Lentera Di Kegelapan

Lentera Di Kegelapan
EPS 8


__ADS_3

"Dek, kenapa lama buka pintunya"Tanya Natan sedangkan Shfi'yyah menatap abangnya.


"Kenapa natap Abang kaya sebegitunya si dek,iya abang tau abang ganteng"tanya Natan sekaligus meyombongkan dirinya di depan Shfi'yyah,Shfi'yyah hanya menggelengkan kepalanya melihat ke narsisan abangnya itu.


"abang kapan pulang"tanya balik Shfi'yyah yang sedari tadik hanya diam memperhatikan kakak nya akhirnya membuka suara.


"15menit yang lalu"jawab Natan.


Shfi'yyah hanya menganggukan kepalanya.


"Dek"panggil Natan.


"apa"tanya Shfi'yyah


"pertanyaan abang yang pertama sama yang kedua belum di jawab"ucap Natan.


"yang manah"tanya Shfi'yyah


"yang barusan abang nanya kenapa kamu buka pintunya lama"jelas Natan sedikit kesal.


"oh yang itu,Shfi'yyah lagi tudur"jawab Shfi'yyah.


"dan yang kedua Pia merhatiin abang ko wajah abang pia jadi berkurang gantengnya gara-gara banya boyok tu di wajah"lanjut Shfi'yyah.


"kan ini jugak buat ngebela adik abang"ucap Natan terseyum,Shfi'yyah hanya memutar matanya malas.


"pia gak minta abang buat kelahi,kan di selesain dengan baik-baik jugak bisa kan abang"ucap Shfi'yyah kesal.


"iya dek maafin abang,habisnya abang kebawa emosi liat kamu luka gitu"ucap Natan menjelaskan.


"Terserah"jawab Shfi'yyah marah.


"Pia marah ya sama abang"tanya Natan.


Shfi'yyah hanya menggelngkan kepalanya singkat.


"itu luka udah di obatin"tanya Shfi'yyah menatap abangnya lagi dengan tatapan intens.

__ADS_1


"iya udah baru ajah di obatin sama umi"jawab Natan


"Abang gak cerita yang sebenarnya kan sama umi"tanya Shfi'yyah seperti polici yang sedang mengitrogasi tersangka.


"gak lah abang bilang ajah ketemu pereman yang mau malak abang di jalan makanya abang kelahi sam tuh pereman"ucap Natan.


"bagus deh kalo gitu"jawab Shfi'yyah lega.


"kamu boong ya sama umi"tanya Natan menatap adiknya itu curiga Shfi'yyah yang di tatap seperti itu dia jadi gugup.


"udah lah Pia mau mandi belum mandi bentar lagih asar"ucap Shfi'yyah lalu cepat-cepat dia masuk kembali ke dalam kamarnya dan menutu pintu di depan Natan.


"Yampun Shfi'yyah kamu nutup pintu kenceng banget,gak tau apa di sinih masih ada orang ganteng"ucap Natan dengan Narsisnya.


Ya begitu lah Sipat Natan jika di rumah dia begitu narsis dan agak sedikit manja padak uminya mungkin dia dulu sempat hampir akan menjadi bungsu makannya di manja kan sama uminya tapi setelah kehadiran Shfi'yyah dia di didik oleh abinya dengan tegas seperti Ilham abang pertamanya.


Ilham baru sajah pulang dan melihat Natan yang tengah bergumam gak jelas di depan kamar Shfi'yyah.


"lagi ngapain kamu"tanya Ilham yang membuat Natan terkejut karna Ilham sudah ada di belakangnya.


"abang bikin kaget ajah"ucap Natan dengan mengelus dadaknya.


"barusan abis bicara sama pia dan soal luka ini gue abis kelahi"jawab Natan lalu diapun berjalan untuk masuk kedalam kamarnya.


"mau jadi jagon lo kelahi hak"tanya Ilham dingin,Natan yang meyadari kakak nya marah cepat-cepat dia menjelaskan padak kakak nya soal kejadian yang sebenarnya dan meminta kakaknya untuk tidak memberitau umi dan abinya.


"jadi gitu ceritanya"ucap Ilham mengangguk-anggukan kepalanya paham setelah mendengarkan penjelasan adiknya itu.


"iya bang dan Natan mohon jangan kasih tau umi sama abi soal ini,Natan jugak gak boleh kasih tau yang sebenarnya sama Shfi'yyah"ucap Natan menatap Abangnya itu dengan tatapan memohon.


"ok gue gak bakal kasih tau umi,kalo gitu gue masuk dulu"ucap Ilham lalu pergi masuk kedalam kamarnya yang sangat rapih berbeda dengan kamar Natan yang berantakan kaya kapal pecah.


Setelah Ilham masuk ke kamarnya Natan pun masuk ke dalam kamarnya yang berantakan tapi Natan cuek sajah dia malahan merebahkan tubuhnya di atas kasur yang berantakan,karna tadi pagi saat uminya mau membersihkan kamarnya dia malah mengunci kamarnya jadi tidak di bersihkan itu , lah sipat jelek Natan yang suka membuat kamarnya berantakan dan menjadikan kamarnya sarang nyamuk,berbeda dengan Shfi'yyah dan Ilham mereka berdua sangat suka kebersihan jadi habis bangun tidur langsung membersihkan kamar mereka.


Di sisi lain di dalam kamar Shfi'yyah.


Shfi'yyah yang sedang membuka tasnya lalu mengambil baju seragam Dimas dan membawanya ke kamar mandi lalu diapun merendam baju itu dan mencucinya.

__ADS_1


Sekalian dia jugak mandi karna sudah mau masuk asar.


Shfi'yyah sengajak tidak mencucinya di bawah dia sengajak mencucinya di kamar mandi dia takut ketahuan keluarganya jika dia mencuci baju yang bukan mahromnya.


Dan pastinya keluarga Shfi'yyah akan berpikir yang tidak-tidak,misalnya pacaran karna keluarga nya itu tidak akan mengijinkan anak-anaknya itu berpacaran.


Selesai mencuci dan menjemurnya di jendela kamarnya Shfi'yyah pun mengerjakan kewajiban seluruh umat muslim ya itu solat lima waktu.


Selesai solat Shfi'yyah membereskan kamar nya yang agak berantakan dan dia jugak membereskan perlengkapan sholatnya.


Setelah semuannya beres Shfi'yyah pun keluar dari kamarnya dengan tidak memakai cadar dan hijab,jika di rumah Shfi'yyah tidak memakai hijab dan cadar sedangkan keluar rumah dia harus memakai hijab dan cadarnya.


" dek"panggi Ilham yang baru sajah keluar dari kamarnya.


"Ada apa abang L"tanya Shfi'yyah melihat abangnya itu sudah rapih,tidak seperti biasanya jika di rumah rapih.


"ikut abang yu jalan-jalan"ajak Ilham


"hemmm kemanah"tanya Shfi'yyah


"nanti jugak kamu bakalan tau,udah sanah buruan siap-siap abang tunggu"ucap Ilham Shfi'yyah pun mengangguk dan kembali lagi masuk kedalam kamarnya lalu bersiap untuk pergi jalan-jalan dengan abangnya.


setelah Shfi'yyah selesai bersiap diapun menuruni tanggak dan ternyata Ilham sudah menunggunya di bawah tangga.


"yu kita pergi sekarang"ucap Ilham lalu menggandeng tangan Shfi'yyah.


"tapi bang kita belum pamitan sama umi"ucap Shfi'yyah.


"udah tadi abang yang minta izin sama umi,umi bolehin ko tapi sebelum magrib kita harus segera pulang ke rumah"jawab Ilham dengan terus berjalan membawa adinya itu untuk ke halaman rumah,Shfi'yyah hanya diam menanggapi abangnya itu.


mereka berduapun sudah masuk ke dalam mobil milik Ilham dan Ilham melajukan mobilnya keluar dari rumahnya,di perjalanan hening hanya ada suara musik yang abangnya yalakan di mobil.


sekip,sesampainya di rumah sakit mereka berduapun turun dari mobil.


"abang kenapa bawa pia ke Rs"tanya Shfi'yyah heran.


"buat periksa tangan kamu"jawab Ilham lalu menarik tangan Shfi'yyah agar masuk kedalam rumah sakit.

__ADS_1


" tapi bang....


__ADS_2