Legenda Pedang Penguasa

Legenda Pedang Penguasa
61. Bukan Sekedar Ancaman Biasa.


__ADS_3

Prang,


Vas kaca yang memiliki nilai jual tinggi itu kini sudah berserakan karena menabrak lantai yang keras, pecah menjadi serpihan dan tidak dapat di utuhkan kembali. Urat leher menonjol dan juga wajah memerah nampak dari pelaku yang menjadikan vas itu pelampiasan emosinya.


Kasim Li yang melihat junjungannya terbakar amarah hanya bisa menundukan kepalanya, tidak berniat mengucapkan sepatah katapun karena takut salah berucap.


"Bagaimana dia bisa kembali?!"


Prang,


Satu lagi vas keramik itu kembali menjadi pecahan tak berguna.


"Aku kira dia sudah tidak memiliki nyali untuk kembali, tetapi rupanya dia sangat berani mengusik ketenanganku."


"Watak pangeran ke sembilan belas sedari dulu memang tidak bisa diatur, saya rasa pangeran ke sembilan belas tidak memiliki niat buruk. Lagi pula jika dia memang memiliki niat merebut tahta, saya rasa dia hanya akan mendapatkan sedikit dukungan."


Kalimat kasim Li itu dihadiahi oleh tatapan murka Qiu Yue, kalimat terakhir yang diucapkan oleh Bai An tadi yang membuat Qiu Yue semarah ini. Tetapi itu adalah kalimat Bai An yang dibisikkan pada Qiu Yue dan tidak di dengar oleh siapapun.


"Dia sendiri yang mengatakannya, dia akan bersaing denganku merebut tahta."


"Status putra mahkota sudah berada di tangan Anda, kemungkinan sangat kecil untuk pangeran ke sembilan belas bisa mengambilnya."


"Tetap saja dia adalah ancaman yang tidak bisa aku remehkan, aku akan meminta dewa iblis untuk juga membuatnya terbaring di ranjang seperti ayah."


Setelah mengucapkan kalimat itu Qiu Yue melangkahkan kakinya dari kediamannya, ia akan pergi menemui dewa iblis.

__ADS_1


***


"Ternyata teh di sini terasa lebih nikmat," ucap Yuan sembari menghirup aroma dari teh bunga di tangannya.


"Tidak berguna sekali, ikut datang hanya untuk minum teh." canda Bai An.


Saat Bai An berkata akan langsung masuk ke istana untuk memancing Qiu Yue, Yuan mengikutinya, padahal tadinya lelaki itu berkata akan berlatih kultivasi.


"Aku tidak sesenggang itu juga untuk datang numpang minum teh, kau itu tidak pandai merasakan energi sedangkan putra mahkota cepat atau lambat pasti akan melakukan sesuatu padamu. Aku hanya datang untuk memastikan kau selamat, kalau kau celaka bahkan sebelum memulai rencana perebutan tahta maka tidak ada lagi orang yang menghentikan putra mahkota."


Bai An menjatuhkan bokongnya pada kursi kayu, "Melihat wataknya, yang kedepannya akan dilakukan adalah membunuhku. Tetapi memancingnya seperti ini masuk ke dalam rencanaku."


"Kau harus sangat berhati-hati," ucap Yuan sembari menandaskan segelas kecil teh. "Tadi aku menyelinap ke kamar kaisar, disana dipenuhi dengan energi hitam yang telah disamarkan. Jika aku tidak salah maka sakit yang diderita oleh kaisar adalah perbuatan putra mahkota."


Tatapan Bai An berubah sendu, meskipun kaisar adalah orang yang memberikannya luka hati yang sangat dalam, tetapi bagaimanapun  dia ayahnya. Sedikit meyayangkan saja jika orang itu harua begitu menderita karena perbuatan putranya sendiri.


"Rupanya Qiu Yue benar-benar sudah dibutakan tahta, orang itu itu paling sayang dengan Qiu Yue. Tetapi rupanya sekarang putra kesayangannya itu yang akan membunuhnya."


Meski kaisar terkenal tegas pada anak-anaknya begitu juga pada Qiu Yue, tetapi tetap terlihat jika Qiu Yue begitu ia banggakan dan ia sayangi.


"Lalu apa rencanamu?"


"Jika orang tua itu mati Qiu Yue akan benar-benar naik tahta dan menjadi kaisar, jadi orang tua itu tidak boleh mati terlebih dahulu."


Yuan hanya mengangguki ucapan Bai An, ia mengambil sebuah kantung berwarna hitam.

__ADS_1


"Ini adalah wewangian yang terbuat dari bunga flamboyan suci, setelah dibakar ia bisa mengusir energi hitam."


Bai An mengangguk dan mengambil kantung itu, wewangian ini adalah barang yang cukup berharga. Flamboyan suci adalah pohon bunga flamboyan yang hanya ada satu di benua Jianling, yaitu berada di puncak gunung Tao. Memiliki energi kemurnian yang bisa memurnikan dari kekuatan jahat.


"Aku perlu meminjam kunci emas ruangan bawah tanah untuk mengambil satu obat langka untuk mengobati orang tua itu."


Kunci ruangan bawah tanah dekat danau yang menjadi tempat Yuan menemukan pedang zhenxin berada di tangan Yuan. Harta karun yaitu barang-barang langka yang sudah musnah itu akan menjadi rebutan banyak orang jika sampai ada yang mengetahuinya, jadi keputusan terbaik adalah mengunci ruangan itu agar tidak ada yang masuk.


"Biarkan aku saja yang mengambilkannya," tawar Yuan dengan senang hati.


"Memang sebaiknya kau saja yang pergi, bukankah kau juga sangat merindukan Yihua?"


"Entah bagaimana kabarnya, surat terakhirku belum dibalas olehnya."


Setelah perpisahan itu Yuan sama sekali tidak pernah bertemu dengan Yihua, selain harena jarak yang begitu jauh, Yuan juga ingin menfokuskan dirinya untuk melatih kultivasinya. Siang malam ia lakukan untuk melatih kultivasi sedangkan hal lain untuk sekarang tidak menjadi prioritasnya terlebih dahulu.


Jika memiliki waktu senggang, Yuan akan mengirimkan surat pada Yihua lalu gadis itu akan membalas surat Yuan dengan cepat.


...━━ The Legend of Sword Lord ━━...


Suka dengan cerita ini?


Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!


Terimakasih and love you full.

__ADS_1


With love,


Khalisa🌹


__ADS_2