Lentera Di Kegelapan

Lentera Di Kegelapan
Eps 7


__ADS_3

Di sisi lain Shfi'yyah dan Nayla sudah sampai di depan rumah Shfi'yyah,Shfiyyah pun turun dari motor Nayla dan berdiri di samping Nayla yang bersiap akan pergi.


"Nay makasih ya mau nganterin aku pulang dan maaf udah ngerepotin"ucap Shfi'yyah dengan nadak tidak enak.


"yelah pia santay aja kali gak usah sungkan kan kita sahabat"jawab Nayla dengan terseyum manis kearah Shfi'yyah dan Shfi'yyah pun membalas seyuman Nayla walupun tertutup cadar tapi Nayla bisa melihatnya dari mata Shfi'yyah kalo Shfi'yyah terseyum matanya akan meyipit.


"yaudah Nay mampir dulu"ucap Shfi'yyah mengajak Nayla untuk mampir ke rumahnya.


" gak usah Pia lain kali ajah"ucap Nayla dan Shfi'yyah hanya menganggukan kepalnya.


"Yaudah ya pia gue harus pulang,Assalamualikum"pamit Nayla lalu pergi meninggalkan Shfi'yyah di sanah.


"Waalaikum salam"jawab Shfi'yyah saat melihat Nayla sudah agak jauh darinya.


Lalu Shfi'yyah pun membuka pagar rumahnya yang hanya sebatas bahu orang dewasa.


Setelah berhasil membukannya Shfi'yyah pun masuk ke dalam dan menutup kembali pitu pagar lalu Shfi'yyah pun melangkahkan kakinya melewati halaman rumah dan Shfi'yyah pun menaiki anak tangga sekitar tiga atau Lima anak tangga.


sesampainnya Shfi'yyah di teras rumahnya Shfi'yyah pun langsung membuka pintu utama dan mengucapkan salam saat masuk ke dalam rumahnya.


"Assalamualaikum"Salam Shfi'yyah dan dari kejauhan ada seseorang yang meyahut.


"Waalaikum salam"jawab seseorang lalu orang itupun berjalan mendekat kearah Shfi'yyah yang sedangng berjalan pelan untuk masuk ke rumahnya.


"Sayang udah pulang"ucap Umi Shfi'yyah meyambut putrinya itu.


"Iya umi baru ajah"jawab Shfi'yyah dan berjalan mendekati uminya lalu mencium punggung tangan uminya.


"Loh sayang tangan kanan kamu kenapa"tanya umi Shfi'yyah terkejut saat melihat tangan kanan Shfi'yyah di perban.


"oh ini umi tadik di sekolah pia gak sengajak kena air bakso"jawab Shfi'yyah dengan terseyum,dan Shfi'yyah tidak menceritakan apa yang sebenarnya yang terjadi padak nya.


"Maafin pia ya umi pia bohong pia gak mau umi hawatir dan tau apa yang terjadi maaf ya umi"ucap batin Shfi'yyah merasa bersalah karna harus berbohong pada uminya itu.


"tapi gak parah kan sayang"tanya Umi Shfi'yyah masih memegang tangan Shfi'yyah dan mengamatinya dengan teliti.

__ADS_1


"gak ko umi ini bang Natanya ajah yang berlebihan pas ngobatin tangan pia"Jawab Shfi'yyah lalu umi pun menghelan napas lega.


"Umi pia mau ke kamar dulu ya mau istirahat"ucap Shfi'yyah karna memang badannya begitu lelah hari ini.


"yaudah kamu istirahat ya sayang,oya kamu mau makan biar nanti umi siapin ya"ucap umi Shfi'yyah.


"gak usah umi pia masih keyang,pia mau istirahat ajah"jawab Shfi'yyah.


"yaudah"ucap umi.


Lalu Shfi'yyah pun berjalan lebih dulu dan masuk ke dalam dan di belakang uminya mengikuti Shfi'yyah dia merasa heraan dengan putrinya itu tidak biasanya dia seperti ini.


Shfi'yyah pun menaiki tangga satu persatu untuk menuju lantay dua yang dimanah di lantay dua itu kamarnya bersama abang-abangnya.


"oya pia kamu pulang sama siapa"tanya umi Shfi'yyah pasalnya tadi pagi dia pergi ke sekolah bersama abangnya Natan.


Shfi'yyah menghentikan langkahnya saat uminya bertanya.


"Pia pulang sama Nayla umi"jawab Shfi'yyah lalu berbalik untuk melihat uminya yang ada di bawah tanggak.


"Gak tau"jawab Shfi'yyh lalu dia pun bergegas menaiki anak tanggak dan pergi meninggalkan uminya yang hendak berbicara.Dia tidak ingin umi nya terus bertanya yang di manah membuat Shfi'yyah harus berbohong lagi.


Umi Shfi'yyah yang melihat kelakuan Shfi'yyah hanya menggelengkan kepalanya lalu diapun pergi untuk menuju ke dapur meneruskan pekerjaan nya.


Sedangkan Shfi'yyah dia masuk ke kamarnya dan menutup pintu kamarnya lalu diapun mengunci kamarnya.


"Hufffh maaf umi pia bohong sama umi"gumam Shfi'yyah lalu Shfi'yyah melangkah kan kakinya menuju tempat tidurnya lalu merebahkan tubuh nya yang sangat lelah..


Tampa sadar diapun tertidur dengan masih menggunakan seragam sekolah.


Di sisi lain tepatnya di depan sekolah garudak.


Azizahpun telah selesai menghubungi supirnya itu lalu Azizah melihat ke arah lelaki yang tengah menunggunya itu.


Azizah pun mendekat lalu mengangguk kecil

__ADS_1


"ayo naik"ucap laki-laki itu saat melihat anggukan kepala dari Azizah.


Azizah pun menurut tidak membantah lagi dan naik ke motor itu.


lalu laki-laki itu melihat kearah belakang melalui kaca sepion motornya saat melihat Azizah sudah duduk di belakang


Azizah hanya memegang baju laki-laki itu sedikit.


Motor pun mulai melaju meninggalkan sekolah garuda,sebenarnya Azizah sangat takut menaiki motor apa lagi motornya gedek ka ginih membuat nya takut lalu laki-laki itu membawa motornya dengan kecepatan di atas rata-rata.


"Kak lo ngajak gue mati ya"teriak Azizah kepadak laki-laki itu.


"udah makanya diem jangan bayak bicara terus pegangan yang kenceng gue takut nanti lo jatuh"jawab laki-laki itu dengan menarik satu tangan Azizah agar memeluk pinggangnya Azizah hanya diam dan menurut.


Dan tidak lama kemudian merekah berduapun sudah sampai di depan rumah Azizah.


Azizah turun dari motor dan berdiri di depan rumahnya dengan rambut berantakan,laki-laki itu pun membenarkan rambut Azizah tampa Azizah duga setelah selesai merapihkan rambut Azizah yang berantakan laki-laki itu hendak pergi namun Azizah menahanya sebentar.


"tunggu kak"ucap Azizah lalu laki-laki itu pun berhenti dan menatap Azizah.


"Makasih dan hati-hati di jalan"ucap Azizah gugup,di balik helem peria itu terseyum saat Azizah berbicara tidak ketus lagih padanya.


Dan kalo siapapun yang melihat seyumannya yang menawan itu pas semuah perempuan akan histeri melihatnya.


laki-laki itu pun mengangguk lalu diapun pergi meninggalkan Azizah di depan rumahnya setelah laki-laki itu pergi Azizah pun masuk ke rumahnya dengan perasaan sulit untuk di artikan.


Sedanglan di sisi lain laki - laki yang sudah mengantar Azizah mengendarai motor nya dengan kecepatan sedang dengan hati yang kosong.


"gue sadar zi gue sadar kalo gue anak berandalan yang gak pantes untuk di cintai tapi apa boleh buat hati gue hanya untuk lo sedangkan lo minta gue buat ngejauhin lo gue gak tau apa yang akan terjadi zi"ucap batin laki-laki itu purstasi.


Di sisi lain Shfi'yyah terbangun dari tidurnya saat mendengar ketukan pintu yang cukup keras.


"huammm"nguap Shfi'yyah sebelum beranjak dari tempat tidurnya untuk membukakan pintu,Shfi'yyah pun berjalan perlahan dan membuka pintu dengan malas.


"Dek, kenapa lama buka pintunya"tanynya Natan....

__ADS_1


__ADS_2