Lentera Di Kegelapan

Lentera Di Kegelapan
EpS 13


__ADS_3

Di sisi lain tepatnya di dalam kamar seorang perempuan yang tengah duduk dan berzikir di malam yang sunyi,jam menunjukan pukul 1:07malam.


"Ya allah Shfi'yah bingung dan dalam di lemah ya allah kau tau bagai mana perasaan Shfi'yah saat ini,Shfi'yah minta petunjuk mu ya Allah"ucap hati Shfi'yah tapi bibir nya terus berzikir tidak berhenti.


Tapi tiba-tiba bayangan seseorang melintas di pikiran Shfi'yah.Tatapan yang tajam dan rahang yang tegap sekaligus wajah yang tampan,membuat Shfi'yah terkejut.


"Astagfirullahalazim"ucap Shfi'yah terkejut saat bayangan seseorang melintas di pikiran nya.


Lalu Shfi'yah pun menoleh kearah samping melihat kearah jendela kamarnya lalu tatapan nya tertuju pada baju seragam Dimas.


"Apa karna ada baju itu jadi but Shfi'yah kepikiran dengan dia ya"monolog Shfi'yah.


Lalu Shfi'yah pun meyelesaikan zikir nya dan diapun membereskan perlengkapan Sholat nya lalu setelah itu diapun berjalan menuju baju Dimas yang berasa di dekat jendela kamarnya.


perlahan tangan Shfi'yah terulur untuk menyentuh baju seragam Dimas.


"ternyata masih Dingin,Shfi'yah keringkan ajah di mesin cuci lalu setrika"ucap Shfi'yah kepada diri nya sendiri lalu diapun mengambil baju itu dan membawanya ke luar dia saat di luar kamarnya berjalan pelan-pelan seperti maling.


sesampainya Shfi'yah di dapur diapun masuk ke salah satu pintu kamar mandi di dapur paling pojok lalu Shfi'yah pun memasukan baju itu ke pengering mesin cuci nya.


Lalu Shfi'yah menyalakan mesin cuci nya.


Sambil menunggu bajunya di keringkan Shfi'ya mem belakangi pintu dan asik bermain hape.


Tidak lama dari atas tangga terdengar suara langkah kaki seseorang yang menuruni anak tangga dengan keadaan setengah sadar itu.


Lalu seseorang pun berjalan kearah dapur dan Shfi'yah hanya melihat orang itu sekilas lalu sibuk lagi dengan ponselnya.


setelah orang itu minum lalu pendengarannya mendengar suara mesin cuci yang menyala lalu diapun menoleh kearah kamar mandi yang agak pojok perlahan matanya melebar melihat sosok putih dengan rambut panjang tengah membelakangi nya.


"PERANG"suara gelas yang dia pegang jatuh yang membuat Shf'yah terlonjat kaget mendengar suara benda yang jatuh dari arah dapur lalu diapun menoleh kearah peria yang menatapnya dengan mata,melotot karna rambut Shfi'yah menghalangi wajahnya.


"WUAH KUNTI LANAK"teriak orang itu lalu segera berlari terbirit-birit menaiki anak tangga dan tidak mempedulikan pecahan gelas yang beresakan.

__ADS_1


Sedangkan Shfi'yah mengerutkan kening nya bingung lalu diapun menyibak rambutnya yang menghalangi wajah nya itu lalu diapun mengangkat bahu nya acuh dan kembali lagi ber main ponsel.


Sedangkan di sisi lain orang yang tadi berteriak itu langsung masuk ke kamar Ilham lalu memeluk Ilham yang sedang melaksanakan sholat TAHAJJUD yang alhasil membuat sholat Ilham batal.


"setan Lo Natan"pekik Ilham yang terkejut karna di peluk oleh adik nya itu.


ya yang melihat Shfi'yah di dapur itu Natan.


""Ada apa si lo ganggu orang ajah?....gak tau apa orang lagi sholat hak"ucap Ilham kesal karna Natan masih asik memeluk tubuh nya itu.


"Ada kunti bang bang di dapur"ucap Natan dengan memeluk Ilham dari belakang.


"jangan aneh-aneh lo Natan mana ada,ada kunti!!! palingan juga lo yang halu"ucap Ilham kesal kepada Natan.


"gue serius bang kalo lo gak percaya lo bisa liat ajah noh sendiri"ucap Natan.


" haduh tan palingan itu yang lo liat cuman halusinasi ajah....makanya jangan kebanyakan nonton filem horor mulu"ucap Ilham dan diapun berusaha melepaskan tangan Natan dari tubuh nya.


"gue serius bang ada kunkun di depan mesin cuci"ucap Natan lalu diapun melepas kan pelukan nya dari Ilham karna melihat abang nya itu risih.


"bang lo.denger gak ada suara mesin cuci nyala"tanya Natan saat pendengarannya menangkap suara mesin cuci lalu Ilham pun diam dan ikut mendengarkannya lalu diapun mengagungkan kepalanya tanda diapun mendengar suara itu.


""yaudah kalo gitu kita cek siapa tau itu maling"ucap Ilham lalu diapun berjalan keluar dari kamarnya dan di ikuti oleh Natan dari belakang.


Mereka pun berjalan menuruni anak tangga lalu mereka berjalan kerah dapur yang perlahan bunyi mesin cuci itu mati lalu sesampai nya mereka di dapur Natan pun menunjuk kearah kamar mandi yang di sana ada Shfi'yah yang masih asik dengan kegiatannya.


Ilham pun mendekat dengan tangannya membawa sapu untuk berjaga-jaga.


tapi langkah kaki mereka terdengar oleh Shfi'yah yang membuat Shfi'yah langsung menoleh kearah mereka berdua.


"bang Ilham"ucap Shfi'yah yang melihat Ilham berada tidak jauh dari nya.


"rupanya kamu dek"ucap Ilham lega.

__ADS_1


"kenapa bang"tanya Shfi'yah bingung


"gak papah...kamu lagi ngapain malem-malem ada di sinih"tanya Ilham sedangkan Natan masih belum menyadari itu semua karna dia takut.


"oh Shfi'yah lagi cuci kerudung Pia yang besok mau di pake"ucap Shfi'yah bohong


Natan yang mendengar suara Shfi'yah pun langsung bergeser ke samping dan melihat Shfi'yah heran.


"Dek ini kamu"tanya Natan tida yakin.


"iya terus siapa lagi kunti yang abang teriak tadi..cik ini adik abang lo masa di kira kunti"ucap Shfi'yah dengan memanyun kan bibir nya kesal.


"lagian kenapa malem-malem ada di sini pakr baju putih segala....sama itu rambut kenapa gak di iket kamu mau cospelai jadi mba kunti"ucap Natan sedang ka Shfi'yah menanggapinya dengan kesal.


"yan ini baju tidur pia yang biasa pia pake...kalo soal rambut pia lupa naro ikat rambut pia di mana yaudah pia biarin ajah tergerai"ucap Shfi'yah kesal.


"makanya Natan kamu jangan keseringan nonton filem horor...udah tau penakut tapi masih ajah nge'el nonton filem horor"ucap Ilham menatap Natan kesal sedangkan yang di tatap hanya tersenyum.


"betul tuh kata bang Ilham,makanya abang jangan suka nonton horor mulu sekali-kali nonton anime apa"ucap Shfi'yah.


Sedangkan Natan hanya cemberut menanggapi ucapan Shfi'yah.


"sudah-sudah jangan ribut...kasian nanti umi sama abi kebangun gara-gara berisik,kamu natan bersihin tuh serpihan gelas yang pecah dan kamu dek kalo udah kelar jangan lupa tidur jangan begadang"ucap Ilham menengahi lalu keduanya pun mengganggu kan kepala nya kompak.


lalu Ilham pun pergi meninggal kan Natan dan Shfi'yah yang ada di dapur.


Natan pun cepat-cepat membersih kan pecahan gelas nya itu sedangkan Shfi'yah menunggu Natan menyelesaikan tugas nya karna dia tidak ingin kakak nya tau kalo dia mencuci baju Dimas.


"untung Abi sama umi gak bangun bang "ucap Shfi'yah.


"iya untung nya kamar abi sama umi ada di depan jadi ka kedengeran "jawab natan.


"yaudah abang udah selesai mau langsung ke atas lagi"ucap Natan lalu dia pun pergi meninggalkan Shfi'yah seorang diri.

__ADS_1


Lalu setelah kepergian Natan Shfi'yah pun cepat-cepat menyelesaikan tugas nya itu tidak lama kemudian diapun sudah selesai dan langsung pergi masuk ke kamarnya lagi dengan berjalan santai.


sesampainya dia di dalam kamar nya buru-buru Shfi'yah menarih baju Dimas di dalam lemari nya dan diapun mengunci nya lalu setelah semuanya selesai cepat-cepat dia merebahkan tubuh nya di atas kasur nya tidak lama mata Shfi'yah pun terpejam..


__ADS_2