Lentera Di Kegelapan

Lentera Di Kegelapan
EPS 14


__ADS_3

Keesokan paginya Shfi'yah telah berada di kelas nya dia tengah tertidur karna semalaman dia tidak tidur cukup,yang mengakibatkan pagi ini dia tertidur di dalam kelas,apa lagi kelas masih sepi belum ada orang karna masih pagi.


Tampa Shfi'yah sadari ada seseorang duduk di samping nya orang itu memperhatikan nya.


Lalu tangan itu terangkat dan akan menyentuh Shfi'yah tapi Shf'yah sudah terbangun dengan sendirinya dia melihat seseorang yang tengah duduk memandangnya.


"Azizah"ucap Shfi'yah saat melihat seorang gadis yang tengah duduk di samping nya yang tak lain adalah Azizah sahabatnya.


"iya,kenapa kamu tidur di kelas"tanya Azizah karna ini bukan lah kebiasaan Shfi'yah yang tidur di kelas.


"Semalem gak bisa tidur"jawab Shfi'yah dengan merentang kan otot-otot tangan nya.


"kenapa gak bisa tidur"tanya Azizah.


Sahfi'yah hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"oyah Nayla belum dateng"tanya Shfi'yah.


"hemmm gak tau tuh anak tadi pagi gue telpon malah gak di angkat-angkat"jawab Azizah.


"Oyah gimana dengan tangan kamu pia"tanya Azizah.


"oh alhamdulillah baikan"jawab Shfi'yah


Tiba-tiba mereka berdua harus menghentikan obrolan mereka berdua karna Nayla datang dengan wajah menunduk tidak kaya biasa nya itu anak.Lalu tampa menyapa kedua nya dia pun langsung duduk begitu saja di tempat duduk nya tampa menoleh ke belakang.


Suasana seakan menjadi horor karna Nayla yang suka banya bicara tiba-tiba menjadi pendiam dan suasana kelas yang masih sepi sangat mendukung banget.


"Kenapa tuh anak"tanya Azizah kepada Shfi'yah yang mendapat gelengan kepala dari Shfi'yah.


"Nay lo kenapa?.."tanya Azizah kepada Nayla yang hanya diam sedari tadi.


Nayla pun berbalik perlahan ke belakang yang membuat Azizah dan Shfi'yah terlihat takut mereka berdua sekarang sedang membayang kan adegan di filem horor yang hantu nya menyamar jadi salah saru dari merekah.


"Astagfirilloh halazim"ucap Azizah dan Shfi'yah berbarengan saat Nayla berbalik ke belakang dan melihat keduanya sahabatnya itu.


"Ya Allah Nay lo kenapa"ucap Azizah kaget melihat kantong mata Nayla yang bengkak lalu Shfi'yah pun menangguhkan kepalanya sebagai perta nya an Azizah barusan.

__ADS_1


"gue semalaman nangis dan gak tidur-tidur makanya mata gue jadi ginih"jawab Nayla.


"Emang nya lo nangis kenapa?.."tanya Azizah tidak menyangka temannya itu akan menangis seperti itu sampai mata nya bengkak.


"ini semua gara-gara novel yang gue baca makanya mata gue jadi gini"jawab Nayla menjelaskan.


"Lo nangis kaya orang yang baru di putusin pacar tau gak"ucap Azizah kesal.


"sialan lo,bukanya lo juga tau kalo gue itu gak mau pacaran"ucap Nayla kesal.


Sedang kan Azizah hanya tersenyum.


"itu emang gak buat kamu pusing nay"tanya Sahf'yah yang hanya sedari tadi diam menyimak percakapan kedua temanya itu.


"gini ni Zia kalo nanya tuh kaya Shfi'yah perhatian gak kaya lo kalo ngomong kemana ajah mikirnya"ucap Nayla dengan menatap Azizah sinis sedang kan yang di tatap hanya mendelik kan matanya sebal dan kesal bercampur aduk.


"pusing banget Pia,tapi kalo gue gak sekolah yang ada di rumah gue kena omel sama ortu gue ya gue mending ngan paksain buat sekolah ajah"jawab Nayla dengan tampang lelah.


"yaudah kalo gitu kamu istirahat ajah di uks"usul Shfi'yah yang langsung di tolak oleh Nayla.


"ogah gue harus ke Uks mana hari ini bagian dia buat jagain ukas gue ogah ketemu sama ruh orang"ucap Nayla ketus.


"cie yang masih belum bisa move on"ucap Azizah meledek sahabat nya itu.


"idih siapa juga yang belum move on,gue udah move on ya dari tuh buaya,palingan lo kali yang belum move on dari wakil ketua geng BLACK BOOM"ucap Nayla dengan tersenyum yang penuh arti dari senyuman nya itu.


" gue move on dari dia...jadian juga kaga lagian gue juga suka sama anak berandalan kaya dia"ucap Azizah ngegas.


"kalo lo gak suka sama dia kenapa tuh kalung masih melingkar di leher lo itu,atau...jangan-jangan lo...."ucap Nayla yang terpotong oleh suara bel masuk kelas dan para murid yang sedari tadi ada di luar langsung berlari yan masuk ke kelas masing-masing.


Sedangkan Azizah nampak kesal dengan ucapan Nayla barusan Shfi'yah hanya diam dan geleng-geleng kepala se bertengkar nya mereka nanti juga akan baikan dengan sendiri nya jadi hal seperti ini sudah biasa.


Tapi tampa mereka sadari sedari tadi ada seseorang yang mendengar perbincangan mereka dari luar karna suara mereka cukup ke dengeran saat ke luar karna pintu kelas tidak di tutup.


Orang itu merasa sadar akan posisinya dan kecewa atas ucapan Azizah yang menyebut kalo dia tidak suka anak berandalan kaya dia,lalu tampa suara orang itu pun pergi dari depan kelas itu yang mulai di isi oleh para penghuni nya.


Orang itu pergi dengan hati yang sakit dan kecewa hanya diam yang bisa dia pertahankan lalu pergi.

__ADS_1


*


*


*


Setelah pelajaran berakhir dan semua orang pergi untuk mengisi waktunya di jam istirahat ini untuk memulihkan otak nya yang sedari tadi harus bekerja dan berpikir.


Berbeda dengan yang lain Sahfi'yah dan kedua temanya masih betah di dalam kelas.


Nayla tengah tertidur dengan wajah nya menghadap tembok dan kedua tangan nya di jadikan bantal,sedangkan Azizah dia tengah bermain gem di ponselnya.


Sedangkan Shfi'yah tengah menulis pelajaran yang belum sempat dia tulis.


Tidak lama kemudian Shfi'yah pun menghentikan acara menulisnya dia pun teringat dengan seragam Dimas yang belum dia kembalikan tapi...dia tidak tau Laki-laki itu di mana.


"Zia kamu tau gak kali jam gini kak Dimas ada di mana"tanya Shfi'yah menoleh kearah Azizah yang saat mendengar pertanyaan Sjfi'yah yang membuatnya langsung menghentikan kegiatan nya itu.


"Buat apa kamu nanyain dia?.."tanya balik Azizah menatap Shfi'yah curiga.


"aku mau balikin seragam nya yang kemarin di minta buat di cuci in"jawab Shfi'yah yang berhasil membuat Azizah tidak curiga.


"hemmm...kalo mereka itu susah di tebak ada nya di mana,kadang ada di kantin kadang ada di warung teh neng kadang juga ada di lapangan basket tapi yang paling sering itu ada di ruangan BEKA"ucap Azizah.


"yaudah ayo kita cari dan berikan bajunya aku tidak ingin berurusan dengan nya lagi"ucap Shfi'yah


"ya itu masalah nya nyari dia nya yang sulit bin sulit karna seorang Dimas kalo di cari bakal gak ketemu"jawab Azizah.


" ko gitu"tanya Shfi'yah yang bingung.


"entah lah tapi sih gitu menurut perkiraan gue"ucap Azizah tenang.


"yaudah zia kamu temenin aku buat anterin ini ya"ucap Shfi'yah menatap Azizah penuh harapan.


Azizah menghela an nafas nya,lalu tidak lama diapun menangguhkan kepalanya dan lalu dia pun berdiri dan di susul oleh Shfu'yah yang dengan singgap mengambil tote bag yang berukuran kecil.


Lalu mereka pun pergi meninggalkan Nayla yang tertidur begitu pulas nya mereka sengaja tidak mengajak Nayla karna Nayla sedang tertidur dan mereka tidak ingin mengganggu tidur nya Nayla.

__ADS_1


Mereka berdua pun berjalan menyusuri koridor sekolah untuk mencari Dimas.


__ADS_2