
"Apakah ini arak dewa yang berusia seratus tahun...." ucapan itu disertai binar mata yang tertuju pada arak di dalam guci. "Mengapa Kakak ke-5 tidak mengajakku bersenang-senang dengan arak ini?"
Qiu Yue mendengus, tadinya untuk menghilangkan kekesalannya ia meminum arak sembari menyuruh sekelompok penari untuk menghiburnya dengan menari. Qiu Yue sangat suka dengan para penari, sering sekali mengundang mereka untuk memanjakkan matanya. Kedatangan Bai An di hadapannya kali ini cukup membuat suasana hatinya semakin buruk, seorang penganggu yang sangat menganggu.
Tangan Bai An terulur untuk mengambil gelas arak dan menuangkannya, tanpa pikir panjang lagi Bai An langsung meminumnya, membuat ekspresi wajah puas setelah meminumnya karena rasa arak itu memang luas biasa. Setelah meletakan gelas itu, Bai An kini duduk di samping Qiu Yue, ikut menyaksikan tarian oleh sepuluh orang wanita cantik di depannya.
"Kau datang untuk menganggu kesenanganku?" pertanyaan sinis itu berasal dari Qiu Yue, saat ini tidak ada orang lain, jadinya ia tidak perlu memperlihatkan kebaikan palsunya.
Bai An berpura-pura menampilkan raut kecewanya, "Bagaimana bisa kakak ke-5 mengatakan hal itu padaku? Tentu saja aku datang untuk menemani kakak tersayangku minum arak."
"Bukankah hubungan kita tidak pernah baik? Tidak perlu basa-basi Bai An, katakan apa maumu?"
Qiu Yue tentu tahu tujuan kembalinya Bai An ke kekaisaran adalah untuk merebut tahta, bahkan Bai An sudah mengatakan itu sejak pertama kali tiba disini.
"Untuk hari ini aku datang secara tulus untuk meminum arak bersama, tidak ada niat lain."
"Tetapi seharusnya kau sadar jika tidak bisa merebut apapun dariku! Kaisar telah menyerahkan posisi penerus ini padaku, kau sudah tidak memiliki kesempatan apapun lagi!"
__ADS_1
"Kita lihat saja nanti, kakak kelima juga tahu jika adikmu ini bukanlah orang yang bodoh, kita lihat saja nanti siapa yang akan menang."
Qiu Yue menghela nafas kasar, satu-satunya saudara yang berani melawannya hanyalah Bai An, sedangkan semua saudara yang lain hanya akan menunduk dan memberi hormat. Dengan status Bai An yang menjadi putra dari seorang ratu membuatnya sedikit waspada.
"Kau sebaiknya hentikan niatmu, aku Qiu Yue tidak segan untuk membunuh siapapun yang menghalangi jalanku!"
"Termasuk membunuh ayah bukan?"
Qiu Yue terkejut, selama ini tidak ada yang sadar jika ia yang menyebabkan kaisar seperti ini. Aura hitam di kamar kaisar sudah ia samarkan, hanya orang yang memiliki kultivasi tinggi saja dapat mengetahui tentang kekuatan jahat itu.
"Jaga omong kosongmu, ayah sakit sudah sejak lama, kau tidak perlu merusak reputasiku?"
"Jangan kurang ajar, Bai An!"
"Bagaimana bisa mengatakan sebuah kebenaran, disebut sebagai kurang ajar?"
Kedua tangan Qiu Yue mengepal, terbiasa dengan tidak ada orang yang berani padanya dan begitu ada ia sangatlah kesal.
__ADS_1
"Sudahlah tidak perlu menyangkalnya, aku tahu hal itu kakakku tersayang. Tapi tenang saja, kau aman karena aku tidak memiliki cukup bukti untuk melaporkannya."
"Siapa yang berdiri di belakangmu? Mengapa kau tahu begitu banyak? Tetapi orang yang tahu begitu banyak tentu harus dimusnahkan secepat mungkin!"
"Woah aku sangat takut dengan acaman kakak kelima," ucapan itu disertai kekehan.
Selanjutnya Bai An melangkahkan kakinya dari tempat itu, tujuannya adalah memang untuk memancing Qiu Yue. Lelaki itu mudah sekali marah dan dengan wataknya ini, sekarang pasti ia akan pergi menemui dewa iblis dan meminta bantuan dari dewa iblis untuk membunuh Bai An.
━━━━━ The Legend of Sword Lord ━━━━━
Suka dengan cerita ini?
Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!
Terimakasih and love you full.
With love,
__ADS_1
Khalisa🌹