
Tubuh tegap yang kini membelakanginya itu sama sekali tak bergeming, rupanya ia tidak menyadari sama sekali akan kedatangan Mei Li. Senyuman merekah di bibir sewarna bunga persik itu, cairan bening terkumpul di pelupuk matanya.
Han Bai An, seorang kekasih masa kecil yang sudah bertahun-tahun ini tidak ia jumpai. Tentu ia sangatlah merindukan Bai An.
"Bai An,"
Panggilan pelan itu terdengar sampai telinga Bai An tetapi lelaki itu tidak memiliki niat sedikitpun untuk membalikan tubuhnya.
"Untuk apa kau kesini?" nada itu terdengar datar, begitu juga wajahnya yang tanpa ekspresi.
"Kau masih ingat denganku kan?"
"Pergilah!"
Bukan itu yang ingin Mei Li dengar, ia hanya ingin Bai An mengenalinya.
"Kau tidak mengingatku?"
Kali ini Bai An berbalik, ditatapnya gadis yang dahulu ia temui hampir setiap hari itu. Dahulu Mei Li adalah gadis kecil yang sangat mengemaskan, nyatanya kini sudah menjelma menjadi gadis yang begitu cantik.
"Aku tidak meninginkan siapapun berada disini, sebaiknya sekarang kau pergi! Kau sangat mengangguku!"
"Banyak sekali yang ingin aku katakan, tolong ijinkan aku mengatakannya!"
Bai An menggeleng, "Pergi darisini!"
"Aku tidak akan pergi!"
Betapa sulitnya Mei Li mencari Bai An selama ini, ia terus saja menyuruh para pelayannya segera mendapatkan informasi tentang kemana perginya Bai An.
Semenjak Bai An dikabarkan meninggalkan istana, Mei Li adalah satu-satunya orang yang tidak bisa tidur semalaman karena memikirkan itu. Tapi apakah Bai An pernah tau tentang itu?
Mei Li bahkan nekat meminta pada ayahnya untuk pergi ke perguruan Bintang Alam ini, jika ayahnya sampai tahu Mei Li datang untuk Bai An, dirinya pasti akan habis.
"Pergilah sebelum aku berbuat kasar!"
__ADS_1
"Mengapa kau berubah? Kau sangat berbeda dari yang dulu!"
"Aku bukanlah orang yang kau kenal, Bai An yang kau kenal itu sudah mati! Yang tersisa hanyalah seseorang yang tidak punya harapan apapun."
Kini air mata yang menggenang itu sudah benar-benar turun, membasahi pipi seputih salju itu. Entah mengapa Mei Li bukannya marah melihat sikap Bai An yang menolaknya tetapi ia justru bersedih.
Dari dahulh hanyalah Mei Li yang bisa melihat luka menganga milik Bai An.
Lalu mengapa Bai An bisa membencinya hingga seperti ini? Padahal lelaki manapun pasti jatuh cinta jika melihat wajah Mei Li.
Dahulu Mei Li kecil sering datang ke kekaisaran mengikuti ayahnya, ia bertemu dengan Bai An dan ayahnya juga menyuruh Mei Li untuk bermain bersama Bai An. Mereka selalu bersama hingga kedua anak kecil itu tidak daoat terpisahkan.
Lalu mulailah hari dimana Bai An disiksa oleh ayahnya, Mei Li selalu datang membawakan Bai An kecil permen. Memberikan banyak kata penyemangat untuk lelaki itu sehingga Bai An dapat mengukir senyumannya.
Mei Li paling tahu seberapa dalam luka Bai An, Mei Li adalah orang satu-satunya yang bisa mengerti Bai An disaat semuanya membenci Bai An.
Namun, suatu hari ayah Mei Li tiba-tiba saja berubah, dia melarang keras Mei Li untuk bertemu dengan Bai An. Sekeras apapun Mei Li menangis ayahnya tidak akan pernah mengijinkannya keluar. Mei Li dikurung di dalam rumahnya dan dikelilingi oleh pelayan yang menjaga.
Sedangkan apa yang diketahui Bai An? Tentu ia tidak tahu apapun jika Mei Li dikurung oleh ayahnya, yang ia lakukan hanya datang menunggu Mei Li datang. Nyatanya sekian lama ia menunggu tidaklah mendangkab hasil apa-apa Mei Li tidak datang.
Semua yang terjadi di masa lalu itu hanyalah kesalahpahaman yang membuat Bai An tidak percaya pada siapapun, bahkan itu Mei Li sekalipun. Ia tidak ingin lagi merasakan luka karena ditinggalkan.
"Aku sangat merindukanmu Bai An, selama bertahun-tahun ini tidak ada satu malam pun yang terlewat untuk memikirkanmu."
Berbeda dengan Bai An yang menyimpan luka begitu dalam karena kepergian Mei Li yang tiba-tiba. Mei Li selalu memikirkan Bai An di dalam hatinya, ia selalu meminta pada pelayannya untuk mencari tahu kabar dari Bai An. Meminta pelayannya untuk mendapatkan lukisan wajah Bai An.
Bai An tersenyum miring, "Jika benar seperti yang kau katakan, saat itu kau tidak mungkin akan meninggalkanku!"
"Aku tidak meninggalkanmu, aku tahu saat itu kau berada dalam hal yang sulit tapi ayah melarangku. Ayah mengunciku di kediaman, saat aku mencoba kabur, pelayan akan datang menangkapku."
Bai An sedikit terkejut karena semua itu nyatanya tidak pernah sedikitpun ia ketahui.
"Aku mengatakan yang sebenarnya, aku sangat ingin menemuimu tapi aku tidak pernah berhasil." Lanjut Mei Li.
Grebb,
__ADS_1
Mei Li memeluk Bai An, menumpahkan semua perasaan rindu yang selama ini ia simpan. Bai An tidak membalas pelukan itu tetapi ia juga tidak menyingkirkan Mei Li dari tubuhnya.
"Aku sangat merindukanmu."
"Sekretaris Yang pasti akan marah besar jika tahu kau ada disini, jadi sebaiknya kau pulang." kini kalimat itu terdengar lebih pelan.
"Aku tidak mau, aku ingin bersamamu disini."
"Tidak! Kau harus pulang."
"Bai An, aku ingin bersamamu."
Bai An melepaskan Mei Li, dilihatnya wajah gadis itu yang begitu merah. Air mata mengalir semakin deras saja.
Bai An mati-matian menahan tangannya agar tidak mengusap air mata di pipi Mei Li, ia ingin Mei Li tidak bersamanya.
"Pulanglah!"
Setelahnya Bai An melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Mei Li yang semakin tenggelam di dalam tangisnya.
Bai An tidak akan peduli apa yang setelah ini akan dipikirkan Mei Li tentang dirinya, yang terpenting adalah Mei Li jangan bersama dengan dirinya.
Bai An berharap Mei Li bisa bahagia, dan itu pasti bukan dengan dirinya. Sekarang Bai An tidak memiliki apapun, bahkan hidupnya tidak jelas seperti ini. Mei Li pantas mendapatkan seseorang yang bisa membahagiakannya bukan pecundang seperti dirinya.
━━━━━ The Legend of Sword Lord ━━━━━
Suka dengan cerita ini?
Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!
Terimakasih and love you full.
With love,
Khalisa🌹
__ADS_1