
Sebuah kolam kecil yang penuh dengan teratai, sarang-sarang burung merak itu terlihat lebih besar daripada sarang burung lainnya. Ada sekitar 10 buah sarang, dan sekitar 25 merak dewasa yang berada disana. Tempat itu berada di balik semak tinggi sehingga lebih banyak tersembunyi.
Merak emas itu begitu cantik, bulu mereka berwarna kuning emas dan lebih panjang dari merak pada umumnya.
"Woah! Mereka cantik sekali."
Saat ini Yuan dan Yihua berada di balik semak untuk melihat merak emas, tentu mereka bersembunyi karena tidak ingin diketahui oleh mereka.
Merak emas ini adalah hewan spiritual nomer sembilan belas, meski mereka adalah burung yang sangatlah cantik tetapi mereka itu sangatlah ganas dan memiliki kekuatan spiritual yang tinggi.
"Tapi kau lebih cantik." ucap Yuan tanpa sadar.
Daripada memandang merak itu, sedari tadi Yuan lebih senang menandangi Yihua.
"Kau bilang apa?"
Yuan menjadi malu karena mengucapkannya, "ah tidak ada, kau mungkin salah dengar."
"Oh begitu."
"Ah Yihua ada yang ingin aku tanyakan."
"Apa?"
"Itu-" Yuan mengantungkan kalimatnya, seperti ada sebuah keraguan besar di hatinya untuk mengucapkan hal itu.
"Tidak ada."
"Hais Yuan katakan saja jika ada yang ingin kau katakan."
__ADS_1
"Mengenai seseorang yang kau sukai itu, apakah aku benar-benar tidak bisa menyingkirkannya dari hatimu?"
Yihua menghela nafas dalam, yang dirinya maksud adalah Yuan sendiri. Mana tadi dia tahu jika lelaki yang berdiri di bawah pohon wisteria adalah Yuan, sedangkan dirinya sudah terlalu membicarakan banyak hal.
Sekarang malah jadi rumit seperti ini, Yuan bahkan tidak tahu jika kalimat itu merujuk pada dirinya sendiri.
"Mungkin bisa saat kau tahu siapa orang itu."
"Maksudmu?"
"Pikir saja sendiri!" ucap Yihua kesal.
Gadis itu melanglahkan kakinya, Yuan ini benar-benar tidak peka. Tidak sadarkah dia jika Yihua ini mulai menaruh hati padanya.
***
"Nona apakah Nona benar-benar akan masuk ke perguruan itu?"
Kemarin pelayan kediaman ayahnya memberikan informasi jika ayahnya tidak memiliki jadwal yang begitu padat di kekaisaran sehingga setiap hari pulang kerumah. Biasanya hanya akan sangat sibuk jika ada masalah di kekaisaran atau ada acara besar.
"Diamlah, aku akan mengurus semuanya, kau hanya perlu diam."
"Baik Nona."
Akhirnya langkah kaki itu tiba di ruang santai, dimana disana ayahnya tengah menikmati teh bersama dua orang selirnya.
Mei Li ini adalah anak dari istri sah bukan selir, tetapi ibu dari Mei Li sudah meninggal sedari ia masih kecil. Ayahnya mengangkat begitu banyak selir setelah ibunya meninggal.
"Salam kepada Ayah, salam kepada nyonya selir." ucapnya halus.
__ADS_1
Sedari kecil Mei Li sudah diajarkan tata krama yang sangat ketat, seolah gadis itu memang dipersiapkan untuk menjadi gadis terbaik.
"Ada apa putriku?"
"Ayah, Mei Li meminta ijin kepada Ayah untuk belajar di perguruan. Mei Li rasa harus meningkatkan kulitvasi lebih tinggi agar tidak tertinggal oleh para nona muda yang lain."
Sekretaris Yang terkekeh, putrinya ini sudah sangat terkenal. Meski kultivasinya sama sekali tidak tinggi bahkan sedikit tertinggal dari anak seusianya tetapi siapa yang berani mengejeknya, Mei Li adalah gadis tercantik.
"Apakah itu perlu Mei Li? Kau tidak perlu belajar di perguruan."
"Tapi Ayah, Mei Li merasa itu harus. Meningkatkan kultivasi itu sangatlah penting, Mei Li ingin menjadi gadis yang sempurna Ayah."
"Itu barulah benar, kau akan menjadi gadis nomor satu di seluruh wilayah kekaisaran jika kultivasimu juga tinggi."
"Benar kan Ayah."
"Kau harus berada di perguruan besar dan bergengsi tentunya, bagaimana jika perguruan Bintang Alam?"
Mei Li menyembunyikan senyuman puasnya, ini berjalan sangat sesuai dengan yang ia harapkan. Meminta ijin untuk manaikkan kultivasi tentunya akan lebih mudah mendapatkan ijin dari ayahnya. Daripada harus pergi dari rumah diam-diam, itu lebih banyak resikonya.
"Mei Li memyerahkannya pada Ayah, perguruan Bintang Alam sudah terkenal dengan banyak murid berkualitasnya. Mungkin akan menakjubkan jika berada di sana."
━━━━━ The Legend of Sword Lord ━━━━━
Suka dengan cerita ini?
Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!
Terimakasih and love you full.
__ADS_1
With love,
Khalisa🌹