
Nayla melajukan motornya dengan kecepatan sedang,dia mengendarai motornya menuju ke suatu tempat yang sangat,ingin sekali dia datangi.
CICIT
BUNYI rem motor yang mendadak berhenti,Nayla melepaskan helemnya yang membuat nya pengap,lalu diapun turun dari motornya dan berjalan menuju bangunan apartemen yang sudah tidak asing lagi baginya.
tap
tap
tap
Langkah kaki Nayla berhenti di depan sebuah pintu apartemen,dia ragu untuk mengetuk pintu yang di depanya,tapi dia tidak memiliki pilihan selain melakukan ini semua.
"Hufffff,ayo Nayla Lo pasti bisa,lo gak mau kan Mami Lo marah-marah sama Lo,ok Lo pasti bisa"gumam Nayla untuk menyemangati dirinya.
Perlahan tangannya pun terangkat dan....
tok
tok
tok
"Assalamualaikum"ucap salam Nayla kepada orang yang ada di dalam apartemen itu.
"Ceklek.
pintu pun terbuka terlihat seorang peria yang membukakan pintu apartemen itu,Laki-laki itu diam melihat kearah Nayla yang malah menunduk.
"Ada apa"tanya laki-laki itu ketus.
"kalo ada orang yang datang terus ucapin salam seharusnya Lo jawab dong"ucap Nayla dengan masih menunduk dan tidak menanggapi pertanyaan laki-laki yang membukakan pintu untuknya.
"Hemmm,masuk"titah laki-laki itu lalu diapun bergeser ke samping untuk mempersilahkan gadis itu masuk,Nayla menurut dia pun masuk kedalam.
"Gis"panggil Nayla lirih,ya Nayla menemui Agis di apartemen nya,karna Nayla juga sering datang kesanah dulu waktu Agis dan Mia berpacaran,untuk menjemput gadis itu pulang.
"Ada apa"tanya Agis dengan acuh nya lalu diapun duduk di Sofa yang ada di apartemennya itu.
BERUK.
Tampa Agis duga Nayla dia langsung sajah berlutut di depan Agis yang membuat laki-laki itu terkejut karna ini kali pertama Nayla bersujud seperti ini,gadis itu begitu tinggi harga dirinya dan keras kepala.
"Gis gue mohon sama Lo,kali ini Lo mau ya Dateng ke rumah sakit buat jenguk Mia"ucap Nayla yang masih menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"bukanya gue udah bilang sama Lo,jangan ikut campur urusan pribadi gue,dan Lo ngapain berlutut di depan gue sampai-sampai mohon-mohon gue bukan Tuhan paham"jawab Agis tegas.
"Gis,kali ini ajah"ucap Nayla lalu diapun menoleh ke arah Agis yang duduk di depannya,Agis semakin terkejut melihat wajah gadis itu yang terluka bibir yang berdarah.
"kenapa dengan wajah Lo"tanya Agis masih dengan menatap wajah Nayla yang menatapnya dengan ekspresi memohon.
" gue mohon gis"ucap Nayla tidak mempedulikan ucap Agis kepada nya.
Agis menghela Nafas nya lalu dia pun berdiri dari duduk nya.
"Berdiri Lo Nay"titah Agis.
"gak,gue gak mau sebelum Lo mau buat ke rumah sakit"ucap Nayla menolak
"Lo tuh keras kepala ya Nay,berdiri gak kalo Lo gak nurut gue gak bakal mau pergi jenguk Mia"ancam Agis kesal,yang membuat Nayla buru-buru berdiri dan menatap Agis dengan mata berbinar.
"serius Lo mau ke Sanah"tanya Nayla memastikan,Agis hanya menganggukan kepalanya lalu diapun mengalihkan wajah nya kearah lain,Tidak mempedulikan Nayla Agis pun berjalan pergi meninggalkan gadis itu yg malah sibuk memeriksa lututnya yang memerah karna berlutut tadi.
Agis datang dengan membawa obat p3k dan air es tidak lupa dengan handuk kecil nya.
"Duduk"titah Agis kepada Nayla,N Ayla Tampa banyak protes langsung duduk di sofa,Agis pun berjalan dan duduk di samping Nayla lalu diapun meletakan mangkuk kecil yang berisi air es batu itu dan obat p3k di atas meja.
"mana liat wajah Lo"ucap Agis lalu Nayla pun menoleh kearah Agis dengan mengangkat wajah nya.
"Cck"Agis berdecah saat melihat wajah Nayla yang berantakan itu,lalu perlahan dia mengompres pipi Nayla yang begitu jelas ada bekas tamparan yang begitu merah.
"Gue bisa sendiri"ucap Nayla lalu dia pun ingin mengambil handuk kecil yang berada di tangan Agis.
"Diem"ucap Agis dingin.
"Gue bisa kompres sendiri,mening lo..."ucap Nayla terpotong oleh Agis.
"Diam Naya bukanya udah gue bilang nurut apa susahnya si Lo nurut,kalo gak nurut gue ogah buat ketemu sama Mia"ancam Agis yang membuat Nayla seketika diam dan menurut membiarkan Agis mengobati luka nya.
"Lo kadang ngeselin Nay dan keras kepala dasar batu,tapi hari ini gue liat Lo dengan keadaan yang kaya gini bikin gue hawatir sama Lo Nay,tapi apa Lo malahan memohon demi orang lain kepada gue,hal yang gak pernah gue duga sema sekali "ucap batin Agis yang memperhatikan wajah Nayla yang hanya diam.
Agis begitu telaten nya mengobati luka Naya dan dengan penuh kelembutan dan kehati-hatian.
"Sakit"tanya Agis
Naya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Bukan luka tamparan itu yang sakit,tapi...hati gue sakit gis"ucap batin Nayla menjerit.
...----------------...
__ADS_1
Shfi'yah berada di meja makan mereka tengah menikmati makan malam,tapa Nathan.
"Bang"Panggil Shfi'yah kepada Ilham yang duduk di sampingnya.
"iya ada apa"tanya Ilham kepada Shfi'yah
"Bang Nathan kemana ko gak ikut makan malem"tanya Shfi'yah.
"Mungkin ketiduran di kamarnya,nanti juga kalo lapar dia turun sendir,"jawab Ilham santai.
Shfi'yah menganggukan kepalanya.
Setelah makan malam Shfi'yah duduk di ruang keluarga dia tengah menikmati tontonan nya.
Tap
tap
tap
Suara langkah kaki yang mendekat membuat Shfi'yah menoleh kearah seseorang yang berjalan kearah nya dengan wajah kusut.
"Abang udah bangun"tanya Shfi'yah
Nathan tidak menjawab,lalu dia pun perlahan memeluk Shfi'yah dari samping.
"Maaf tadi Abang udah marahin adek"bisik Nathan dengan masih memeluk Shfi'yah
"Iya bang Fia udah maafin Abang ko"jawab Shfi'yah,lalu tangannya mengelus kepala Nathan yang kembali memejamkan matanya dengan masih memeluk Shfi'yah dari samping.
Ting.
Bunyi notifikasi dari ponsel Shfi'yah membuat Shfi'yah memberhentikan mengelus kepala Nathan yang membuat Nathan kesal.
"Siapa"tanya Nathan saat melihat adik nya tengah menatap ponselnya dengan ekspresi bingung.
"Lo di mana"isi pesan dari nomer tidak di kenal.
"gue Dimas"satu notifikasi kembali muncul membuat Shfi'yah mengangguk mengerti,lalu diapun membalas pesan itu.
"Di rumah"jawab Shfi'yah
Setelah membalas pesan itu Shfi'yah pun menoleh kearah Nathan yang tadi di acuh Kan nya.
"Ka Dimas"kawab Shfi'yah,tapi hal itu membuat Nathan tidak suka wajah nya kembali muram saat dia tiba-tiba teringat kejadian tadi siang.
__ADS_1
"Cck mengganggu"ucap Nathan lalu diapun kembali memeluk Shfi'yah dan meminta Shfi'yah untuk mengelus kepalanya.
"Elus lagi"pinta Nathan yang membuat Shfi'yah terseyum mendengar nya.