
sekian lama menunggu semuanya pun kini berkumpul di meja makan untuk makan malam bersama,tapi sebelum makan malam di mulai abi Shfi'yyah meyampaikan sesuatu yang membuat tiga anaknya kaget dan sok secara bersamaan.
"sebelum mulai makan ada hal penting yang ingin abi sampaikan kepada kalian bertiga"ucap Abi shfi'yyah dan diapun menatap ketiga anaknya bergantian.
"hal penting apa bi tumben-tumben nya bicara sama kita yang penting...?"tanya Natan santay
"apa kalian keberatan jika Shfi'yah menikah terlebih dahulu"tanya abi nya Shfi'yah.
"ya kalo kita berdua si gak papah di langkahin sama Pia tapi....kan calonnya juga gak ada abi"ucap Ilham lalu mendapat anggukan kepala dari Natan sedangkan Shfi'yah hanya diam begitu juga dengan Umi
"kalo gitu...berarti abi gak perlu sungkan lagi untuk menyampaikan niat abi"ucap Abi tertahan sejenak lalu melihat ketiga anaknya bergantian,sebelum melanjutka ucapannya
"abi sudah menjodohkan Shfi'yah dengan anak teman abi"ucap abi Shfi'yah yang berhasil membuat ketiga anak nya sok.
"abi gak bercanda kan"tanya Natan tidak percaya,ABi hanya menjawab dengan gelengaan kepalanya.
"siapa abi yang mau di jodohkan sama Pia"tanya Ilham penasaran.
"Sebenarnya yang membuat perjodohan ini bukan abi tapi abah (kakek) kalian"ucap abi tenang.
"lalu siapa Bi laki-laki yang akan menjadi calon suami Pia"tanya Natan tidak sabaran.
"hemm...dia bersekolah di sekolah yang sama dengan kalian"jawab Abi yang malah seperti teka-teki.
"Abi..!!!"ucap Natan kesal malah di beri teka-teki atas pertanyaanya.
"Nanti juga kalian akan tau, sudah lah ayo kita makan abi sudah lapar nanti kita lanjut kan lagi "ucap abi Shfi'yah lalu diapun di bantu sang istri untuk mengambilkan lauk pauk beserta nasi nya.
*
*
*
Di sisi lain Dimas dan Pikri tengah bertengkar.
"Dimas barusan om telpon gue buat nyuruh lo pulang,dia ingin makan malam sama lo"ucap Pikri marah.
"udah berapa kali sih gue bilang gue gak mau"ucap Dimas menatap Pikri tajam.
"Apa lo gak kasian sama om dia setiap hari makan sendirian"tanya Pikri kesal dengan keras kepala sahabatnya itu.
"lalu apa urusannya sama gue"ucap Dimas
__ADS_1
"gak ada urusan nya gimana lo itu anak nya"ucap Pikri.
"Gue ogah ketemu sama orang itu"ucap Dimas yang muali memelankan nada bicaranya.
" iya gue tau apa yang lo rasain tapi gue mohon untuk kali ini ajah lo nurut Dim"ucap Pikri.
"oke gue akan balik tapi lo ikut dengan gue"ucap Dimas mengalah Pikri pun mengangguk kan kepalanya.
Lalu mereka pun pergi dari markas BLACK BOOM,untungnya waktu mereka debat di markas hanya ada mereka berdua.
dan mereka pun pergi dengan satu motor Dengan Dimas yang di bonceng oleh Pikri.
Sekip
sesampai nya mereka di depan rumah Dimas mereka di sambut oleh beberapa pelayan.
lalu keduanya berjalan melewati mereka yang sedang menunduk hormat.
"tuan muda selamat datang"ucap seorang wanita yang tidak lagi muda.
"hai bi apa kabar"tanya Pikri dengan tersenyum manis.
"baik tuan"jawab pelayan tua itu dan tidak lupa juga dengan senyuman yang selalu menghiasi wajahnya itu,sedangkan Dimas hanya diam tidak merespon apapun wajahnya datar-datar saja.
"iya bi makasih sekarang kita berdua akan kesana"ucap Fikri lalu Fikri menarik tangan Dimas yang hanya sedari tadi sebagai pennyimak saja.
Sesampainya keduanya di ruangan makan,mereka di sambut hangat oleh seorang peria yang sedari tadi menunggu mereka datang.
"Dimas,Fikri ayo silahkan duduk papah sedari tadi sudah menunggu kedatangan kalian"ucap Papah Dimas dengan wajah bahagia saat kedatangan dua pemuda itu.
Dimas hanya diam lalu duduk begitu saja tampa mempedulikan Papah nya.
Fikri yang melihat Dimas bersikap seperti itu membuatnya tidak enak kepada Papah Dimas.
"Sudah-sudah Fikri silahkan duduk sepertinya Dimas sudah lapar"ucap Papah Dimas lalu diapun duduk di kursinya dan di ikuti oleh Fikru lalu mereka pun mulai makan dengan keadaan begitu hening.
Selesai makan malah mereka masih duduk di meja makan Dengan Dimas yang sibuk memainkan ponsel nya.
"Dimas ada yang ingin papah bicarakan dengan kamu"ucap Papah Dimas lalu melihat anaknya itu yang berhenti memainkan ponselnya.
Lalu Dimas pun mengangkat sebelah alisnya menatap papah nya itu.
"oh maaf kalo gitu fikri keluar dulu "ucap Fikri yang melihat keseriusan itu.
__ADS_1
"Fikri tidak apa nak kamu di sini saja"ucap papah Dimas yang membuat Fikri menganggu kan kepalanya lalu kembali duduk.
"Dimas Papah udah jodoh kan kamu sama anak sahabat papah"ucap Papah Dimas.
"gak usah ngadi-ngadi deh...emangnya sekarang jaman apaan main jodoh-jodoh hin anak"jawab Dimas tidak suka.
"tapi...papah tidak menerima penolakan kamu Dimas dalam dua hari lagi kita akan ketemuan dengan keluarga teman papah"ucap papah Dimas tenang.
" kenapa sih anda selalu saja berbuat sesuka anda pada saya"ucap Dimas geram.
"karna papah ingin kamu mendapat apa yang terbaik Dim"ucap Papah Dimas parau menahan amarah sekaligus sakit di hatinya karna sang putra selalu bersikap seperti itu.
"cihk gue gak mau di jodoh hin sampai kapan pun"ucap Dimas lalu diapun berdiri dari duduk nya dan hendak akan pergi.
"ini semua keinginan mamah dan kakek kamu dimas,bukan keinginan papah apa kamu tegak membiarkan mereka berdua bersedih karna keinginan mereka tidak terkabulkan,"ucap papah Dimas yang berhasil membuat Dimas terdiam sesaat di tempat.
"anda selalu saja membawa mamah..saya muak mendengar ini semua"ucap Dimas dingin lalu diapun segera pergi meninggalkan papah nya yang hanya dia melihat kepergian Dimas.
Fikri hanya diam dia masih kaget dengan ini semua.
"Fikri susul Dimas papah tidak ingin apapun terjadi padanya"ucap papah dimas lalu perlahan pergi dari meja makan meninggalkan Fikri sedari tadi diam membeku.
Saat papah Dimas pergi Fikti pun segera pergi dari meja makan dan meyusul Dimas.
Di sisi lain,tepatnya di kamar Dimas.
Dimas tengah menahan amarahnya dia sedang terduduk di bawah tempat tidur dengan tangannya meremas kertas dengan kuat.
Fikri melihat itu dari luar kamar Dimas yang pi
ntu nya tidak tertutup rapat itu.
"Bos gue masuk ya"ucap Firi sebelum dirinya masuk kedalam kamar Dimas lalu dia pun ikut duduk di samping Dimas.
"Bos apa lo tau om sayang banget sama bos...dan dia sangat mencintai almarhum tante"ucap Pikri yang berhasil membuat Dimas menatapnya tajam.
"Bos untuk kali ini aja gue minta sana lo...jangan memberontak sama om kasian dia selalu menahan rasa sedihnya di depan lo"ucap Pikri.
"tapi gue gak mau di jodoh kan Fikri,lo tau apa tentang keluarga gue"ucap Dimas geram.
"gue emang bukan siapa-siapa di sini tapi gue mohon kali ini ajah turutin apa yang di ingin kan om....bukan kah selama ini lo selalu berontak sama om dan kali ini lo bisa kan gak berontak sama om"ucap Fikri tenang.
"pikri......"
__ADS_1