Legenda Pedang Penguasa

Legenda Pedang Penguasa
31. Perundingan Perang.


__ADS_3

Di dalam sebuah paviliun itu ada empat orang yang tengah duduk dengan serius, mereka adalah Jendral Kekaisaran Han, Fan Heming pemimpin Sekte aliran Putih Jin, Yulo seorang ketua dari Peguruan Jalak Hitam dan yang terakhir adalah Xu Huolang.


"Kaisar memerintahkan seribu pasukan elit untuk menjadi pejuang paling depan. Meski hanya sebuah pasukan elit tetapi mereka mempelajari ilmu medan perang yang sangat bagus. Latihan fisik mereka sangat keras dan tidak hanya mengandalkan tenaga dalam." Itu adalah penjelasan panjang dari jenderal kerajaan Han.


Tetapi tetap saja hal itu hanya membuat senyuman di bibir tidak dihati ketiga orang yang mendengarnya.


Seribu orang pasukan elit, sedangkan jika dua seorang di tingkat elit seimbang dengan tiga orang suku iblis. Semua prajurit itu hanya bisa melawan kurang dari 1500 orang, lalu sisanya?Hal itu tentu tidak begitu membantu, karena jumlah suku iblis melebihi tiga ribu.


Seharusnya kaisar lebih bijaksana lagi dan mengeluarkan pasukan pelindung Han yang dimana para prajurit itu sudah berada di tingkat 6. Karena bagaimanapun hal ini juga menyangkut keutuhan dari benua kekaisaran Han dan kedamaian benua Jianling.


"Tetapi takutnya ini tidak cukup Jendral, mendengar kabar kekaisaran akan membantu membuat beberapa pendekar lain tidak ikut pergi ke kota Liang. Mereka sudah sangat percaya dengan bantuan dari kekaisaran sehingga tidak ikut turun." Yulo yang pertama kali berterus terang.


Karena saat ini pendekar yang sudah bersiap di kota Liang hanyalah 40 orang, entah itu pendiri sekte, murid yang dikirim ataupun orang dari klan-klan besar. Sedangkan ke-40 orang itu memiliki tingkat kultivasi yang berbeda-beda, mulai dari tujuh hingga sebelas.


Saat kekaisaran menggemborkan akan menjadi garda terdepan tentu banyak pendekar yang akhirnya hanya ingin menunggu hasil saja tanpa ikut pergi.


Rupanya Kaisar Han itu tidak benar-benar membuat orang lain tenang, hanya ingin membesarkan namanya saja.


"Haha... Ketua Yulo tenang saja. Suku iblis ini masih hanya sekitar tiga ribu orang, membutuhkan lebih sepuluh ribu pasukan jika mereka ingin menguasai benua ini." bela jenderal.


"Tetapi kita membicarakan yang saat ini akan kita hadapi, kita semua akan kewalahan dengan ini."


"Kami membawa bahan pemanah yang juga akan menghujani langit dengan anak panah, tentu itu menambahkan nilai lebih."


Yulo di tempatnya sudah sangat geram, "Tapi—"

__ADS_1


Kalimat itu terhenti saat Huolang mengisyaratkan pada Yulo untuk menyudahi perdebatan. Jenderal Han ini sangat keras kepala, dan tidak akan ada habisnya jika di debat.


"Karena yang sudah ada memang sekian itu, sekarang kita perlu memikirkan strategi terbaik saja. Kita tidak memiliki waktu lama, segera bergegas sebelum suku iblis mengetahui maksud kita." Jelas Huolang.


"Aku setuju." tambah Fan Heming.


"Perjalanan ke tengah hutan mati nanti akan melelahkan karena jarak yang jauh, perbekalan tentu harus disiapkan agar tenaga tidak turun. Disana juga banyak monster siluman untuk membunuh mereka tentu yang akan menguras energi."


"Kita tidak boleh menguras energi terlalu banyak, karena yang sesungguhnya kita lawan adalah suku iblis bukan monster itu."


"Bagaimana jika 200 orang dari para prajurit elit itu dengan khusus yang membersihkan jalan untuk semuanya. Mereka hanya bertugas membersihkan semua monster selama di perjalanan agar yang lainnya menyimpan energi untuk suku iblis." saran Yulo.


"Itu sangat tidak terhormat!" jenderal Han protes.


Percikan api antara dua orang ini sepertinya sudah dimulai.


"Aku setuju dengan saran ketua Yulo, kita semua memang harus menyimpan tenaga dalam untuk menghadapi suku iblis itu, jika membuang tenaga ke monster tentu tidaklah efektif." Heming mulai membela Yulo.


Jenderal Han menghela nafas, "Baik, terserah kalian saja!"


Jenderal Han akhirnya mengalah.


"Berapa pasukan memanah yang kau bawa Jenderal?" tanya Huolang.


"Ada 50 pemanah handal."

__ADS_1


"Mereka yang maju duluan, diam-diam mencari posisi untuk menghujani anak panah pada retakan besar yang menjadi pintu masuk ruangan bawah tanah suku iblis. Dengan begitu beberapa dari mereka yang tumbang terlebih dahulu, setelah itu pasukan pemanah mundur digantikan oleh pasukan garda depan karena saat itu mereka akan siap untuk peperangan ini."


"Bagus sekali Tuan besar Xu, itu ide yang sangatlah bagus."


"Baik mari kita katakan pada semuanya tentang hasil dari perundingan ini agar segera bisa berangkat."


Baru saja mereka berempat ingin beranjak, tetapi seorang prajurit datang dengan terpogoh-pogoh.


"Gawat! Suku iblis sudah menyeberangi sungai Ning."


"Apa?!"


Tentu saja raut ketidakpercayaan mereka tampakkan, rencana penyerangan yang matang sudah mereka siapkan. Namun, rupanya itu haruslah sia-sia.


━━━━━ The Legend of Sword Lord ━━━━━


Suka dengan cerita ini?


Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!


Terimakasih and love you full.


With love,


Khalisa🌹

__ADS_1


__ADS_2