Legenda Pedang Penguasa

Legenda Pedang Penguasa
22. Harta Karun yang Berharga.


__ADS_3

Jari-jari itu menelusuri setiap jengkal pahatan batu yang membentuk suatu ukiran panjang di dinding itu. Matanya semakin mengernyit saat menyadari jika itu bukan hanya sebuah ukiran biasa melainkan sebuah ukiran yang memiliki runtutan cerita.


Dua orang pemuda di belakangnya saling berpandangan, melemparkan tatapan bola mata tanda tidak mengerti dengan apa yang guru besar mereka lakukan.


Tadi setelah berpikir habis-habisan tentang mencari kunci, tiba-tiba saja terlintas sebuah ide di pikiran Yuan untuk melaporkan ini pada guru besar, siapa tahu beliau bisa membantu.


Rahasia dibalik ruangan bawah tanah ini belum diketahui dan ternyata tidak ada ruginya juga melaporkan pada guru besar. Guru besar langsung mengambilkan kunci saat mengetahui Yuan datang membawa kunci emas itu, rupanya beliau juga menyimpan kunci emas tetapi yang ukurannya sedikit lebih besar.


"Ada apa Guru?" pertanyaan itu Yuan ajukan, sedangkan Bai An di sampingnya juga tiba-tiba saja ikut terfokus pada yang guru besar lihat.


"Lihatlah ini, lukisan di tembok ini mengacu pada sebuah kisah beruntut."


Yuan maju satu langkah agar lebih jelas dalam mengamati, tetapi hanya kebingungan yang ia dapatkan. Lukisan atau ukiran itu memang terlihat tidak terlalu jelas tetapi yang menjadi perhatian adalah gambaran seorang lelaki disana.


Lelaki itu berdiri dengan di bawahnya ada tarlihat banyak sekali kepala-kepala orang. Terlihat beberapa simbol aneh yang mengelilingnya, terlihat sedikit familiar tetapi Yuan tidak juga mengenalinya.


Tangan Yuan beranjak untuk menyentuhnya, tetapi baru saja sebentar kepalanya terasa berputar. Tangan Yuan bertahan menyentuhnya sembari berbagai bayangab mulai memenuhi kepalanya. Berputar bagai sebuah kaset film rusak, terus saja memenuhi pikirannya hingga ia segera melepaskannya dengan nafas yang terengah.


"Ada apa Yuan?"


"Apakah guru juga merasakannya?"


"Merasakan apa?"


"Saat menyentuhnya banyak sekali adegan yang berputar di kepalaku, tetapi itu terlihat sangat membingungkan."


Saat kemarin beberapa kali datang kesini, ia sama sekali tidak terlalu tertarik dengan ukiran di dinding itu. Karena adanya api abadi saja, sudah begitu mengejutkannya.


"Apakah itu ingatan milikmu?"


Yuan menggeleng, meski gambaran itu berputar tanpa alur dan membingungkan tetapi Yuan yakin itu bukanlah ingatan miliknya.


"Bukan, bukan milikku dan terasa asing."


"Mungkin ingatan itu tentang orang di ukiran batu ini." tebak guru besar.


"Tapi guru, mengapa hanya Yuan yang melihatnya, mengapa kita tidak?" sahut Bai An.


"Aku merasakan tempat ini penuh dengan energi Lan. Energi Lan ini adalah energi yang tercipta dari air, Yuan bisa mengendalikan air dengan tenaga dalamnya, jadi mungkin itu hubungannya sehingga ia bisa melihat gambaran itu."


Tempat ini berada di dekat danau, dan memiliki energi Lan yang sangat pekat.


Menyudahi kebingungan dengan itu, mereka bertiga beranjak menuju ke pintu emas yang terkunci itu.

__ADS_1


Guru mengeluarkan kunci emas yang bentuknya sama persis dengan kunci yang Yuan dan Bai An temukan tetapi bentuknya sedikit lebih besar daru yang mereka temukan.


"Apakah guru juga menemukan kunci itu di danau?"


Guru besar menggeleng, ia sedari awal tidak mengetahui adanya danau ini meski ia juga dari dulu sering ke lembah Chuo ini.


"Dahulu saat masih muda aku memiliki seorang teman yang sangat hebat, sebelum ia pergi mengembara ia memberikan sebuah kunci ini. Aku tidak mengerti karena ia memberikan ini dan hanya mengatakan kunci ini akan berguna di masa depan."


"Mungkinkah tempat ini dibangun oleh teman guru?"


"Sepertinya itu tidak mungkin, ia adalah seseorang yang telah melepaskan dunia dan pergi mengembara untuk mencari ajaran kultivasi baru dari master-master pengembara lain."


Klek,


Kunci itu berhasil membuka pintu emas yang tidak tertembus oleh tenaga dalam itu. Begitu terbuka nampaklah sebuah ruangan yang tidak terlalu besar, di ruangan itu ada sebuah lemari kayu yang terdapat sekitar 30 kotak-kotak kecil berjajar di dalamnya.


Tidak hanya itu, di ruangan itu juga masih terdapat pintu emas lagi yang juga terkunci, mungkin kuncinya adalah yang Yuan dan Bai An temukan.


"Guru, kotak ini berisi tanaman langka yang bahkan sudah musnah di dunia ini."


Setiap kotak itu memiliki nama di depannya. Yuan mengambil salah satu kotak yang bertulis jamur heise, dimana jamur itu hanya ada di buku karena sudah tidak ada keberadaannya di jaman ini.


Begitu membukanya benar saja ada lima buah jamur yang berada disana, jamur heise ini berwarna hitam pekat dan berbentuk seperti payung dengan ukuran yang kecil.


Guru besar menyentuhnya, dan ia sedikit terkejut. "ini jamur asli."


"Tapi siapa yang memiliki tempat penyimpanan menakjubkan ini? Kotak-kotak ini berisi tanaman harta karun."


Bai An mengamati satu persatu kotak itu, dan memang semuanya adalah barang yang sudah tidak bisa ditemukan. Tangannya bergerak untuk memgambil kotak bertuliskan racun qingli, rupanya kotak itu menarik perhatiaanya.


"Jika aku tidak salah, racun qingli adalah sebuah racun mematikan, tidak bisa terlihat oleh jarum perak dan emas. Langsung membuat seseorang meninggal dalam bebera jam meski ia berkultivasi." jelas Bai An.


"Letakkan kembali, racun itu akan berbahaya."


Bai An menyunggingkan sebuah senyumanya, meski itu adalah guru besar tetapi beliau juga tidak mengerti Bai An sepenuhnya. Guru besar berkata seperti itu agar Bai An tidak melakukan kejahatan dengan itu.


"Guru aku tidak memiliki pikiran buruk, lagi pula jika pikiranku buruk tentu energi Lan tidak akan membiarkanku berada disini."


Energi Lan itu merupakan energi yang sangat positif, seseorang dengan pikiran jahat atau niat buruk pasti tidak akan bisa menembus tempat yang memiliki energi Lan. Orang itu pasti akan merasakan sesak dan terusir dari tempat itu.


Jika Bai An memang memiliki hati yang kotor atau niat buruk tentu ia tidak akan bisa berada di sini. Ingatlah, jika Bai An tidak peduli dengan apapun, bahkan luka begitu besar di hatinya tidak menjadikkannya memiliki niat balas dendam pada kekaisaran.


Guru besar mengangguk, "guru tidak bermaksud menyinggungmu, hanya saja racun mematikan itu tidak sepantasnya ada atau bahkan di miliki seseorang."

__ADS_1


"Kau ambil saja ini!" Yuan melemparkan sebuah kotak pada Bai An.


"Rumput Beizhou?" tanya Bai An saat membaca tulisan itu.


"Itu adalah rumput yang dijaga sendiri oleh master Taiyin, master sudah meninggal begitu lama dan menemukan itu adalah berkah. Rumput itu bisa menyempurnakan meridianmu dan rumput itu juga bisa menaikan kultivasi dengan pesat." jelas Yuan.


"Aku tidak butuh!"


Bai An hendak mengembalikan kotak itu tetapi tangan Yuan mencegahnya.


"Kau harus memperbaiki meridianmu."


"Tidak perlu!"


Yuan menghela nafas, sebenarnya seberapa putus asa Bai An tentang hidupnya itu. "simpan saja, kalau begitu."


"Ini bisa mempercepat naik tingkat, mengapa tidak kau gunukan untuk dirimu sendiri agar kau semakin hebat?"


"Aku sudah sangat hebat sedangkan kau?" ucap Yuan meremehkan Bai An.


Sebenarnya ia tahu jika dengan rumput itu mungkin ia bisa segera naik ranah atau bahkan bisa naik tingkat. Tetapi ia bukanlah seseorang yang serakah, pencapaiannya ini sudah cukup dan Bai An lebih membutuhkan rumput Beizhou itu.


Mungkin sekarang berkata tidak butuh, tetapi untuk kedepannya tidak ada yang tahu pikiran manusia itu berubah-ubah.


"Guru aku penasaran dengan ruangan dibalik pintu itu."


Mereka bertiga beranjak ke sebuah pintu yang masih terkunci itu, Yuan dengan segera mengambil kunci yang kemarin mereka temukan lalu membukanya.


Sesuatu di ruangan itu berhasil membuat ketiganya menganga begitu terkejutnya.


"Ini—" guru besar bahkan sudah kehabisan kata-kata dan tidak bisa melanjutkan kalimatnya.


━━━━━ The Legend of Sword Lord ━━━━━


Suka dengan cerita ini?


Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!


Terimakasih and love you full.


With love,


Khalisa🌹

__ADS_1


__ADS_2