
"Yuan! Akhirnya kau kembali juga ke perguruan, tidakkah kau tahu jika kau menjadi pembicaraan di seluruh perguruan, bahkan sampai hari ini saja kau masih dibicarakan."
Yuan baru saja memasuki kamarnya, dan sudah disambut oleh ocehan Xingsheng.
"Kau terlalu berlebihan Xingsheng."
"Aku tidak berbohong, kau juga harus tahu bagaimana kesalnya si sombong Gu Fan Yi saat mengetahui kehebatanmu yang telah menyelamatkan benua Jianling. Kurasa sekarang ia sudah terbakar api kekesalan."
Yuan hanya terkekeh mendengarnya, ia mendudukan dirinya di samping Xingsheng. Sebenarnya tujuannya datang ke perguruan hanya untuk mengambil beberapa barang miliknya yang masih tertinggal disini. Sekalian berpamitan juga pada guru besar.
Setelah ini Yuan akan semakin melatih kultivasinya dan ia rasa bukan disini tempatnya, dirinya akan pergi menemui para master lainnya.
"Ah iya, Yihua selalu mencarimu aku hingga lelah setiap hari ditanya tentang keadaanmu oleh Yihua."
"Kau tidak berbohong? Yihua benar-benar menanyakan kabarku?"
Xingsheng mengangguk, untuk apa dirinya berbohong karena memang itu yang terjadi.
"Benar sekali, untuk apa aku berbohong."
"Tapi Yihua mengatakan menyukai seseorang yang—" Yuan mengantungkan kalimatnya.
Dia kembali mengingat, kalimat yang Yihua katakan kemarin. Selanjutnya senyuman merekah di bibirnya, ia baru menyadari jika orang yang Yihua maksud adalah dirinya.
Yuan meruntuki dirinya, betapa bodoh dirinya tidak menyadari itu kemarin. Seharusnya ia langsung mengerti jika dirinya turut merebut perhatian Yihua.
"Aku sangat lega."
Xingsheng menyatukan kedua alisnya, merasa sangat aneh atas apa yang terjadi dengan sahabatnya. Bagaimana tidak, Yuan tersenyum sendiri seperti orang yang memiliki gangguan jiwa.
"Yuan kau kenapa?"
"Tidak ada." meski itu yang terucap tetapi senyuman di bibir Yuan tidak dapat menyembunyikan apapun.
***
__ADS_1
"Kemarin kau benar-benar pergi ke gunung Tianji bersama dengan putra dari nyonya Yu Xi?"
Yihua mengangguk, sembari dirinya masih fokus untuk mengatur pernafasan. Saat ini dirinya dan Ming Xiu tengah berlatih pernafasan dalam.
"Lalu kalian menemukan apa?"
Yihua membuka matanya, Ming Xiu ini tipe teman penggosip yang dimanapun ia berada selalu ingin bergosip. Tidak lihatlah jika mereka berada di tempat latian masih saja memiliki waktu untuk mengajak Yihua menggosip.
"Yihua jawablah!"
Yihua memutar bola mata malas, akhirnya latihannya gagal lagi.
"Kami tidak menemukan apapun, tetapi gunung Tianji itu dipenuhi dengan banyak sekali keindahan."
"Oh begitu, lalu bagaimana wajah dari putra nyonya Yu Xi."
Yihua tidak menjawab, ia masih ragu untuk mengatakannya jika lelaki itu adalah Yuan. Rasanya tidak ingin saja.
"Tampan."
"Mungkin aku menyukainya."
Perhatian mereka teralihkan pada seseorang yang baru saja melintas di depan mereka, bisik-bisikan juga menyetai.
Gadis itu sangat cantik, hingga membuat bisikan penuh iri dengki dari gadis lainnya. Tetapi meski begitu ada juga yang memuji kecantikannya.
"Dia siapa Ming Xiu?" tanya Yihua pada Ming Xiu.
Yihua yakin Ming Xiu si tukang gosip ini pasti tahu tentang gadis yang kelihatannya masih baru itu.
"Dia adalah Yang Mei Li dewi kecantikan kekaisaran Han, baru datang kemarin untuk belajar kultivasi.".
Yihua semakin memperhatikan gadis itu, tentu rumor tentang dewi kecantikan ini juga sedari dahulu sudah terdengar di telingannya.
"Memang seperti apa yang dirumorkan, Mei Li itu begitu anggun dan menawan. Lihatlah Ming Xiu senyumannya juga sangat manis, aku yakin siapapun lelaki itu jika melihatnya akan jatuh cinta." puji Yihua.
__ADS_1
Tetapi mendengar pujian itu Ming Xiu justru mencebik, "Hais untuk apa cantik jika tingkat kultivasinya sangat rendah. Bahkan gadis itu berada di tingkat 4 tahap satu, benar-benar sangat payah!"
"Ming Xiu, kau tidak boleh mengejeknya seperti itu! Lagi pula memang kecantikannya yang sering dibicarakan."
"Yihua kurasa dia tidak secantik itu, coba saja kau menggenakan hiasan rambut yang banyak sepertinya dan juga pemerah pipi dan bibir. Kau akan nampak lebih cantik darinya ... dia itu berasal dari keluarga terkenal saja makanya rumor kecantikannya cepat menyebar."
"Mengapa kau jadi membandingkannya denganku?"
"Yihua aku tidak berbohong, selama ini kita yang belajar di perguruan tidak begitu memikirkan penampilan. Coba saja kau berdandan, kau akan mengalahkan kecantikan Mei Li, Yihua!"
"Terserah kau! Tapi menurutku Mei Li memanglah secantik itu. "
Ming Xiu mendengus, "Tapi lihatlah dia pergi ke melewati tempat latihan lelaki, bukankah itu sangat murahan. Sepertinya dia akan menemui seseorang."
"Mungkin saja. Tapi—" bagaimana jika Yuan tertarik pada Mei Li yang cantik itu, lanjut Yihua dalam hati.
"Tapi apa Yihua?" tanya Ming Xiu penasaran.
"Aku ada urusan."
Yihua bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya pergi.
"Hei Yihua! Kau mau kemana?"
Bahkan kalimat itu sama sekali tidak dipedulikan oleh Yihua, ia tetap melangkahkan kakinya menjauhi tempat latian. Ia bahkan sudah lupa jika ingin berlatih pernafasan.
━━━━━ The Legend of Sword Lord ━━━━━
Suka dengan cerita ini?
Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!
Terimakasih and love you full.
With love,
__ADS_1
Khalisa🌹