Legenda Pedang Penguasa

Legenda Pedang Penguasa
54. Pertemuan dengan Kakak.


__ADS_3

"Aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu disini."


Qiu Yue mengedarkan pandangannya mencari sumber suara, ternyata yang tengah berbicara adalah orang yang tengah duduk santai di atas pohon.


"Bai An? Kukira kau sudah mati!"


Bai An tersenyum miring, ia segera turun dari pohon itu sehingga sekarang berdiri berhadapan dengan Qiu Yue.


"Bukankah aneh jika seorang putra mahkota justru berjalan-jalan sampai ke tempat ini? Bukankah tempat ini sedikit jauh dari kekaisaran."


Saat ini mereka tengah berada di perbatasan gunung Tianji.


"Apakah itu menjadi urusanmu?"


"Tentu saja, kau melintasi tempat ini dengan energi buruk, itu sangat mengangguku."


Qiu Yue di tempatnya terlihat marah, sedari dahulu Bai An memang sering sekali melawannya dan berani terhadapnya tetapi sekarang rupanya malah lebih berani.


Saat mereka dewasa ini Qiu Yue bisa menggertak semua saudaranya yang lain, tetapi Qiu Yue tidak pernah bisa menggertak Bai An.


"Seharusnya kau bisa sedikit lebih sopan, sekarang aku adalah putra mahkota kekaisaran Han!"


Bai An tekekeh, ''Sekarang aku adalah Bai An orang yang bebas, di depan mataku tidak ada yang namanya status dan kedudukan. Jadi aku tidak akan perlu merendahkan diri untuk memberi hormat kepadamu!"


"Kau!"


Bai An menepuk pelan pundak Qiu Yue.


"Kalau begitu aku pamit dulu, sampai bertemu di lain waktu."


Setelah mengucapkan kalimat itu kini Bai An melangkahkan kakinya pergi.


"Baiklah Bai An sekarang kau muncul untuk menyerahkan nyawamu, lihat saja kau akan bertahan sampai berapa hari." ucapnya dengan seringaian.

__ADS_1


Qiu Yue tidak suka ada orang berani dengan dirinya, ia menginginkan semua orang tunduk padanya. Qiu Yue tidak segan untuk membunuh, bahkan ayahnya sendiri pun ia bunuh demi sebuah tahta.


***


'Yuan aku menemukan sebuah desa aneh di barat kaki gunung Tianji.'


Begitulah isi surat dari Bai An, kemarin Bai An mengatakan akan pergi ke gunung Tianji untuk mendapatkan sesuatu.


Satu tahun terkahir ini Bai An sudah banyak perubahan, yang tadinya tidak peduli apapun bahkan dengan hidupnya kini sudah mulai berubah. Bai An memakan rumput Beizhou yang menyembuhkan meridiannya dan mulai berlatih kultivasi.


"Aku harus pergi," ucapnya pada Xiyi dan Luo Li yang tengah makan bersamanya.


"Mau pergi kemana?" Tanya Xiyi.


"Pergi ke gunung Tianji, Bai An menemukan sesuatu."


"Aku ikut!" unjuk Xiyi, dirinya juga sedang tidak ingin berlatih untuk hari ini.


"Aku juga ikut," ucap Luo Li.


"Lou Li sebaiknya kau tinggal saja, nanti kalau master bertanya kau bisa menjawabnya."


Lou Li mengangguk pasrah, sebenarnya gadis itu ingin sekali untuk ikut. "Baiklah, kalian berdua hati-hati."


Yuan dan Xiyi mengangguk, selanjutnya mereka segera pergi meninggalkan kediaman.


Tidak begitu lama mereka sudah sampai di bagian barat kaki gunung Tianji, mereka menemukan Bai An sudah menunggu disana.


"Marilah!"


Bai An membawa mereka melewati jalan setapak, selanjutnya nampaklah rumah-rumah yang terlihat rapuh dan tidak terawat. Ada sekitar 30 rumah disana, tetapi kondisinya seperti rumah tidak terawat.


"Desa ini berada terpisah dari pemukiman penduduk, dahulu sekali aku pernah mampir kesini tetapi aku masih ingat jika desa ini ramai dan terawat." ucap Xiyi.

__ADS_1


"Tidak hanya sampai situ keanehannya, mari ku tunjukan sesuatu!" tambah Bai An.


Mereka berjalan ke arah seorang nenek tua yang tengah menyapu jalan, tetapi anehnya pandangannya kosong dan ia menggerakan sapunya di tempat yang sama berulang kali.


"Permisi."


Nenek itu masih dengan pandangan kosong.


"Permisi!"


Barulah setelah kalinat kedua itu sang nenek mengalihkan pandangannya, tetapi sesaat kemudian hanya tatapan ketakutan yang ia tampakkan. Ketakutan sampai tangannya bergetar.


"Pergi! Pergi dari tempat inu! Pergi!"


Setelah mengusir mereka nenek itu berlari tunggang langgang meninggalkan mereka masih dengan meneriakan kata 'Pergi'.


"Tidak hanya nenek itu, tetapi tadi aku menemukan seorang warga desa juga seperti itu." ucap Bai An.


"Tapi mengapa desa ini sangat sepi?"


"Itu yang menjadi pertanyaanku juga."


━━━━━ The Legend of Sword Lord ━━━━━


Suka dengan cerita ini?


Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!


Terimakasih and love you full.


With love,


Khalisa🌹

__ADS_1


__ADS_2