Legenda Pedang Penguasa

Legenda Pedang Penguasa
36. Waktu yang hilang tak akan kembali.


__ADS_3

Kabar segar terdengar mengenai dikalahkannya pasukan suku iblis, mayat-mayat mereka yang berjumlah ribuan itu dibawa ke hutan mati agar menjadi makanan para monster. Karena kalau dibiarkan saja tentu itu akan menyebabkan bau busuk di pesisir selatan.


Namun, kabar segar itu rupanya kini dikalahkan oleh sebuah kabar lain yang lebih menghebohkan. Semua orang dipasar, yang sedang mencari ikan atau bahkan menjadi gosip para murid perguruan. Yaitu tentang tuan muda keluarga Xu yang menjadi pemilik dari pedang legenda.


Pedang yang sudah ribuan tahun tanpa pemilik itu kini sudah memilih tuannya, kabar seperti ini tentu akan menyebar ke seluruh penjuru negeri dengan sangat cepat.


Terkadang orang-orang menceritakannya dengan sangat berlebihan. Bagaimana tidak, hanya seorang Xu Yuan dengan pedangnya saja mampu mengalahkan suku iblis yang berjumlah ribuan, padahal diketahui jika suku iblis ini memiliki kekuatan hitam.


Di kekaisaran Han yang akan menjadi perundingan para menteri hari ini juga hal itu.


"Lapor kepada Kaisar, pedang legenda telah ditemukan oleh tuan muda dari klan Xu, Xu Yuan." seorang menteri melaporkan berita ini kepada kaisar Han.


"Apa?! Pedang yang membuat naga putih dan hitam itu bertengkar." ekspresi terkejut nampak di wajah kaisar.


"Benar sekali kaisar."


"Menurut kaisar bagaimana mengenai ini?" tanya menteri lain.


Kaisar tenggelam dalam pikirannya.


"Pedang itu adalah sebuah legenda, dan sekarang di akui kehebatannya setelah mengalahkan ribuan pasukan iblis seorang diri."


Setelah kalimat itu, terdengar bisikan dari para menteri, tentu membisikkan tentang kehebatan pedang itu.


"Kaisar menurut saya kita harus mengundang tuan muda Xu itu kesini, bagaimanapun jika tidak ada dia mungkin suku iblis sudah membuat kekacauan yang lebih banyak. Sangat berjasa untuk kekaisaran." saran jenderal kerajaan.


Tetapi saran itu tentu hanya akan lewat di telinga kaisar, ia bukanlah seseorang yang akan berterima kasih setelah banyak yang mengolok dirinya.


Kemarin gosip tentang ketidakbecusan kekaisaran yang hanya mengirim pasukan elit juga sempat membakar jenggotnya. Dan sekarang yang membersihkan suku iblis ini bukanlah kekaisaran jadinya kaisar semakin kehilangan nama saja.


"Tapi menurutku tidak seperti itu..." ucapan itu keluar dari seorang pangeran.


Han Qiu Yue, dia adalah pangeran kelima dari kekaisaran Han. Satu-satunya pangeran yang sudah ikut berkecimpung dalam masalah politik istana. Qiu Yue ini dikabarkan tidak lama lagi sudah akan diberikan gelar sebagai putra mahkota kekaisaran Han, orang yang akan meneruskan tahta kekaisaran.

__ADS_1


Memang selain dirinya masih ada kandidat putra mahkota yang lain, tapi tentunya Bai An tidak termasuk karena ia sudah tidak berada di kekaisaran. Ibu dari Qiu Yue beberapa waktu lalu sudah di angkat menjadi seorang selir agung, hal itu mendandakan pemberian gelar itu tidaklah lama lagi.


"Lalu bagaimana menurutmu putraku?"


"Pedang ini memiliki kekuatan yang hebat, seharusnya tidak pernah ada bahkan dimiliki seseorang. Naga hitam dahulu ingin menghancurkannya karena takut pemiliknya akan membelah langit dan menghancurkan dunia. Lantas pantaskah kekuatan sebesar itu ada?"


"Saya setuju dengan pangeran ke-lima, pedang itu memang tidak seharusnya ada." ucap seorang perdana menteri.


"Sebarkan suratku untuk meminta beberapa kultivator hebat berunding di istana."


"Baik yang mulia."


***


Jari lentik itu tidak hentinya mengusap surai legam milik Yuan, sebuah senyuman merekah memperhatikan wajah pasi itu masih saja menutup kelopaknya. Huo Yuxi bahkan sudah hampir lupa kapan terakhir kali bertemu dengan Yuan, entah itu saat Yuan akan belajar di perguruan atau malah jauh sebelum itu.


Tiba-tiba saja rasa bersalah menyelimuti dadanya, cairan bening itu mulai mengalir membentuk sungai di wajahnya yang putih. Sudah berapa tahun yang ia lewatkan dalam membesarkan Yuan? Selama ini yang selalu ia pikirkan hanyalah perguruan miliknya tanpa memikirkan keluarga.


Dahulu beberapa bulan setelah melahirkan Yuan, ia kembali lagi ke perguruan yang saat itu tengah ia bangun. Menginginkan karirnya setinggi langit, hingga ia akhirnya berhasil juga menyandang gelar nyonya besar Yuxi dan menjadi satu-satunya kultivator wanita yang berhasil mendirikan perguruan terkenal.


Seseorang mengusap pundak Yuxi, tetapi hal itu tidak membuatnya tenang justru tangisnya semakin menjadi.


"Tubuh Yuan tidak bisa mengimbangi energi besar dari pedang itu sehingga eliksir emasnya harus dilahap oleh pedang zhenxin. Dia tertusuk pedang di dadanya, paru-parunya terluka, tanpa eliksir emas pemulihan membutuhkan waktu." ucap Huolang.


Pedang zhenxin memiliki kekuatan dan energi yang sangat dahsyat, sedangkan Yuan sendiri masih berada di tingkat sembilan. Ia perlu menaikkan tingkat lebih tinggi lagi baru bisa membuatnnya menyeibangkan dirinya dengan pedang zhenxin. Jika tidak, tentu dirinyalah yang justru akan dilukai oleh pedang itu.


Meskipun sudah di obati oleh eliksir milik Huolang, tetapi pemulihan tetap membutuhkan waktu yang tidak singkat.


"Mengapa harus anak kita yang menjadi pemegang takdir itu?" ucapan Yuxi itu dipenuhi dengan keputusanasan.


Saat pertama kali tahu pemegang takdir telah dipilih melalui layunya teratai bulan, ia senang karena penyelamat dunia telah tiba. Tetapi semua kesenangan itu berganti saat tahu jika putranya lah yang terpilih.


Mengemban takdir menyelamatkan dunia itu sangat berat dan itu akan di tanggung oleh putranya yang usianya masih sangat muda.

__ADS_1


"Yuan kita hebat, dia akan dikenal oleh seluruh dunia kita harus bangga." Huolang berusaha menenangkan Yuxi dengan kalimat itu.


Awalnya Huolang juga sulit menerimanya, tetapi tidak ada yang bisa dilakukan untuk menolak. Jadi mau tidak mau harus menerimanya.


"Tidak! Aku tidak menginginkannya, Yuan masih sangat muda untuk menerima takdir ini."


"Yuxi, untuk saat ini kita tidak bisa terus menyalahkan takdir. Kita harus menerimanya dan mendudukung Yuan."


"Tapi sangat sulit untukku menerimanya."


"Aku tahu itu."


"Selama ini aku sudah kehilangan banyak waktu bersama Yuan, penyesalan ini memang tidak akan merubah apapun tetapi hatiku tetap sakit."


Waktu yang telah hilang itu memang tidak bisa terulang kembali, menyaksikan tumbuh kembang putranya sudahlah terlewat. Selanjutnya yang akan Yuxi lihat hanyalah perjuangan putranya untuk melindungi dunia ini.


"Jauh di hatinya Yuan pasti membenci ibunya yang menelantarkannya ini."


Huolang menggeleng, sedari Yuan itu bukanlah anak manja yang merengek minta bertemu ibunya. Bertemu beberapa bulan sekali saja sudah membuatnya senang.


Huolang juga memberikan kasih sayang yang besar, itulah mengapa Yuan sangat dekat dengan ayahnya.


"Yuan tidak akan memiliki pikiran seburuk itu, ia justru sangat bangga memiliki ibu hebat sepertimu."


━━━━━ The Legend of Sword Lord ━━━━━


Suka dengan cerita ini?


Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!


Terimakasih and love you full.


With love,

__ADS_1


Khalisa🌹


__ADS_2