
"Kau mau pergi kemana? Lukamu belum sembuh sepenuhnya Yuan!"
Baru saja akan meninggalkan kediaman tetapi ibunya memergokinya. Yuan sudah mengatakan pada ayahnya jika ia akan pergi ke gunung Tianji untuk memeriksa, dan ayahnya sudah memberi ijin. Rupanya Yuan lupa jika sekarang ibunya masih dirumah, jadi ia melupakan jika harus meminta ijin juga pada ibunya.
"Ibu, Yuan akan pergi ke gunung Tianji. Beberapa waktu lalu Yuan menemukan ada beberapa harimau yang turun gunung, mungkin disana terjadi sesuatu ... Jadi Yuan berencana untuk memeriksanya."
Yuxi menghela nafas, "Yuan kau belum sepenuhnya sembuh, di gunung Tianji banyak hewan spiritual yang bisa menyerangmu. Kau jangan pergi terlebih dahulu."
"Ibu aku tidaklah selemah itu, Ibu tenang saja."
"Kau tidak boleh pergi Yuan! Atau kau pergi dengan mengajak Han Di."
"Percayalah padaku Ibu, aku hanya akan pergi sebentar untuk memeriksa."
"Kau tidak boleh pergi sendiri Yuan. Harus ditemani!"
Yuan tersenyum, "Ah baiklah kalau begitu bagaimana jika Yuan ditemani seseorang dari perguruan Ibu."
"Murid dari perguruan Seribu Bulan adalah seorang wanita, tidak ada yang memiliki kultivasi yang tinggi."
Bagaimanapun juga dalam hal kultivasi wanita lebih tertinggal karena tubuh mereka yang tidak setangguh pria. Memang ada juga yang setara dengan pria tetapi itu jumlahnya juga tidaklah banyak.
"Beberapa murid berbakat yang di transfer ke Perguran Bintang Alam bukankah ada salah satu yang paling tinggi kultivasinya."
Yuan saat itu melihat jika dari perguruan Seribu Bulan hanya Yihua yang ikut mencari senjata ke lembah Chuo. Sangat jarang ada wanita yang berbakat seperti gadis itu.
"Hmm ada salah satu, namanya Yihua dia adalah murid yang berbakat dan cukup dekat dengan Ibu."
Tanpa sadar seulas senyum terkembang di bibir Yuan.
"Ah atau jangan-jangan kau mengenal Yihua?"
Yuan menggeleng, ia lebih baik pura-pura tidak mengenal saja. Peraturan di perguran Bintang Alam adalah tidak boleh membiarkan murid wanita dan laki-laki memiliki kedekatan khusus dan Yuan tentu tidak mau jika ibunya tahu ia tertarik dengan Yihua.
"Tidak Ibu, tetapi mungkin gadis itu bisa menemaniku sekaligus melihat apakah dia benar-benar berbakat atau tidak."
"Ya mungkin Yihua bisa di andalkan untuk pergi kesana bersamamu."
__ADS_1
***
"Xingsheng!"
Xingsheng yang tengah berjalan menuju tempat latihan menghentikan langkahnya, terlihat Yihua dari kejauhan mendekat ke arahnya.
"Kenapa kau memanggilku? Kau menyukaiku?" Xingsheng menaik-turunkan kedua alisnya begitu percaya diri.
Yihua memutar bola matanya malas.
"Apakah Yuan belum kembali ke perguruan?"
"Yuan terluka parah, mungkin dia masih belum pulih."
"Apakah benar-benar parah?"
"Aku mendengar paru-parunya terkena pedang, itu luka yang cukup serius." jawab Xingsheng.
"Tapi Yuan memiliki eliksir emas, dia bisa menyembuhkan diri dalam beberapa hari saja."
Yihua menunduk, entah mengapa ia ikut merasakan kesedihan. Bagaimanapun melatih eliksir itu tidaklah mudah terlebih eliksir emas.
"Melatih eliksir emas itu sangatlah rumit, bagaimana bisa Yuan mengorbankan eliksirnya?"
"Yuan memang seperti itu, selama ini aku sudah sangat mengenalnya, dia sering sekali membantuku mempelajari jurus baru. Dia bukanlah orang yang sombong, kita semua sebelumnya bahkan tidak tahu tingkat kultivasi Yuan berada di tingkat berapa, ternyata dia berada di tingkat sembilan ... Para master dan kultivator hebat biasanya baru akan sampai tingkat 9 dengan usia 40 tahun, tapi lihatlah baru berapa usianya."
Yihua terdiam, awalnya ia menilai Yuan sebagai pria mesum. Bagaimana tidak, mereka pertama kali bertemu di tempat latihan putri, sedangkan tempat itu khusus untuk wanita tetapi Yuan malah berada disana. Tentu saja pandangan pertama yang Yihua tangkap adalah Yuan seseorang yang nakal.
Lalu saat perjalanan di lembah Chuo, Yuan lebih sering menatapnya dan itu cukup membuatnya risih.
Namun, semakin lama mengenal Yuan, Yihua sadar jika Yuan adalah seseorang yang tulus. Lelaki itu juga ternyata tidak pernah memiliki niat kotor di dalam pikirannya. Terlebih hatinya tergerak saat kemarin Bai An mengatakan Yuan menghajar Bai An karena sudah melukai Yihua. Hal itu benar-benar membuat hatinya berbunga.
"Yihua!"
Lamunan Yihua buyar saat mendengar Ming Xiu memanggilnya, Ming Xiu menghampiri Yihua yang tengah mengobrol dengan Xingsheng itu.
"Ada apa?"
__ADS_1
"Nyonya Yuxi mengirimkan sebuah surat untukmu."
Ming Xiu menyodorkan sebuah surat padanya, Yihua menerimanya. Karena penasaran tentu itu langsung dibuka.
Yihua, aku memiliki tugas untukmu. Pergilah menuju ke gunung Tianji untuk memeriksa sesuatu. Kau akan pergi bersama putraku, dia menunggumu di perbatasan gunung.
"Ada apa Yihua?" tanya Ming Xiu penasaran.
"Nyonya besar memintaku untuk pergi ke gunung Tianji, tapi—" Yihua mengantungkan kalimatnya.
"Kau tidak bisa pergi karena pikiranmu masih menghawatirkan keadaan Yuan?" tentu saja kalimat Xingsheng itu membuat Yihua melotot.
"Xingsheng!"
"Apa maksudnya? Yihua kau juga menyukai tuan muda Xu?"
Setelah mendengar kehebatan Yuan, semua perhatian para wanita semakin saja tertuju pada lelaki itu. Sebelumnya Yuan sudah terkenal di kalangan wanita perguruan karena ketampanannya dan sekarang semakin meledak lagi kepopulerannya.
"Tidak, Xingsheng hanya sembarang bicara ... sudahlah, aku akan bersiap untuk pergi ke gunung Tianji bersama putra dari nyonya besar."
"Memangnya nyonya besar sudah menikah sehingga dia memiliki putra?"
Yihua mengangkat bahunya, "aku mendengar jika dahulu sekali nyonya besar telah menikah, mungkin dia sudah bercerai atau apa aku juga tidak tahu."
Saking nyonya Yuxi ini tidak pernah pulang ke kediaman, generasi muda tidak pernah tahu jika nyonya Yuxi adalah istri dari Xu Huolang.
━━━━━ The Legend of Sword Lord ━━━━━
Suka dengan cerita ini?
Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!
Terimakasih and love you full.
With love,
Khalisa🌹
__ADS_1