi meyusulnya karna tidak ingin kehilangan pria idamannya.


''Pemuda, kau ingin pergi kemana?''


''Maaf tuan, bepertinya aku tidak bisa bermain.''


''Tidak bisa! Aku sudah memberikan mu uang, maka kau harus bermain denganku! Kalau tidak aku anggap kau kalah dan kau harus menjadi budakku.''


''Tapi, Tuan ... ak-- Ahhhkk.'' Zhishu memegangi perutnya.


Semua orang melihat Zhishu dengan heran.


''Ada apa denganmu?''


''Tuan, aku ingin ...''


PREEETT!


''Astaga Dewa! Dia kentut di depan umum.'' Teriak salah satu pemuda.


''Iyuukkk, baunya sangat mengerikan.''


''Kentutnya sampai kencang! Apa dia sampai mengeluarkan bijinya.'' Seorang gadis menutup hidungnya.


''Ahhhkk ... Tuan aku harus pergi.'' Zhishu berlari kecil, namun sebelum dia keluar dia berhenti dan...


PREEETTTTT!


''Ahhhh ...'' Semua orang berteriak, berlarian kesana kemari karna tidak tahan dengan bau kentut yang Zhishu keluarkan.


β€’


...πŸƒπŸƒπŸƒ...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2