Legenda Pedang Penguasa

Legenda Pedang Penguasa
25. Bertemu dengan Master Feiyin.


__ADS_3

Hari sudah agak gelap tetapi Yuan belum juga sampai di hutan mati, sebuah padang rumput yang rumputnya kering kini ditangkap oleh matanya. Tempat ini benar-benar kering yang artinya tidak jauh lagi ia akan tiba di hutan mati.


Benar saja, tidak membutuhkan waktu lama ia sudah tiba di hutan mati, pohon-pohon menjulang tinggi yang telah mati. Dari akar hingga ranting teratas hanyalah menyisakan kekeringan saja tidak ada sama sekali kehidupan.


Yuan semakin masuk ke dalam hutan itu, untung saja masih ada sedikit cahaya yang tersisa dari sang mentari.


Grrrrr...


Sebuah siluman atau bisa juga disebut monster berdiri beberapa meter di depan Yuan, siluman itu berbentuk laba-laba hitam yang besar, bulu-bulu kasar di sekujur tubuhnya juga terlihat sangat aneh.


Yuan mengeluarkan jurusnya, langsung mengenai siluman itu sehingga siluman itu terlempar beberapa langkah.


Grrrrr...


Siluman itu bangkit dan kembali akan menyerang Yuan, dengan segera Yuan kembali mengeluarkan tinjuannya. Mahluk itu kali ini hancur berkeping-keping.


Tetapi selanjutnya datang lagi segerombolan mahluk serupa, mereka ada sekitar 15 dan siap menyerbu Yuan.


Yuan mengeluarkan pedangnya, menyerang ke arah mereka datang. Pedang itu belum menyentuh mereka tetapi ada dorongan tak kasat mata dari pedang hingga membuat semua monster siluman itu terpental lalu hancur berkeping.


"Pedang zhenxin ini ternyata memang hebat."


Hanya dengan satu sabetan saja monster itu sudah hancur berkeping-keping, tentu itu hebat.


Yuan mengati bilah pedang yang begitu mengkilap, lagi dan lagi ia terpaku pada ukiran kecil bertuliskan zhenxin itu.


"Apakah kau adalah pemegang takdir itu, Nak?"

__ADS_1


Seorang lelaki tua dengan seluruh rambut yang telah memutih mendatangi Yuan, hanfunya juga berwarna putih bersih. Tetapi yang menarik perhatian Yuan adalah giok kecil yang tersemat di pinggangnya.


Giok berukiran bunga teratai itu sangat khas, dan dengan pengetahuannya juga tahu siapa orang ini.


"Hormat pada master Feiyin." Yuan menyatukan tangannya lalu sedikit membungkuk untuk memberi hormat.


Master Feiyin ini adalah seorang kultivator yang sudah lama mengembara, mengunjungi berbagai tempat untuk semakin memperdalam ilmunya itu. Beliau juga merupakan adik daru master Taiyin yang sudah meninggal.


Usianya sudah lebih dari 400 tahun, mungkin tingkat kultivasinya juga diatas dari ketiga orang tertinggi di Jianling. Para master-master yang mengembara tentu tidak hanya memiliki tingkat kultivasi yang tinggi tetapi ilmu-ilmu beladiri yang banyak dan mumpuni.


"Siapa namamu anak muda?"


"Xu Yuan, dari klan Xu."


"Ah kau yang mewarisi pedang itu?" tanyanya sembari melirik pedang di tangan Yuan.


"Jaman dahulu pedang itu menjadi pembicaraan seluruh dunia, dua naga bahkan bertikai karenanya. Dan sekarang aku bersama seseorang pemilik pedang itu."


"Aku tahu pedang ini memiliki energi yang sangat besar dan bahkan beberapa kali ingin menyatu dengan aliran qi ku. Tetapi apakah master tahu sesuatu yang lain tentang pedang ini?"


Master Feiyin menganggukinya, tangannya tiada henti mengelus janggut putihnya yang panjang.


"Orang-orang mengatakan jika pedang itu berbahaya karena bisa memepegaruhi seseorang terbukti dengan naga hitam ingin menghancurkannya. Tetapi alasan sebenarnya dari naga hitam ingin menghancurkan juga tidak jelas ... Menurutku pedang itu terlalu hebat saja dan ditakutkan akan menghancurkan dunia. Namun, itu kembali lagi pada siapa pemiliknya, dan kau harus berjanji untuk tidak menyalahgunakannya."


"Master tenang saja, aku tidak akan menghancurkan dunia dengan ini."


"Lalu apa yang tengah kau lakukan disini?"

__ADS_1


"Pergi untuk mencari suku iblis, beberapa hari lalu terlihat beberapa suku iblis. Aku ingin pergi untuk mejawab, apakah mereka benar-benar tinggal disini atau tidak."


"Hutan mati sangat luas kau membutuhkan waktu 10 hari untuk menelusi semua bagiannya."


"Benar master memang luas, apakah master tahu di bagian mana yang memungkinkan."


"Aku mendengar tidak di tengah hutan ada sebuah patahan tanah besar sekali, kau bisa memeriksa kesana."


"Patahan tanah?"


"Aku tidak tahu sejak kapan itu ada karena dahulu tidak ada, kemarin aku bertemu seorang master pemburu siluman dan ia mengatakan melihat patahan besar itu tetapi belum sempat memeriksanya."


"Yuan mengerti, kalau begitu Yuan pamit, terima kasih atas arahan guru."


Yuan sedikit terpukau dengan master Feiyin, lelaki tua itu rupanya memiliki pikiran terbuka dan jauh dari pikiran buruk. Yuan masih ingat guru besarnya saja sempat meragukan dan mencurigai Yuan saat ia mengambil pedang itu, tetapi master Feiyin ini sama sekali tidak berpikiran seperti guru besar.


━━━━━ The Legend of Sword Lord ━━━━━


Suka dengan cerita ini?


Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!


Terimakasih and love you full.


With love,


Khalisa🌹

__ADS_1


__ADS_2