Legenda Pedang Penguasa

Legenda Pedang Penguasa
43. Yang Mei Li Sang Dewi Kecantikan.


__ADS_3

Sebuah jubah hitam menutupi tubuh seorang lelaki, dia menundukkan kepalanya dalam-dalam sehingga wajahnya tenggelam dalam tudung jubah itu. Langkahnya terus melaju, membiarkan tubuhnya semakin masuk ke dalam kegelapan.


Kegelapan itu nyatanya berujung, dua buah obor di tangan patung dan juga singahsana besar.


Ada sesosok yang duduk di singasana itu, tangannya yang bersisik memegang sebuah tongkat yang ujungnya ada seekor burunggagak berukuran besar, burung itu tidak mati tetapi ia tidak bergerak sama sekali.


Jubah hitam menutupi seluruh tubuh hingga wajahnya. Sedangkan kabut hitam berada di sekelilingnya, aura yang di pancarkan juga sangat mengerikan.


"Lapor Tuan, pemegang takdir pedang zhenxin telah tiba, saat ini ia belum menaikkan kultivasi ... tetapi, kemarin ia mengalahkan suku iblis yang diciptakan oleh iblis kehancuran seorang diri." ucap lelaki yang baru datang.


"Jadi sekarang ciptaan iblis kehancuran sudah tidak ada?"


"Tidak ada lagi Tuan, padahal seharusnya mereka bisa sedikit membantu."


"Apa-apan kau ini! Aku tidak butuh bantuan itu!"


Seketika ketakutan menyelimuti bawahan itu, ia tidak seharusnya mengucapkan itu pada tuannya. Tuannya ini kuat dan hanya pasukan suku iblis tidak akan terlalu membantu tuannya.


"Lagipula itu adalah ciptaan iblis kehancuran aku tidak mau juga mengambilnya."


"Jadi apakah kita akan melakukan rencana besar sekarang Tuan?"


"Tidak, masih belum saatnya. Kau pergi cari orang yang kemarin kesini itu, aku ingin membuat kesepakatan dengannya."


"Maksud Tuan adalah pangeran itu?"


"Kau pikir siapa lagi."


***


Brakkk....


Seekor beruang gunung berukuran besar kini sudah terlempar ke batang pohon hingga membuat pohong itu bergoyang. Beruang itu kini sudah mati, salahkan saja dirinya sendiri yang tadi menyerang terlebih dahulu.


Beruang hitam itu memakan daging bukan madu atau tanaman seperti yang lain, tadi saat Yuan dan Yihua melintas beruang itu menyerang berniat untuk memakan mereka.

__ADS_1


"Sebenarnya untuk apa kita datang ke sini?" tanya Yihua, ia sedari tadi belum sempat menanyakan tujuan Yuan mengajaknya kesini itu.


"Hanya untuk memeriksanya karena kemarin aku melihat harimau gunung tianji beberapa turun gunung, gunung Tianji ini adalah wilayah keseimbangan jadi harus dipastikan tetap seimbang."


"Harimau gunung tianji? Kurasa mereka hidup berkelompok jika mereka turun maka semuanya akan turun tidak mungkin turun sebagian."


"Tapi saat itu aku menemukan sekitar 20an ekor yang turun, tentu harusnya masih ada sisanya bukan ... dan seperti katamu jika mereka hidup berkelompok, jadi jika sebagiannya turun pasti karena disini ada masalah."


"Kalau begitu mari kita naik ke atas!" ajak Yihua.


Gadis itu melanglahkan kakinya terlebih dahulu sehingga Yuan tertinggal beberapa langkah olehnya. Tanpa sadar seulas senyum di bibir Yuan kini merekah karena memperhatikan Yihua.


***


Wajah seputih giok juga dagunya yang runcing, rambutnya begitu panjang tetapi juga hitam berkilau. Bibirnya yang ranum itu, sewarna bunga persik. Setiap langkahnya membuat para merak yang biasa memamerkan bulu cantiknya kini merasa tidak lagi percaya diri.


Yang Mei Li, gadis itu begitu anggun dan berparas layaknya dewi. Seperti arti namanya yaitu keindahan, dirinya pun terlahir dengan sangat indah.


Menyandang status sebagai putri dari sekretaris utama istana yaitu sekretaris Yang tentu Mei Li sangatlah terkenal. Kecantikannya sudah tersebar hingga pelosok kekaisaran Han.


"Nona kami memiliki kabar bagus." seorang pelayan datang.


Mei Li meninggalkan keranjang bunga di tanganya dan segera memusatkan seluruh perhatiannya pada pelayan.


"Kalian sudah tahu dia ada dimana?" suara itu mengalun begitu lembut sangat kotras dengan wajah cantiknya.


Pelayan itu mengangguk, "Benar sekali Nona."


"Dimana dia?"


Pelayan itu membisikkan sesuatu di telinga Mei Li, setelah mendengar hal itu Mei Li sedikit lega tetapi tetap saja air mata menggenang di pelupuk matanya.


"Aku ingin pergi kesana, tapi bagaimana mana caranya. Ayah pasti akan marah besar mengetahui aku keluar rumah." sorot mata itu meredup.


"Nona, bukankah tahu dia baik-baik saja itu sudah cukup?"

__ADS_1


Mei Li menggeleng.


"Tidak, aku harus memastikannya dengan mataku sendiri kalau dia baik-baik saja."


"Tapi Nona tuan pasti akan marah besar jika tahu Nona keluar dari kediaman."


"Aku memiliki ide, bagaimanapun caranya kau harus pergi mendapatkan jadwal ayah dalam beberapa hari ke depan."


"Bagaimana saya bisa mendapatkannya Nona? Itu cukup sulit."


Tangan Mei Li meraba perutnya, mengambil kantong kecil yang tergantung di samping gantungan giok. Mei Li memberikan kantong itu pada pelayan.


"Berikan uang ini pada mereka! Pelayan-pelayan ayah itu akan memberikan informasi apapun jika diberi uang."


Seakan Mei Li sudah begitu hafal dengan tabiat pelayan wanita yang bekerja untuk ayahnya.


"Apakah Nona yakin?"


Mei mengangguk.


"Tentu saja, kau harus cepat melakukannya."


"Baik Nona." ucap pelayan sembari melangkahkan kakinya pergi.


Tatapan Mei Li yang sedari tadi sendu kini berubah lebih cerah sedikit. "kita akan segera bertemu lagi, pangeran."


━━━━━ The Legend of Sword Lord ━━━━━


Suka dengan cerita ini?


Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!


Terimakasih and love you full.


With love,

__ADS_1


Khalisa🌹


__ADS_2