
Di samping gugusan pantai pasir putih yang memenuhi wilayah selatan ada sebuah padang rumput luas, disana ada juga sebuah gunung besar yang bernama gunung Tianji.
Yihua sudah berada di padang rumput itu, dan ia berhasil terpukau saat sudah berada di perbatasan padang dengan wilayah gunung Tianji. Deretan pohon wisteria yang tengah berbunga terlihat begitu menawan, di tambah gunung besar yang manjadi latar belakang.
"Woah! Indah sekali."
Yihua terbuai akan keindahan itu, tetapi tak lama pandangannya teralihkan pada seseorang yang berdiri membelakanginya. Ia berdiri di bawah pohon wisteria, hanfu lelaki itu panjang dan berwarna keunguannya yang panjang sangat kotras jika berdiri di untaian bunga wisteria itu.
"Lelaki itu begitu indah." ucapnya tanpa sadar.
Yihua terpaku sejenak sebelum ia menggelengkan kepalanya untuk menyadarkan dirinya.
"Apakah aku indah?" tanyanya tanpa membalikkan badan.
Tentu saja Yihua menjadi gelagapan, ternyata lelaki itu mendengarnya.
Tapi tunggu, Yihua seperti mengenal suara ini, suara ini mirip dengan suara Yuan tetapi ia segera menggelengkan kepalanya.
Mungkin hanya mirip saja, karena biasanya Yuan akan mengenakan hanfu berwarna biru, entah itu biru langit, biru tua atau bahkan biru kehitaman, yang pasti selalu ada unsur birunya.
Lagi pula Yuan tengah terluka, mungkin hanya mirip saja suaranya, batin Yihua.
"Ah tidak aku hanya merasa wisteria ini indah sehingga siapapun yang berdiri disini akan sangat indah."
"Kalau begitu kau harus jatuh cinta padaku, karena kebetulan aku berdiri disini saat ini." ucapnya, ia masih membelakangi Yihua.
Yihua terkekeh, "Jatuh cinta?"
"Ya, kuharap seperti itu, beberapa orang menganggap wisteria sebagai bunga cinta, bukankah indah jika kau jatuh cinta padaku karena wisteria ini?"
__ADS_1
"Tidak! ada seseorang yang beberapa hari ini mengalihkan perhatianku, aku selalu memikirkannya. Mungkin itu belum bisa disebut jatuh cinta, tetapi untuk saat ini sepertinya tidak ada siapapun selain dia yang bisa merebut pikiranku."
Terdengar degusan nafas kecewa darisana.
"Jadi apakah aku benar-benar tidak memiliki kesempatan?"
"Untuk saat ini sepertinya tidak, kecuali jika kau mampu berbuat hal mengejutkan melebihi lelaki itu."
Yihua tersenyum sendiri, selama beberapa hari terakhir ia selalu memikirkan Yuan, sulit sekali untuk mengenyahkan ia dari pikirannya.
"Siapa dia? Sehebat apa dia? Mungkin aku bisa melebihinya jika itu untukmu."
"Dia adalah seorang pahlawan besar, tidak peduli dengan dirinya yang penting bisa mendamaikan banyak orang. Dia bukanlah orang yang sombong dan tidak pernah memulai percikan api dengan orang lain. Sepertinya tidak ada siapapun yang bisa melebihinya kebaikannya."
"Jika aku tidak bisa melebinya, aku bisa memberikan cinta yang begitu besar. Aku akan melindungi, menyayangimu dan akan memastikan kau bahagia."
"Maaf Tuan Muda, bukankah aneh membicarakan perasaan di hari pertama kita bertemu."
Kedua bola mata Yihua melebar, "Yuan?!"
Orang di depannya benar-benar adalah Yuan Yihua melangkahkan kakinya memangkas jarak di antara mereka.
"Bagaimana bisa kau berada disini? Bagaimana dengan lukamu? Katanya kau terluka parah, seharusnya kau beristirahat bukannya berada disini!"
Yuan justru terkekeh mendapati wajah panik Yihua.
"Aku sangat baik sekarang, tidak perlu mencemaskanku."
"Tapi kau terluka parah, tidak seharusnya kau berada disini."
__ADS_1
"Aku sudah tidak apa-apa, lagi pula sangat membosankan berada di kediaman."
"Sekarang lebih baik kau kembali! Untuk apa kau berada disini?!"
Yuan tidak mempercayai apa yang Yihua ucapkan, "Aku yang memintamu datang, bagaimana bisa kau sekarang menyuruhku pulang."
"Jadi itu bukan surat dari nyonya Yuxi tetapi surat darimu? Tapi surat itu memiliki logo teratai yang berarti milik nyonya Yuxi."
"Ingat kembali isi surat itu."
Yihua kembali memutar otaknya untuk kembalu mengingat apa isi surat itu, kedua matanya membola saat menyadari sesuatu.
"Kau putra dari nyonya Yuxi?!"
Yuan mengangguk. "Apakah kau tidak mengetahuinya?"
"Hampir semua murid di perguruan tidak tahu, aku adalah murid yang paling dekat dengan nyonya Yuxi tetapi nyonya sama sekali tidak pernah membahas tentang keluarganya."
"Ah begitu rupanya."
Yihua mengangguk.
━━━━━ The Legend of Sword Lord ━━━━━
Suka dengan cerita ini?
Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!
Terimakasih and love you full.
__ADS_1
With love,
Khalisa🌹