
Sring....
Sebelum membentuk pusaran di tengahnya, air bening itu sempat terombang-ambing. Yuan berdiri beberapa meter di atas pusaran itu beralaskan pedangnya itu, ada empat pedang yang rupanya sama persis juga melayang di sampingnya. Itu hanyalah bayangan padat dari pedang zhenxin yang sekarang menjadi miliknya.
Secepat cahaya ia melesat ke pinggiran danau dan mengubah posisi pedang itu menjadi di tangannya juga empat bayangan itu juga hilang, sedangkan pusaran air di danau itu menjadi tidak terkendali.
Byurrr,
Terjadi gelombang pasang akibat dari pusaran air yang membuncah itu, membasahi pinggiran danau hingga beberapa pohon di pinggir danau ikut basah.
Prok... Prok... Prok...
Tepuk tangan berasal dari Bai An, ia memang sedari tadi menjadi satu-satunya penonton aksi Yuan. Bai An yang biasanya tidak begitu peduli dengan apa yang Yuan lakukan, kali ini berhasil terpukau dengan pedang itu.
"Hebat!"
Yuan membalas pujian itu dengan seulas senyuman. "kau sudah menggunkan rumput Beizhou?"
"Aku tidak membutuhkannya.... " Bai An menghela nafas sebelum melanjutkan kalimatnya. "saat ini aku hanya ingin menikmati hidupku dengan tenang."
"Hei Bung! Ucapanmu persis kakek tua yang umurnya tidak panjang lagi, perjalananmu masih penjang kau tidak mungkin menyiakan sepanjang hidupmu dengan berdiam diri seperti ini."
"Aku tidak peduli!"
Yuan menghela nafas kasar, sudah cukup lelah menasihati Bai An tetapi jawaban yang ia dapatkan rupanya sangat tidak memuaskan.
Ciakkk... Ciakkk...
Seekor elang gyr terbang di atas mereka, setelah berputar beberapa kali ia turun dan bertengger di tangan Yuan. Bulunya putih bersih dengan ujung-ujungnya berwarna gradasi coklat, matanya sangat tajam begitu juga dengan tubuhnya yang gagah.
"Kau pintar sekali bisa menemukanku disini Ruyi."
Elang gyr itu bernama Ruyi, ia sudah lama berada di kediaman Xu. Elang gyr adalah jenis elang yang besar dan sangat indah, elang ini bukan hewan spiritual tetapi merupakan hewan yang sangat langka.
Yuan melepaskan sebuah surat yang terikat di kaki Ruyi, ia yakin itu adalah gulungan surat dari ayahnya. Yuan segera membuka gulungan surat itu.
__ADS_1
Suku iblis belum juga di temukan, segera susul pamanmu kesana untuk membantu mencarinya.
"Apakah ada sesuatu yang serius?"
"Kau tahu suku iblis?"
Bai An mengangguk, siapa yang tidak mengetahui tentang mereka.
"Apakah menurutmu memungkinkan jika mereka tinggal di bagian barat?"
Wilayah barat adalah wilayah hutan mati yang tidak begitu dipedulikan oleh orang-orang. Hutan itu begitu luas sehingga jika kita kebagian barat benua Jianling hanya akan menemukan pepohonan kering itu. Tidak ada energi baik disana, hanya pohon yang menjadi rumah dari siluman berwujud menyeramkan.
Tempat itu memang cocok untuk dijadikan tempat bersembunyi karena begitu luas dan jarang sekali orang memasukinya. Hanya untuk persembunyian bukan untuk didiami dalam waktu yang lama karena siluman-siluman aneh yang ada disana.
Sedikit aneh jika suku iblis mendiaminya, mereka tentu membutuhkan makanan dan minuman sedangkan di hutan mati itu tidak ada sama sekali tumbuhan yang hidup dan juga air mengalir.
"Itu tidak mungkin, tidak ada energi alam disana dan juga tidak mungkin bisa bertahan hidup di tempat tandus dan pepohonan mati itu."
"Aku juga berpikir hal yang sama."
***
"Kau sering sekali menghilang, sebenarnya kau kemana saja Yuan?"
Yuan hanya melirik sebentar Xingsheng sebelum kembali fokus pada sebuah buku yang tengah ia baca.
"Tentu pergi berlatih."
Xingsheng mendecak, akhir-akhir ini Yuan sangat jarang ia jumpai padahal mereka adalah teman satu kamar. Ia berteman cukup dekat dengan Yuan, tentu Xingsheng selalu penasaran dengan kemana perginya Yuan.
"Aku tidak pernah menemukanmu di lapagan pelatihan."
"Aku berlatih di belakang berguruan."
"Kau yakin? Berlatih atau bermesraan dengan Yihua?" Xingsheng menaik-turunkan kedua alisnya.
__ADS_1
Yuan bahkan sudah cukup lama tidak melihat Yihua, memang wajah itu begitu merindukannya. Tetapi tentu ia tidak bisa seenaknya memasuki wilayah para gadis, lagi pula ia hanya mengangumi Yihua tetapi tetap tidak memiliki hubungan lebih dengan gadis itu.
"Aku memilih berlatih di tempat yang sepi agar semakin cepat bisa ... Ah iya jika nanti ada yang akan mencariku, aku akan melakulan perjalanan ke barat, mungkin beberapa hari baru kembali."
"Perjalanan ke barat? Mau kemana?"
"Wilayah paling barat."
"Hutan mati?"
Yuan mengangguk.
"Kau yakin? Untuk apa pergi kesana, tidak ada bagus-bagusnya tempat itu."
"Ada sesuatu yang harus aku lakukan."
"Yuan di tempat itu hanya ada siluman-siluman aneh, kau yakin ingin kesana?"
Siluman disana bukanlah siluman harimau atau siluman hewan lainnya. Tetapi jenis siluman yang wujudnya sangat aneh, seperti moster siluman berkepala tujuh atau lainnya yang berbentuk aneh.
"Atau kau pergi ke sana memang untuk berburu siluman? mending berburu hewan spiritual saja di wilayah padang persik, itu bisa meningkatkan kultivasi."
Jika membunuh siluman meski itu siluman tingkat tertinggi, tidak akan mendapatkan inti kekuatannya. Tetapi jika mengalahkan hewan spiritual maka akan mendapatkan inti kekuatan dari hewan itu.
"Aku tidak berburu siluman hanya ada sebuah urusan saja."
━━━━━ The Legend of Sword Lord ━━━━━
Suka dengan cerita ini?
Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!
Terimakasih and love you full.
With love,
__ADS_1
Khalisa🌹