Legenda Pedang Penguasa

Legenda Pedang Penguasa
33. Kaisar Han Lebih Mementingkan Wibawa.


__ADS_3

Darah menggenang di tanah, bau anyir menyerbak kemana-mana hingga membuat lalat betah sekali untuk berkerumun datang. Ribuan mayat tergeletak di tanah, entah itu masih untuk atau terpotong di beberapa bagian tubuh, ada juga yang sudah hancur, mengeluarkan isi perut mereka.


Seluruh pasukan suku iblis telah di musnahkan, tetapi itu adalah pertarungan yang sangat melelahkan. Prajurit elit yang tersisa hanya sebagian kecil, yang lainnya telah gugur.


Ada 5 orang kultivator yang harus terluka. Seperti Han Di yang memiliki luka memanjang di kakinya, ia terkena sabetan clurit karena tidak hati-hati.


"Yang patut disalahkan tentu saja adalah kekaisaran! Pasukan elit dijadikan garda terdepan itu sungguh menggelikan, mereka hanya menjadi sasaran empuk saja kan." ucap Yulo marah.


Mereka masih berada di kota Liang, membantu mengobati orang-orang yang terluka.


"Kekaisaran memang tidak niat membantu dan hanya ingin numpang nama saja!" kini Han Di ikut-ikutan membuat suasana panas.


"Kita tidak akan terlalu kelelahan jika mereka niat membantu. Para kultivator lain tidak bersedia datang karena sudah mengandalkan kekaisaran, dan ternyata yang diandalkan hanyalah sampah!" ucap Yulo kembali.


Lelaki itu adalah pembenci kaisar, ia selalu menentang perlakuan menyebalkan kaisar.


Pertempuran hari ini jika kaisar tidak mengatakan akan menjadi garda terdepan tentu para kultivator yang hadir akan jauh lebih banyak, 40 itu adalah jumlah tidak seberapa dari seluruh perguruan, sekte dan klan besar di seluruh benua Jinaling.


"Jika itu prajurit elit lalu gugur, tidak akan terlalu dipikirkan oleh kaisar tetapi jika prajurit pelindung Han tentu ia tidaklah rela."


"Tapi dia terlalu meremehkan suku iblis, lihat saja sekarang suku iblis ini ternyata memiliki kekuatan yang hebat. Pasukan elit itu tidak banyak membantu!" Yulo masih dengan amarahnya yang menyala.


Di meja sebelahnya Yuan hanya mendengarkan pembicaraan mereka, sebenarnya ikut membenarkan juga tetapi tidak ikut bersuara. Biarlah Yulo dan Han Di saja yang marah-marah.

__ADS_1


"Seperti yang ayah katakan kemarin, kekaisaran itu tidak bisa di andalkan untuk membantu." ucap Huolang pada Yuan.


"Apakah memang selalu tidak bisa diandalkan seperti itu?"


"Ya, kaisar Han itu orang yang hanya mementingkan namanya dan selalu ingin menguntungkan dirinya."


Yuan menggangguk-anggukan kepalanya, "jadi itu alasan para kultivator banyak yang membenci kekaisaran."


Tidak hanya Yulo tetapi banyak dari para kultivator yang membenci kaisar Han saat ini.


Kekaisaran Han sedari dulu di pimpin oleh darah klan Han, bukan berarti klan Han itu berada di puncak kultivasi. Hanya saja memang hanya darah keluarga Han yang bisa menduduki kekaisaran.


Tetapi untuk saat ini adalah menjadi masa paling buruk dari sejarah kekaisaran Han. Kaisar yang begitu naif dan menginginkan segala keuntungan untuk dirinya sendiri. Selama 40 tahun kepemimpinanya ini lebih banyak rakyat yang mengeluh.


"Ayah, kita sekarang harus merundingkan dengan yang lain, mengenai suku iblis ini."


Sudah ada orang yang memastikan ke tengah hutan tetapi disana tidak ada orang sama sekali.


"Menurutmu mereka kabur kemana?"


"Mereka pasti meninggalkan hutan mati, karena selain di ruang bawah tanah yang mereka buat, tidak ada lagi sumber mata air. Mereka pasti keluar hutan sedangkan tidak mungkin mereka pergi ke arat utara karena kawasan perguruan mereka juga tidak mungkin cari mati. Hanya wilayah selatan yang bisa mereka datangi."


"Tapi itu tidaklah mungkin, wilayah selatan juga cukup padat."

__ADS_1


Wilayah selatan adalah gugusan pantai dan laut yang menjadi pusat perdagangan antar benua, wilayah itu tentu saja begitu ramai dan menjadi kawasan yang cukup padat. Orang-orang dari benua lain berdatangan melakukan keuntungan disana.


"Sangat mungkin Ayah, mereka datang ke selatan untuk mengacau karena itu pilihan terbaik. Jika berdiam di hutan mati juga akan dikepung, satu-satunya cara adalah pergi kesana, membantai semua orang dan menjarah sebanyak mungkin. Atau bahkan melakukan hal yang tidak terduga lainnya."


"Kita pergi ke selatan untuk memeriksa."


"Ayah sebaiknya disini saja merundingkan dengan pendekar lain, kita juga perlu merepotkan lebih banyak orang untuk bergabung. Aku akan pergi kesana dan jika ada masalah akan mengabari lewat Ruyi."


"Kau yakin hanya akan datang seorang diri?"


Yuan mengangguk, "Meski kemungkinannya besar tetapi kepergian suku iblis ke selatan masih hanya sebuah kemungkinan jadi tidak perlu datang beramai-ramai."


"Baiklah, ingat untuk tetap hati-hati."


"Tentu saja, Ayah. Aku pergi dulu."


━━━━━ The Legend of Sword Lord ━━━━━


Suka dengan cerita ini?


Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!


Terimakasih and love you full.

__ADS_1


With love,


Khalisa🌹


__ADS_2