Legenda Pedang Penguasa

Legenda Pedang Penguasa
38. Yuan Sangat Berlapang Dada.


__ADS_3

"Pedang legenda telah ditemukan dan kalian juga harus tahu siapa yang menemukannya!" Ming Xiu berkata sangat semangat pada temannya dan juga Yihua.


Berbada dengan temannya yang nampak antusias, Yihua yang menjadi pendengar merasa agak malas, untuk hari ini ia sedang malas bergosip dan lebih memilih beranjak pergi untuk mempelajari kitab bela diri.


"Itu adalah tuan muda Xu, aku tidak menyangka Yuan benar-benar hebat."


Barulah saat nama itu disebutkan, Yihua menutup kitabnya dan kini memperhatikan kabar yang Ming Xiu bawa. Mendekat kembali ke arah gadis itu.


"Benarkah itu Yuan?" tanya Yihua penasaran.


"Tentu saja, Yuan sangat hebat saat melawan ribuan pasukan suku iblis seorang diri. Dengan pedang hebatnya itu ia berhasil mengalahkan semua, kuulangi sekali lagi dia hanya seorang diri melawan suku iblis."


"Lalu bagaimana, apakah dia berhasil?" Yihua kembali bertanya.


"Tentu saja, Yuan sangat hebat. Tetapi ia harus terluka parah karena itu."


"Apa?! Terluka parah ... Lalu bagaimana keadaannya sekarang."


"Ya aku tidak tahu, tapi semoga dia baik-baik saja."


"Apakah kalimatmu benar? Yuan yang benar-benar menemukan pedang legenda itu?" kali ini teman Yihua yang bertanya.


"Semua orang tengah membicarakannya, ternyata selama ini kultivasi Yuan sudah berada di tingkat sembilan. Pantas saja dia waktu itu mengalahkan Gu Fan Yi dengan sangat mudah." jawab Ming Xiu.


"Pasti semakin banyak wanita yang menganguminya, dia itu sudah sangat tampan dan sekarang menjadi pemuda nomor satu pastinya." tambah temannya.


"Bukan hanya pemuda nomor satu tetapi dia akan menjadi pemuda yang terlutis dalam sejarah kultivasi, melawan ribuan suku iblis seorang diri adalah prestasi membanggakan."


"Hais kalian ini, sekarang kondisi Yuan tidak pasti sedang seperti apa. Malah memikirkan prestasinya!" setelah mengucapkan itu Yihua pergi dari mereka berdua.


Tentu saja kedua sahabat Yihua itu saling memandang, merasakan keanehannya Yihua yang begitu sewot.


***


Kelopak mata itu perlahan terbuka, mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan dengam cahaya, selanjutnya kini benar-benar terbuka. Kelereng itu bergerak kesana kemari, memastikan sekarang ada dimanakah dirinya.


Helaan nafas lega terdengar saat tempat ini begitu familiar untuknya, ini adalah kamar miliknya.


Sebuah aroma wangi mengalihkan perhatiannya, mencari darimana asal aroma itu, ternyata ada seseorang yang tengah tidur bertumpu ranjangnya. Meski ia menelunglupkan kepalanya tetapi Yuan tetap mengenali wanita itu.


"Ibu...." panggilnya pelan.


Hanya dengan satu panggilan itu saja sekarang Yu Xi sudah beranjak dari lelapnya, memberikan senyuman lebar pada sang putra.

__ADS_1


"Akhirnya kau bangun, bagaimana keadaanmu? Apakah ada yang sakit? Bagian mana?"


Yuan tersenyum melihat tingkah ibunya itu, "Tidak, tidak ada. Aku sudah menjadi sangat baik saat ibu berada disini."


"Kau tertidur selama tiga hari, ibu sangat cemas."


"Apakah selama tiga hari itu ibu juga yang menjagaku?"


Nampak jelas lingkaran hitam dan gurat kelelahan di wajah Yu Xi, Yuan tentu menyadari hal itu.


"Sudah kewajiban ibu menemanimu."


"Tapi aku sangat sedih melihat ibu kelelahan."


"Itu semua tidak ada apa-apa dibandingkan dengan waktu ibu yang seharusnya untukmu bukan untuk kepentingan ibu sendiri."


"Apa yang Ibu katakan! Yuan tahu keinginan ibu dan Yuan tidak akan menuntut apapun, apalagi hanya sekedar waktu."


Yu Xi menggeleng, "Ibumu ini adalah ibu paling buruk di dunia."


"Tidak! Bagi Yuan Ibu adalah yang terbaik. Yuan bisa memberitahukan kepada dunia jika memiliki ibu yang begitu hebat."


Hal itu membuat Yu Xi sedikit terhibur, Yuan memang pandai sekali membuat hati senang.


"Iya Ayah. Shhhh—" saat akan bangkit Yuan merasakan nyeri di dadanya.


"Jangan bangkit dahulu, lukamu belum sepenuhnya sembuh!"


Mau tidak mau Yuan harus pasrah untuk kembali berbaring. Tanpa eliksir emas miliknya ia menjadi melakulan pemulihan tubuh jauh lebih lama.


"Ayah tidak ada lagi pasukan suku iblis yang lain kan?"


"Kau tidak seharusnya memikirkan itu! Kau sudah terluka parah seperti ini dan masih sempat menanyakan itu." omel Yu Xi.


"Sudahlah Yu Xi, jangan memarahinya, dia baru bangun ... suku iblis sudah tidak ada lagi, tapi—" kalimat itu menggantung di udara.


"Tapi apa Ayah?"


"Kau kehilangan eliksir emasmu, kau harus melapangkan hati Yuan."


"Ah Ayah jika itu aku juga sudah tau."


Sejak awal Yuan sudah tahu jika ia tidak seharusnya membuat formasi pemanggil air. Yuan belum menyatukan energinya dengan pedang zhenxin karena itu membutuhkan tingkat kultivasi yang lebih tinggi.

__ADS_1


Tetapi saat itu keadaan sudah sangat mendesak, ia mau tidak mau harus mengambil resiko itu meski harus ada yang dikorbankan.


Eliksir emas itu memang penting, bisa membuat tubuh lebih kebal, juga menghalau tubuh dari racun dan mempercepat menyembuhkan luka. Meski penting tetapi itu lebih baik daripada harus meridian atau dantian yang rusak.


"Kau berlatih lama dan begitu gigih agar bisa mencapai eliksir emas itu, ayah—"


"Sudahlah Ayah, tidak apa-apa. Itu sudah keputusanku dari awal, Yuan tidak akan menyesali apapun."


Tidak semua orang bisa mendapatkan eliksir emas, bahkan latian untuk eliksir perak saja sedikit rumit. Eliksir memang berguna untuk diri sendiri, terkadang bisa untuk mengobati orang lain, tetapi untuk mengobati orang lain hanya untuk luka kecil sedangkan luka berat tentu tidak bisa.


"Lagi pula, mungkin nanti Yuan bisa kembali berlatih untuk mendapatkan kembali eliksir itu." lanjut Yuan.


"Rupanya anak ibu ini begitu lapang dada yaa." canda Yu Xi.


Keluarga kecil itu sama-sama tersenyum, sangat jarang ada momen dimana mereka berkumpul bertiga dan memiliki suasana hangat seperti ini.


"Habisi Xu Yuan! Habisi Xu Yuan!"


Senyuman mereka menghilang begitu mendengarkan teriakan itu dari luar, suara itu ribut sekali dan kalimatnya begitu mengejutkan.


"Ada apa itu?"


"Aku akan keluar memeriksanya, kalian tunggu disini saja."


Selanjutnya Huolang melangkahkan kakinya keluar dari kamar untuk memeriksa yang berada di luar.


Betapa terkejutnya ia begitu membuka pintu, halaman kediamannya sudah dipenuhi oleh orang-orang dan ia juga mengenal mereka. Mereka adalah para pemuka klan dan sekte.


"Habisi Xu Yuan! Habisi Xu Yuan!"


Yang sangat menganggu adalah mereka terus meneriakan kalimat yang sangat memicu amarahnya. Putranya ini baru bangun dari menyelamatkan seluruh benua, tetapi kenapa sekarang hal ini yang mereka katakan.


Apa-apa ini, ataukah mereka tidak sadar dengan hal yang mereka ucapkan? Atau jangan-jangan mereka lupa siapa yang telah mengorbankan diri untuk melawan banyaknya pasukan suku iblis.


━━━━━ The Legend of Sword Lord ━━━━━


Suka dengan cerita ini?


Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!


Terimakasih and love you full.


With love,

__ADS_1


Khalisa🌹


__ADS_2