Legenda Pedang Penguasa

Legenda Pedang Penguasa
49. Putra Mahkota Kekaisaran Han.


__ADS_3

Hamparan padang bunga persik nampak begitu indah, bunga-bunga itu tengah terkembang, beberapa dari kelopaknya jatuh berguguran hingga menutupi tanah. Ada juga beberapa yang mulai berbuah, buahnya terlihat besar dan begitu menggoda untuk dimakan.


Di wilayah paling timur benua Jianlin terdapat hamparan padang persik sepajang wilayah. Tempat ini adalah tempat yang paling jauh baik dari kota maupun desa. Tempat ini berada di wilayah paling timu dan jika diperhatikan lagi seperti sebuah tempat yang terpisah dari daratan Jianling.


Ada satu gunung dan beberapa bukit kecil, dan ajaibnya semuanya ditumbuhi oleh pohon persik. Mungkin jika buahnya sedang panen akan menghasilkan satu gunung buah, maka dari itu jika musim panen tiba, tidak jarang orang rela melakukan perjalanan jauh untuk sampai di tempat ini dan mengambil buah persik. Seberapa banyak buah yang mereka ambil, buah disini tetap tidak akan habis karena saking banyaknya.


"Indah sekali."


Yuan menghentikan langkahnya, didapatinya satu buah persik yang warnanya sudah kemerahan tanda jika ia sudah matang. Memang hanya baru beberapa buah yang terlihat itupun masih kecil-kecil karena musim panen masih lama.


Dipetikanya buah persik itu dan langsung ia gigit, guyuran air manis dan buah yang padat tetapi tidak keras itu menari di lidahnya. Benar-benar perpaduan yang sempurna.


"Emm, ini enak pantas saja buah persik dari tempat ini biasanya sampai di jual ke luar benua."


"Yuan!"


Panggilan itu mengalihkan perhatian Yuan, mencari ke sekelilingnya untuk menemukan siapa pemilik suara. Kedua alisnya bertaut begitu melihat siapa yang datang.


"Bai An, sedang apa kau disini?"


Yuan memang mengatakan pada Bai An jika dirinya akan menemui master Gao di padang persik ini tetapi tidak menyangka jika Bai An akan mengikutinya sampai sejauh ini.


"Jangan-jangan kau menyukaiku hingga mengikutiku kesini." kalimat itu disambung tawa oleh Yuan.


Namun, hal itu dihadiahi sebuah tinjuan di lengannya.


"Kau gila! Aku masih normal!"


"Lalu untuk apa kau kesini?"


Sebenarnya Bai An meninggalkan perguruan semenjak kemarin Mei Li menemuinya, ia rasa Mei Li harus jauh darinya. Mei Li pantas mendapatkan seseorang yang dapat membahagiakannya.

__ADS_1


"Tidak tau juga mau apa aku kesini."


"Ah aku tahu kau pasti menghindari gadis itu bukan? Bai An kulihat gadis itu begitu mengharapkanmu, seharusnya kau tidak menghindarinya seperti ini."


"Memang apa yang bisa kuberikan untuknya? Dia adalah seorang nona dari kediaman bangsawan yang sangat dimanja, lalu dia harus hidup susah denganku? Aku hanyalah seorang pecundang yang tidak punya tujuan hidup, tidak pantas untuknya."


Yuan menghela nafasnya, "Baiklah, apapun keputusanmu terserah padamu."


Bai An mengangguk.


"Lalu dimana rumah master Guo? Tempat ini begitu luas, bukankah sulit menemukannya."


"Dia mengatakan berada di samping sungai, aku mendengar aliran air yang artinya tidak jauh dari sini pasti ada sungai."


***


Senyuman puas terukir di bibir Qiu Yue, seperti apa yang dikatakan oleh dewa iblis, ayahnya akan memberikannya gelar putra mahkota hanya berselang tiga hari setelah ia pergi menemui dewa iblis. Dewa iblis memberinya sebuah kotak yang entah apa isinya, ia hanya perlu membawa pulang itu tanpa harus melakukan apapun.


Barulah sekarang ia tenang karena akhirnya hari ini ia akan mendapatkan gelar itu.


"Pelayan aku sudah selesai!"


Teriakan itu membuat pelayan yang berada dibalik kelambu masuk, dua pelayan wanita itu membawa pakaian milik Qiu Yue.


Qiu Yue bangkit dari kolam air panasnya, hanya berbalut sebuah kain putih yang menutupi sebatas ***********.


Seorang pelayan wanita melepaskan kain yang membalut bagian bawah Qiu Yue, hingga membuat lelaki itu sekarang benar-benar telanjang bulat. Sedangkan pelayan satu lagi mengeringkan tubuh Qiu Yue yang basah dengan kain.


Setelah tubuhnya kering, Qiu Yue merentangkan kedua tanganya. Ia membiarkan kedua pelayan itu memakaikan hanfu dengan rapi.


Hari ini hanfu yang dia pakai adalah hanfu khusus putra mahkota, pakaian yang baru pertama kali ia pakai.

__ADS_1


Setelah acara berpakaiannya selesai kini saatnya ia akan pergi ke aula utama untuk menerima gelar.


Begitu keluar dari kediamannya sudah ada para pengawal yang akan mengawalnya menuju aula utama.


"Mari Pengeran, semua sudah menunggu." ucap pengawal pribadinya.


Dengan seulas senyuman angkuh Qiu Yue melangkahkan kakinya.


Sesampainya di aula utama ternyata sudah banyak orang yang berkumpul, 100 pejabat istana berbaris rapi. Mereka semua berbeda-beda, ada yang mendukung Qiu Yue ada juga yang tidak mendukungnya.


"Hari ini aku menurunkan sebuah titah untuk mengangat putraku, Han Qiu Yue untuk menjadi putra mahkota kekaisaran Han."


Raja menyetempel titah itu dengan stempel harimau miliknya. Lalu ia meminta kasim untuk memberikan titah itu pada Qiu Yue.


Qiu Yue bersimpuh dengan kedua lututnya.


"Qiu Yue menerima titah ayahanda, Qiu Yue berjanji akan memakmurkan kekaisaran Han dan tidak akan mengecewakan ayahanda." ucap Qiu Yue sembari menerima surat titah itu.


"Selamat pada Putra Mahkota, semoga Putra Mahkota membawa kemakmuran untuk kekaisaran." ucapan itu serempak di ucapkan oleh para pejabat istana yang hadir.


Mereka juga memberi hormat pada putra mahkota baru mereka dengan cara membungkukkan badan sebentar.


━━━━━ The Legend of Sword Lord ━━━━━


Suka dengan cerita ini?


Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!


Terimakasih and love you full.


With love,

__ADS_1


Khalisa🌹


__ADS_2