
"Lapor Tuan, Jili terpenggal kepalanya di depan sumur."
"Apa kau bilang?" pertanyaan itu untuk memastikan apakah dia salah dengar atau tidak.
"Saat aku keluar tadi menemukan Jili sudah terpenggal," ucapnya kembali.
Aura kemarahan menguar dari dewa iblis, Jili atau orang berjubah yang ia tugaskan untuk mengambil energi kehidupan kini telah tewas. Jili adalah salah satu bawahannya yang cukup hebat dan cerdas dalam menyembunyikan markas mereka selama ini. Tentu saja dewa iblis tidak dapat menerima kematian Jili begitu saja.
"Siapa yang berani membunuh bawahanku?!" suara itu mengalun dengan sentakan yang penuh kengerian.
"Pastinya bukan orang biasa yang dapat mengalahkan Jili dengan mudah, takutnya orang itu juga sudah mencurigai markas kita."
"Cari tahu siapa dia, jika sudah ketemu langsung bunuh saja!"
"Baik Tuan."
"Carilah pengganti Jili dan juga tempat baru, tidak boleh ada yang mengetahui keberadaanku karena rencanaku untuk muncul bukanlah sekarang."
"Baik Tuan," ucapan bawahan setia.
"Lalu bagaimana dengan Qiu Yue? Apakah dia sudah akan naik tahta, dan memberikanku banyak darah manis lagi?"
Setiap bulan Qiu Yue akan mengirimkan tumbal untuk dewa iblis, tumbal itu berasal dari budak dan rakyat yang katanya akan ia jadikan pelayan di istana tepati malah ia bawa ke dewa iblis untuk diminum darahnya ada juga sebagian yang diambil energi ke hidupannya seperti warga desa.
__ADS_1
"Mungkin tidak lama lagi akan naik tahta, hanya menunggu hitungan hari."
"Baguslah, pergilah!"
"Baik Tuan."
***
Hanfu berwarna hitam kini sudah terpasang di tubuh Bai An, hanfu khas kekaisaran itu membuat Bai An nampak gagah. Sebenarnya itu adalah pakaian yang memang seharusnya ia kenakan, menjadi bagian dari kekaisaran bahkan mewarisinya, Bai An memiliki hak atas itu.
Helaan nafas berat keluar, begitu matanya menangkap bangunan luas yang merupakan aula pertemuan. Aula itu adalah tempat jajaran pejabat istana menghadap kaisar untuk melaporkan masalah atau sekedar pertemuan rutin saja. Setiap hal apapun yang terjadi, harus dilaporkan pada kaisar begitu cara kerja kekaisaran.
Di depan aula pertemuan itu ada sekelompok prajurit tingkat tinggi yang menjaga, hal itu menandakan jika sedang ada pertemuan di dalam aula itu. Langkah Bai An dicegat begitu ia sudah mendekati pintu masuk aula pertemuan. Bai An menunjukan tanda pengenal miliknya, membuat prajurit itu langsung memberikan hormat pada Bai An.
Bai An membuka pintu besar itu dengan mudahnya, membuat orang-orang di dalam yang tengah mengadakan pertemuan terkejut. Sebagian dari mereka yang merupakan orang baru dan tidak tahu siapa Bai An tentu menatap lelaki itu dengan tatapan bertanya-tanya, sedangkan yang sudah mengenal siapa Bai An mengeluarkan tatapan terkejut mereka.
Bai An berjalan dengan percaya dirinya melewati barisan para pejabat istana dan para menteri yang tengah berbaris rapi. Qiu Yue mengepalkan tangannya begitu melihat orang yang sangat dibencinya itu hari ini datang.
"Apa kabar kakak kelima? Tidakkah kau merindukanku?" ucapan itu ia ucapkan sembari berjalan, mengema di aula dan menyebabkan bisikan dari para pejabat istana.
Kini Bai An sudah sampai di tangga yang menuju ke kursi kekaisaran, ia menaiki tangga itu dan kini sudah berdiri di samping Qiu Yue.
"Aku sangat merindukan suasana kekaisaran, aku sepertinya sekarang memutuskan untuk tinggal disini lagi, bagaimana menurutmu kasim Li?" Bai An kini meluruskan tatapannya pada kasim Li.
__ADS_1
Kasim Li ini adalah orang milik Qiu Yue, tadinya ia adalah seorang kasim pribadi yang melayani Qiu Yue. Tetapi setelah kaisar sakit, Qiu Yue menjadikan kasim Li sebagai kasim kekaisaran dan membuat fitnah untuk kasim sebelumnya agar bisa disingkirkan. Peran kasim itu penting sekali, yaitu sebagai tangan kanan kaisar dan hanya akan setia pada kaisar bukan yang lain.
"Tentu saja Pangeran, kami semua senang sekali melihat Pangeran ke-19 kini sudah kembali lagi." meskipun hatinya kesal tetapi kasim Li menutupinya senyum semanis mungkin, dia harus berpura-pura juga di depan seluruh pejabat istana.
"Kakak kelima juga senang bukan, saudaramu ini sekarang kembali?" tanya Bai An disertai seringaian.
Qiu Yue mengangguk, rasa kesal dihatinya itu ia singkirkan dahulu karena ia juga tidak ingin para pejabat istana tahu akan itu, "Selamat datang, Adikku. Aku senang kau kembali."
"Beri hormat pada pangeran ke sembilan belas." ucapan kasim Li itu membuat semua orang menundukan badan sebagai tanda hormat.
"Hormat Pangeran ke-19, selamat datang kembali ke kekeaisaran." ucap para pejabat dengan serempak.
Bai An tersenyum melihat itu, dia mendekatkan bibirnya pada telinga Qiu Yue, seraya berucap pelan. "Aku akan mengambil kembali apa yang menjadi hak ku, kau hanya bisa merebutnya sebentar saja kakakku tersayang."
...━━ The Legend of Sword Lord ━━...
Suka dengan cerita ini?
Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!
Terimakasih and love you full.
With love,
__ADS_1
Khalisa🌹