Legenda Pedang Penguasa

Legenda Pedang Penguasa
59. Aku Bersedia Merebut Tahta.


__ADS_3

"Aku menemukan tempat salah satu dewa iblis." ucapan Yuan itu membuat ketiga orang di depannya memiliki ekspresi terkejut.


Xiyi bahkan sampai menganga, tadinya ia memang mencari tahu di desa itu ada apa, melihat sekumpulan warga yang berdiri tanpa bergerak. Xiyi sudah mencoba bertanya, tetapi apapun pertanyaannya tidak di jawab. Sedangkan nenek-nenek yang masih bisa berjalan, begitu ditanya justru menyuruhnya pergi dan berlagak seperti orang yang pikirannya tertanggu.


"Dimana Yuan?" tanya master Gao.


"Di desa bagian barat kaki gunung Tianji, sebuah sumur tua menjadi pintu masuk dari tempat itu. Tetapi dewa iblis sengaja menebarkan energi pekat agar siapa saja yang masuk energi spiritualnya melemah, jadi kita tidak bisa menyerang di dalam markasnya."


"Kau masih belum bisa menyerangnya, kau perlu satu tingkat lagi untuk bisa menyatukan kekuatan dengan pedang zhenxin."


Menyatukan kekuatan dengan pedang zhenxin membutuhkan keseimbangan, karena pedang itu sangat kuat maka harus memiliki tingkat kultivasi yang tinggi juga agar bisa menyatu. Jika tidak, maka akan kalah dan berakhir melukai diri sendiri.


Bahkan tidak perlu dalam hal menyatukan, jika menggunakan kekuatan dahsyat dari pedang zhenxin maka itu akan melukai diri sendiri. Contohnya saat Yuan melawan suku iblis, karena dirinya nekat menggunakan kekuatan besar pedang zhenxin sedangkan dirinya tidak bisa mengimbangi maka ia harus mengorbankan eliksir emas yang selama ini susah payah ia pelajari.


"Benar Master, tetapi sepertinya sekarang ada sesuatu yang lebih genting untuk di atasi terlebih dahulu."


"Apa itu?"


"Putra mahkota memiliki hubungan dengan dewa iblis, takutnya jika ia sengera memimpin kekaisaran maka akan terjadi hal yang tidak diinginkan."


"Kau yakin itu putra mahkota?" tanya Xiyi.


"Benar, aku dan Yuan menemukan sebuah kotak dengan energi hitam di kamar Qiu Yue." jelas Bai An.

__ADS_1


Yuan menatap ke arah Bai An, "Kau harus merebut tahta!"


Bai An tidak menjawab dan justru tenggelam ke dalam pikirannya, selama ini ia menginginkan hidup bebas dan terlepas dari apapun. Kembali ke istana kekaisaran tidak pernah terpikir sedikitpun di benaknya, tempat itu adalah segala sumber lukanya. Dimana luka menganga dihatinya di ukir disana oleh orang yang memiliki hubungan darah dengannya.


Merebut tahta artinya ia harus kembali lagi kesana dan berjuan untuk berselisih dengan Qiu Yue. Tentu setelah itu tidak ada lagi yang namanya hidup tenang, jika berhasil maka ia akan menjadi seorang kaisar dan mengurus kekaisaran dan jika gagal tentu ia hanya akan tinggal nama.


Bukannya takut mati tetapi Bai An sama sekali tidak memiliki minat untuk duduk di kursi kekaisaran, sama sekali tidak ada.


"Aku tidak bisa!"


"Untuk kedamaian kekaisaran Han, untuk saat ini hanya kau yang bisa melakukannya."


Bai An tetap menggeleng, "Bunuh saja Qie Yue, tidak perlu aku yang harus berebut tahta."


Qiu Yue sekarang adalah seorang putra mahkota, masuk ke istana untuk membunuhnya tentu tidaklah mungkin.


"Aku tidak mau memasuki istana kekaisaran, apalagi sampai berebut tahta!"


"Lihatlah rakyat kekaisaran, saat ini nasib mereka ada di tanganmu. Dengan kepemimpinan kejam dari Qiu Yue mereka akan menderita, dan selama ini Qiu Yue sudah cukup membuat peraturan aneh yang sangat meresahkan." kali ini master Gao ikut membujuk.


Selama kaisar sakit dan tidak bisa memerintah, Qiu Yue sebagai putra mahkota yang mewakilkannya. Banyak sekali perubahan dalam pemerintahannya, seperti penghapusan pembagian amal setiap hari baik. Menaikan upeti untuk tanah dan pajak.


Tidak hanya itu saja, mereka yang tidak sanggup membayar harus merelakan salah satu anggota keluarganya di bawa ke kekaisaran untuk menjadi pelayan. Tetapi bukannya dijadikan pelayan Qiu Yue mempersembahkan mereka sebagai tumbal untuk dewa iblis, tentu tanpa pengetahuan siapapun.

__ADS_1


Tetapi untuk Bai An sendiri, kembali ke tempat menyakitkan itu adalah sebuah mimpi buruk. Ia akan teringat kembali hal yang melukainya, selama ini ia sudah mati-matian berusaha melupakan semua itu tetapi jika sekarang kembali lagi kesana rasanya ia sangat enggan.


"Kau adalah seorang pewaris sah karena terlahir dari kaisar dan permaisuri, meski kau pernah keluar dari istana kekaisaran, tetapi jika kau kembali maka masih banyak orang yang akan mendukungmu."


Sedari kecil meski Bai An tidak bisa berkultivasi dengan maksimal tetapi tetap banyak orang yang mendukungnya. Seorang kaisar paling sedikit harus mencapai tingkat 10 atau tingkat kaisar, tetapi dahulu ayah Bai An takut Bai An tidak bisa naik ke tingkat itu sehingga menyiksa putranya untuk meminum banyak ramuan yang menyembuhkan meridannya.


Saat dahulu keluar dari istana kekaisaran, Bai An berada di tingkat 5, tetapi sekarang berkat latihan kerasnya ia sudah berada di tingkat 10 tahap pertama. Itu adalah kenaikan yang cukup besar, mengingat selama di perguruan Bai An tidak peduli dengan kultivasinya, barulah setelah bersama master Gao ini Bai An mulai melatih lagi kultivasinya.


"Bai An pikirkanlah tentang kedamaian rakyat."


Bai An menghela nafasnya dalam, saat ini pikirannya memang berkecamuk tetapi ada hal yang memang lebih penting, "Aku tidak bisa selamanya memikirkan luka milikku, mungkin aku memang harus maju untuk kekaisaran."


Master Gao dan Yuan menyunggingkan senyumannya, akhirnya Bai An bersedia. Sebenarnya tahta kaisar itu memang untuk Bai An, itu adalah hak miliknya.


━━━━━ The Legend of Sword Lord ━━━━━


Suka dengan cerita ini?


Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!


Terimakasih and love you full.


With love,

__ADS_1


Khalisa🌹


__ADS_2