
"Hai!"
Mei Li terlihat terkejut dengan kedatangan seorang gadis yang tiba-tiba saja berjalan menyeimbangi langkahnya.
"Ah, hai juga!"
Sebuah tangan terulur, "Perkenalkan namaku Yihua. Kau adalah murid baru disini bukan?"
"Benar, namaku Mei Li senang berkenalan denganmu Yihua." ucap Mei Li dengan penuh senyuman.
"Em, kau mau mencari siapa sehingga pergi ke arah tempat latihan lelaki?"
Yihua sangat berharap jika Mei Li tidak pergi ke tempat latihan laki-laki, ia tidak akan membiarkan Yuan melihat Mei Li. Bisa-bisa lelaki itu jatuh cinta pada Mei Li.
"Hanya mencari seseorang saja."
"Kau bisa memberitahukannya padaku, siapa tahu aku bisa membantumu mencarinya. Kau adalah murid baru dan belum paham tentang tempat latihan yang begitu luas ini."
"Ah kau benar juga. Aku mencari Han Bai An."
"Apa?! Kau mencari pangeran gila itu? Untuk apa?"
Mei Li sedikit tersinggung tentunya, sebutan pangeran gila yang Yihua katakan itu menyentil perasaannya.
"Apa maksudmu dengan kata pangeran gila?"
"Tidak, maksudku adalah pangeran ke sembilan belas itu tidak ada yang berani mendekati, dia selalu menyendiri dan sangat galak ... sedikit terkejut saja mengetahui ada seseorang yang mencarinya."
Selama ini Bai An selalu hidup tanpa teman, semua orang takut kepadanya. Selain sifatnya yang galak, mereka juga takut akan namanya dia adalah seorang pangeran dari kekaisaran Han.
Reputasinya memang tidak baik karena ia dikenal sebagai seorang pangeran nakal, tetapi justru itulah yang membuat orang-orang segan berurusan dengannya.
"Tapi aku sangat ingin bertemu dengannya."
"Kau yakin?"
Mei Li mengangguk dengan mantap, ia sudah cukup merindukan Bai An. Ingin segera melihat lelaki itu bagaimanapun caranya.
"Sangat yakin, dia berada di tempat latihan yang mana?"
"Tidak, setiap hari pangeran ke sembilan belas tidak berada di tempat latihan. Tetapi kau bisa menemukannya di belakang perguruan."
"Belakang perguruan?"
"Benar, marilah aku akan mengantarkanmu."
"Terima kasih Yihua."
***
"Gadis itu pasti kekasihmu."
Bai An menunjuk dua orang perempuan yang tengah berjalan ke arah mereka dengan dagunya. Meski masih sangat jauh dan belum terlihat wajah mereka tetapi Bai An sudah bisa memastikannya.
Yuan yang sedari tadi tengah melatih tenaga dalamnya pun berhenti, ia meringankan tubuhnya dan naikke atas pohon apel seperti yang sedari tadi Bai An lakukan.
Di atas pohon itu tentu bisa melihat sekeliling dengan jarak pandang yang jauh.
__ADS_1
"Sepertinya memang Yihua."
"Memangnya ada gadis lain lagi yang memiliki nyali masuk ke wilayah ini selain Yihua-mu itu! Ah lihatlah dia juga membawa temannya...." Bai An menghela nafas, "Cepatlah bawa mereka pergi, menganggu pemandangan saja!"
"Seorang wanita dicipatakn seelok bulan, bagaimana bisa kau menganggap mereka menganggu pemandangan?"
"Diamlah cepat bawa mereka pergi atau aku akan melemparinya belati."
Ucapan itu mendapatkan tatapan super tajam dari Yuan, tentu ia tidak terima jika Bai An akan melukai Yihua lagi.
"Baiklah bukan belati, aku akan melempar apel saja." lanjutnya.
Bai An memetik apel yang berada di dekatnya, pohon itu tengah berbuah sangat lebat. Buah apel yang berwarna merah dan sangat manis.
Bai An hendak melempar apel itu tetapi ia mengurungkan niatnya, tangannya mengantung di udara dengan ekpresi wajah yang sulit untuk di artikan.
Wajah perempuan yang dilihatnya bersama Yihua itu, dia mengenalnya.
Tidak memperdulikan lagi niat awalnya, kini Bai An sudah turun dari pohon apel dan melangkah pergi menjauhi mereka.
"Hei! Kau mau kemana?"
Bahkan teriakan Yuan itu tidak dipedulikan lagi oleh Bai An.
Yuan turun dari pohon apel, ternyata kedua gadis itu sudah sangat dekat dengannya. Yuan menghampiri mereka, memperhatikan sebentar Mei Li tetapi gadis itu tentu asing dimatanya. Rupanya pandangan Yuan pada Mei Li itu membuat Yihua merasakan kekesalan di hatinya.
"Ekhem.... " dehem Yihua.
Yuan segera mengalihkan pandangannya kembali pada Yihua, ia sebenarnya tidak bermaksud juga untuk memperhatikan Mei Li hanya penasaran saja.
"Yihua, ada apa kau kesini?"
"Tadi bersamaku, tetapi begitu melihat kalian datang dia langsung pergi."
"Pergi kemana?" pertanyaan itu datang dari Mei Li.
"Entahlah, mungkin ke danau?"
"Dimana tempatnya, aku ingin menemuinya."
Yuan menunjuk ke arah jalan setapak, "Ikuti saja jalan ini."
"Baiklah terima kasih. "
Mei Li langsung melangkahkan kakinya untuk pergi kesana, Yihua juga hendak menyusul Mei Li tetapi langsung di hentikan oleh Yuan.
"Dia yang mencari Bai An, kau seharusnya mencariku bukan ikut kesana."
"Tapi aku harus mengikutinya, jangan sampai pangeran gila itu melukai Mei Li!"
Yuan meraih lengan Yihua, "Sudah kukatakan Bai An tidak seburuk itu, dia tidak akan melukai temanmu."
"Tapi bagaimana jika dia melukainya?"
"Kau tenang saja, lagi pula ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu."
"Apa itu?"
__ADS_1
Yuan meraih pinggang Yihua, membawa gadis itu naik ke pohon apel. Yuan memetik satu apel dan memberikannya pada Yihua.
"Makanlah ini sangat manis!"
Yihua menurut, ia mengambil apel di tangan Yuan dan segera menggigitnya. Rasanya memang manis, ditambah banyaknya air yang terkandung di apel itu menambahkan kenikamatan.
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan?"
"Aku akan keluar dari perguruan untuk waktu yang lama, sepertinya nanti aku akan sangat merindukanmu."
Yihua menghentikan kunyahan apelnya, baru saja hatinya menghangat karena kehadiran Yuan. Tetapi apakah takdir begitu kejam sehingga ia harus kehilangan orang yang baru saja menghangatkan hatinya itu.
"Untuk apa? Bukankah suku iblis sudah musnah!"
"Mungkin kau belum mendengarnya, tetapi saat ini ada 7 dewa iblis yang tengah bersembunyi. Sebelum mereka bersatu untuk menahlukan dunia, aku harus membunuh mereka satu per satu."
"Mengapa harus kau?"
"Karena hanya pedang zhenxin yang bisa merusak inti dari dewa iblis, dan akulah pemilik pedang zhenxin itu."
"Itu artinya kau akan pergi mengelilingi dunia, untuk menghabisi mereka? Itu sangat berbahaya Yuan dan tugas itu sangatlah berat, kau yakin dengan itu?"
Yuan mengangguk dengan mantap, "Tentu saja, nasib seluruh dunia ada padaku, jika aku bisa mengalahkan mereka maka aku berhasil menyelamatkan dunia. Tetapi jika tidak berhasil, yang terpenting aku berusaha sebisaku."
"Aku ikut denganmu!"
"Yihua perjalanan ini tidak akan mudah, ka—"
"Aku berjanji tidak akan menjadi beban, aku juga akan berlatih keras agar menjadi seseorang yang hebat! Yuan biarkan aku ikut, setidaknya aku bisa sedikit membantumu."
"Tidak! Jika ingin membantuku, cukup berada disini dan berjanji untuk menjaga dirimu. Dengan begitu aku bisa tenang, jika kau ikut aku malah tidak akan tenang."
"Yuan aku mohon."
"Aku akan datang menemuimu kesini setelah menyelesaikan semuanya."
"Kau harus berjanji untuk kembali dengan selamat!"
Yuan mengangguk, ia menyingkirkan anak rambut Yihua yang menutupi wajah cantik gadis itu.
"Aku berjanji padamu akan kembali dengan selamat."
Grebb,
Yihua memeluk Yuan, menyembunyikan wajahnya dibalik dada bidang itu. Yuan juga balas membalas gadis itu, bahkan ia sempat mengecup Yihua sebentar.
"Seingin apapun aku tinggal, tetapi takdir ini mengharuskan aku pergi. Aku adalah satu-satunya pemegang pedang zhenxin, jadi aku harus tetap pergi untuk memastikan dunia ini tetap damai tanpa adanya dewa iblis."
"Pergilah, aku akan menunggumu kembali. Aku akan sangat bangga karena kau akan menjadi penyelamat dunia."
━━━━━ The Legend of Sword Lord ━━━━━
Suka dengan cerita ini?
Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!
Terimakasih and love you full.
__ADS_1
With love,
Khalisa🌹