
Bukk,
Bukk,
Slapp,
Duar.
Yuan terus saja memberikan serangan bertubi-tubi untuk Bai An, tetapi Bai An memiliki reflek yang bagus sehingga dengan mudahnya menghindari itu. Tetapi bagaimanapun juga Yuan ini memiliki kultivasi jauh di atasnya ia bukanlah tandingannya.
"Berhentilah, aku bukan la—"
Bumm,
Belum sempat selesai berbicara, Bai An sudah terkena jurus Yuan sehingga tubuhnya terpental ke tanah.
"Shhhh—"
Ringisan itu begitu ketara, dadanya sejenak seperti terhimpit batu karena sakit sekali, tetapi lelaki itu pandai mengatur pernafasannya sehingga bisa bangkit dengan segera.
Yuan sudah berhenti tidak melakukan serangan kembali.
"Apa maksudmu? Kau ingin membunuhku? Cepatlah lakukan, aku tidak peduli juga dengan hidupku."
Bai An tadinya tengah menikmati matahari di pinggir danau, tetapi tiba-tiba Yuan datang menyerangnya bahkan tanpa sebuah katapun.
__ADS_1
"Itu hanya hukuman untukmu, karena kau telah melukai Yihua."
Bai An terlihat berpikir, "Siapa Yihua."
"Kau kemarin menggoreskan belati ke lengannya."
"Ah gadis itu, aku tidak sengaja melukainya. Aku hanya melemparkan belati tetapi ia terlamabat menghindar sehingga tergores. Bukan luka dalam hanya goresan saja."
Dengusan keluar dari bibir Yuan, "Itu sama saja!"
"Lagi pula itu salahnya, untuk apa datang kesini malam-malam ... apakah dia kekasihmu?"
"Jangan pernah sentuh dia, atau kau akan tahu akibatnya."
Menit selanjutnya mereka duduk bersampingan menghadap ke danau seakan baru saja tidak terjadi masalah apa-apa, serangan yang Yuan tadi berikan tidak membuat mereka bermusuhan itu hanya sepertu angin lalu. Tetapi Bai An tetap mengingat untuk tidak melukai wanita yang dilindungi Yuan itu.
Bai An menunjuk ke dasar danau, karena saking beningnya danau itu, dasar danau yang merupakan tanah dan bebatuan pun terlihat jelas. Ada ikan emas berlalu lalang dan mereka kebanyakan bersembunyi pada beberapa daun teratai yanh lebar.
"Terlihat seperti ... kunci."
"Jangan-jangan itu adalah kunci dari pintu di ruang bawah tanah misterius itu?"
"Aku akan mengambilnya."
Yuan melepaskan bagian terluar dari hanfunya, selanjutnya ia lekas masuk ke dalam danau. Untung saja letak benda itu tidak telalu jauh sehingga ia dengan cepat meraihnya lalu muncul lagi ke daratan.
__ADS_1
"Benar saja, ini sebuah kunci emas."
"Tapi semenjak kau membawaku kesini aku selalu menghabiskan waktu disini, dan baru kali ini melihat kunci itu sebelumnya sama sekali tidak ada. Ini bukan sebuah kebetulan tetapi sebuah takdir Yuan."
"Kita cepat memeriksanya, aku tidak sabar melihat apa yang begitu sembunyikan di tempat itu."
"Marilah."
Mereka berjalan memutari setengah danau sehingga nampaklah sebuah tangga yang selanjutnya menuntuk mereka ke ruangan bawah tanah. Masih sama seperti kemarin, jajaran api abadi dengan energi besar masih menjaga tempay itu.
Yuan memasukan kunci itu ke lubang pintu emas tetapi kunci itu terlalu kecil, itu bukanlah kunci yang tepat. Lubang kunci untuk pintu emas itu terlihat besar sedangkan yang mereka temukan cukup kecil.
"Sama-sama berbahan dasar emas, tetapi lihatlah itu bukan kuncinya."
"Aneh sekali, padahal sudah kukira jika kunci itu muncul untuk kita karena bukan sebuah kebetulan. Rupanya tidak ada yang bisa kita dapatkan."
━━━━━ The Legend of Sword Lord ━━━━━
Maaf sangat pendek untuk hari ini, besok akan diusahakan Double up, terima kasih.
Suka dengan cerita ini?
Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!
Terimakasih and love you full.
__ADS_1
With love,
Khalisa🌹