
"Fikri....apa maksud lo ngomong kaya gitu hak...?tanya Dimas.
"gue cuman mau lo turut tin apa yang om mau,kasihan om dan bukanya om gak pernah minta apapun dari lo sela ini"ucap Fikri masih tenang.
" gue mohon untuk kali ini ajah bikin om bahagia...dan lo terima perjodohan ini,ini juga keinginan wanita yang rela kehilangan nyawanya buat memberi kan kehidupan buat lo"ucap Fikri lalu setelah mengucapkan kalimat itu Fikri pun pergi dari kamar Dimas meninggalkan Dimas yang terdiam mencerna ucapan Fikri barusan.
Di sisi lain di rumah Shfi'yah semua keluarga tengah duduk di ruang keluarga untuk membahas pembicaraan mereka yang belum kelar.
"Abi gak bercanda kan soal perjodohan pia"tanya Natan masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar waktu sebelum makan.
"Abi gak bercanda abang....abi serius lagian ini keinginan Abah(kakek)kalian bukan keinginan abi...waktu itu umi kalian tengah mengandung kamu Natan dan waktu itu abi,umi dan Abah tengah berkumpul di rumah teman Abah"ucap Abi tertahan.
"maksudnya"ucap Ilham tidak mengerti.
"yasudah biar abi ceritakan"ucap Abi Lalu abi pun mulai menceritakan asal mula perjodohan itu.
Flash bek on.
waktu itu di kediaman yang begitu megah sebuah dua keluarga tengah berkumpul.
"wah sudah lama sekali kita tidak berkumpul seperti ini Angga"ucap seorang kakek yang tengah duduk di samping sahabatnya itu.
"iya antoni,dan aku sungguh bahagia menantu ku sedang hamil anak kedua"ucap Angga senang.
"wah benar kah....apa jenis kelamin calon cucu mu itu jika kalo seorang perempuan aku mau menjodohkannya dengan calon cucu ku"ucap Antoni semangat.
"hmm..kami tidak melakukan usg Antoni kami ingin saat dia lahir memberi kejutan yang aku harapkan yaitu seorang cucu perempuan"ucap Angga
"Dan aku juga setuju kalo cucuku dan cucu mu nati bisa berjodoh dan hal itu bagus untuk memperkuat tali persahabatan kia"ucap Angga mens setujui saran sahabat nya itu.
"iya... oh kita juga harus mem minta persetujuan anak dan menantu kita terlebih dahulu"ucap Antoni.
__ADS_1
"iya-iya benar sekali"ucap Angga lalu Angga dan Antoni pun melihat kearah sepasang suami istri yang sedari tadi menyimak.
"Bagaimana dengan kalian berempat apa setuju dengan usul kami ini"ucap Antoni kepada sepasang suami istri itu.
"aku sangat setuju atas saran papah...aku juga mau ber besan nan dengan kak putri"ucap seorang perempuan cantik yang mengenakan gammis sedang duduk di sampingnya suaminya dengan mengelus perutnya itu.
"Dan kalo aku...terserah kalian berdua asalkan anak dan istri ku bahagia dan aku pun akan ikut bahagia"ucap suami yang duduk di samping istrinya yang men setujui saran papah nya itu.
"jika aku juga bahagia bisa ber besan nan dengan kamu mil"ucap Putri sambil mengasuh anak pertamanya.
"kalo aku juga setuju"ucap suami Mila.
"ya kalo gitu sudah di putuskan kalo kita menjodohkan cucu kita"ucap Angga senang.
"iya kamu benar sekali ga"ucap Antoni dia pun tak kalah bahagianya.
"tapi abah Ilham gak mau punya adek cewek Ilham maunya adek cowo biar nati bisa di ajak Ilham main bola"ucap Ilham kepada Angga.
ya itu adalah Keluarga Shfi'yah dengan keluarga sahabat kakeknya.
Dan setelah pertemuan itu Abah Ilham pun meninggal dunia sebelum menghembuskan napas terakhirnya dia berpesan pada abi Ilham untuk tidak melupakan perjodohan itu dan sekaligus keinginannya.
"nak bapak minta satu hal pada mu kamu jangan melupakan perjodohan itu....dan laksanakan lah perjodohan itu"ucap Abah Angga sebelum dia meninggal.
Lalu seminggu setelah abah angga meninggal umi Ilham melahirkan dan tiga hari setelah umi Ilham melahirkan Menantu kakek Antoni pun melahirkan namun sayang nyawanya tak tertolong saat melahirkan dan meninggal.
saat mengetahui bahwa istri temanya itu meninggal saat melahirkan karna mengalami pendarahan Abi beserta umi pun datang ke rumah itu dan mengucapkan bela sungkawa,dan sekaligus memberi tahu anak yang lahir itu sama-sama berjenis kelamin peria dan dari situ satu bulan meninggalnya,sang menantu dan sahabatnya Antoni pun menyusul dan setelah meninggalnya Antoni kedua keluarga pun jarang bertemu dan berkomunikasi satu sama lain karna kesibukan masing-masing.
Dan setelah setahun... Umi pun mengandung lagi anak ketiga dan lahirlah cucu perempuan yang sangat cantik..
Flash bek off.
__ADS_1
*****
setelah mendengar cerita dari abi nya Natan pun mengerti.
" Dan setelah lama tidak bertemu dan tidak tau kabar masing-masing...Allah mempertemukan kami kembali"ucap Abi Shfi'yah.
"jadi bagaimana apa kalian mau membantu abi agar bisa menuntaskan keinginan Abah kalian yang belum tercapai.."ucap Abi Shfi'yah lagi.
"Abi soal perjodohan ini abi Ilham tidak bisa berkomentar tapi....semua keputusan perjodohan ini ada di tangan Shfi'yah,biarlah pia yang memutuskannya karna dia yang akan menjalani ini semua"ucap Ilham bijak.
"Natan juga Gak bisa ambil keputusan dan semua keputusan ada pada Pia...yang penting laki-laki itu baik dan bisa menjadi pelindung untuk Shfi'yah"ucap Natan.
"bagai mana dengan kamu nak"tanya umi yang sedari tadi duduk di samping Shfi'yah dan hanya menyimak bersama Shfi'yah.
"Maaf Abi,umi Shfi'yah belum.bISa ngasih jawaban nya Pia mau Sholat ISTIKHARA dulu mau minta petunjuk dari Allah"ucap Shfi'yah.
keluarganya pun meng anggukan kepalanya.
"Abi,umi abang pia masuk kamar ya mau belajar"ucap Shfi'yah lalu diapun berdiri dari duduk nya.
"iya...jangan lupa sholat Isa ya Sayang"ucap Umi lalu Shfi'yah hanya membalasnya dengan mengaggukan kepalanya sebagai jawaban.
Lalu Shfi'yah pun pergi dari ruangan keluarga dan diapun sebelum pergi ke kamarnya diapun pergi dulu ke dapur untuk mengambil air hangat dan handuk kecil,setelah mendapatkan apa yang dia butuh kan Shfi'yah pun pergi dari dapur menuju ke kamarnya.
sesampainya Shfi'yah di kamarnya diapun mulai membuka perban yang membungkus tangannya lalu diapun mengompres tangannya dengan hati-hati.
Di sisi lain Dimas pun bangkit dari duduknya untuk menuju kamar papah nya dia ingin berbicara dengan papah nya mengenai per jodoh han nya.
Diapun melangkah keluar dari kamarnya menuju kamar sang papah yang selam ini dia abai kan.....Sesampainya di depan kamar sang papah dia samar-samar mendengar suara isakan di dalam kamar papah nya dan kebetulan pintu kamar itu tida tertutup dengan rapat,karna Dimas penasaran diapun mengintip kedalam kamar itu dan di sana dia melihat,papah nya sedang duduk di bawah tempat tidur lalau di depannya ada sebuah laptop yang menyala.
Dimas pun memperhatikan papah nya yang sedang menangis.
__ADS_1
"Kenapa ya Allah dulu bukan aku saja yang kau ambil kenapa harus istriku yang kau ambil terlebih dahulu,kenapa tida aku saja yang kau ambil yang pertama.."ucap papah Dimas dengan isa kan dengan tangan gemetar mengelus bingkai foto sang istri tercinta nya.
"Sayang apa kamu tau anak kita sekarang tumbuh dengan baik,sangat baik..dan dia mewarisi sifat keras kepala ku,pasti kamu senang melihat dia tumbuh dengan baik dan sayang maaf aku belum bisa menjadi papah yang baik untuk anak kita dan pastinya kamu di sana sedang kesal dan cemburu karna anak mu itu mewarisi sifat ku yang susah di atur"ucap Papah Dimas sedih..