Legenda Pedang Penguasa

Legenda Pedang Penguasa
62. Hairpin Giok.


__ADS_3

Jari-jari lentik itu dengan lihai mengayun di antara senar guqin, menyebabkan nada-nada indah itu mengelora. Nada itu tidak hanya indah di dengar, tetapi begitu menyatu dengan alam sekitar, seperti dedaunan yang ikut melambai bersamaan dengan auran nada indah.


Angin meniup rambutnya yang terurai panjang, sebuah hairpin dengan ujung replika bunga tersemat untuk menggelung sebagian kecil rambutnya di bagian atas. Hanfu sewarna bunga persik itu terlihat selaras dengan wajah ayu dan kulit seputih giok.


"Aku kira seorang dewi tengah memainkan lagu, ini begitu menenangkan."


Ucapan itu menghentikannya, matanya berpendar untuk mencari sumber suara. Begitu mendapatkannya, senyuman di bibir sudah tidak bisa dibendung lagi.


"Yuan!"


Kedua tangannya melingkar di pinggang Yuan, menyembunyikan wajahnya di dada bidang itu itu. Sekarang seulas senyum dari keduanya terlihat begitu hangat. Satu tahun lamanya mereka terpisah, tentu saja rindu itu sudah merasuk hingga tulang.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Yuan, ia menatap wajah yang selama ini ia rindukan itu.


"Aku baik, apalagi setelah melihatmu disini, sekarang menjadi sangat-sangat baik."


"Baguslah, aku senang melihatmu baik."


"Kau mau menemui guru besar?"


Yuan menggeleng, ia tidak memiliki waktu sesenggang itu untuk pergi menemui guru besar. Yuan menyempatkan waktunya untuk menemui Yihua sebentar, hitung-hitung melepaskan rindu.


"Aku tidak memiliki banyak waktu dan harus segera kembali."

__ADS_1


"Mengapa sangat buru-buru, kau sudah lama tidak ke perguruan dan akan secepat itu pergi?" nampak sekali raut kekecewaan di wajah Yihua.


Awalnya ia sudah sangat senang Yuan datang, ia kira Yuan akan menginap di perguruan. Tetapi ternyata Yuan tidak memiliki wakti itu.


"Aku saat ini sedang menyelesaikan masalah, dan datang kesini untuk mengambil sesuatu. Aku sangat terburu, tetapi karena merindukanmu jadinya aku menemuimu terlebih dahulu."


Yihua akhirnya mengangguk mengerti, "Bukankah kau disana sedang berlatih? Lalu mengapa sekarang bisa ada masalah?"


"Itu sebuah masalah penting, setelah masalah itu selesai. Aku berjanji akan datang kesini dan menemuimu dan menceritakan semuanya."


"Baiklah aku akan menunggumu, semoga itu cepat terselesaikan."


Yuan tersenyum cerah, tetapi ia mengingat sesuatu. Yuan mengeluarkan sebuah hairpin dari balik hanfunya, itu adalah hairpin giok dengan ujungnya ada ukiran cantik. Meski ukiran itu jika dilihat sekilas nampak cantik tetapi jika dilihat secara detail, nampak banyak kesalahan dan tidak rapi.


"Ini untukmu," ucap Yuan sembari menyerahkan hairpin itu pada Yihua.


"Ah maaf soal itu, aku tidak terlalu pandai membuat benda seperti itu."


Yihua terlihat sedikit terkejut mengetahui Yuan yang membuatnya, pasalnya ukiran ini rumit dan memangnya lelaki itu memiliki waktu luang untuk membuatkannya benda seperti ini.


"Kau yang membuat ini sendiri?"


"Ya, sudah cukup lama sebenarnya tetapi aku kan belum sempat menemuimu."

__ADS_1


Sepanjang hari memang Yuan habiskan untuk melatih kultivasinya, ia harus naik banyak tingkat dalam waktu singkat agar bisa secepatnya melakukan perjalanan untuk membunuh para dewa iblis. Tetapi setiap malam saat akan beranjak tidur, Yuan membuat hairpin itu, tidak langsung jadi tetapi ia membuatnya sedikit demi sedikit dengan memanfaatkan waktu luangnya yang memang tidak banyak.


"Aku sangat menyukainya, aku pasti akan memakai ini setiap hari dan menunjukkan pada dunia jika ini adalah buatanmu."


"Baiklah, biarkan aku memasangkan."


Yihua menurut, ia membiarkan tangan Yuan bermain di atas rambutnya untuk memasangkan hairpin itu. Yihua tidak perlu berjongkok atau merendahkan dirinya karena tingginya hanya sampai di dagu Yuan, jadinya lelaki itu dengan mudah memasangkan hairpin.


Senyuman terkembang begitu Yuan sudah selesai memasangkannya. Yihua nampak begitu cantik, bukan kecantikan yang bosan di pandang tetapi kencantikannya bisa membuatnya lupa dunia sesaat.


"Terima kasih, Yuan."


"Aku tidak memiliki waktu lagi, aku akan kembali sekarang. Jaga dirimu baik-baik selama aku tidak ada disini."


"Tentu saja, kau juga harus menjaga dirimu."


━━━━━ The Legend of Sword Lord ━━━━━


Suka dengan cerita ini?


Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!


Terimakasih and love you full.

__ADS_1


With love,


Khalisa🌹


__ADS_2