Lentera Di Kegelapan

Lentera Di Kegelapan
Eps 17


__ADS_3

Di dalam mobil terlihat dua orang yang hanya diam dan hanya terdengar suara musik di radio.


"Dek"panggil Ilham memecah keheningan yang melanda di dalam mobil itu.


"emmh iya ada apa bang"tannya Shfi'yah yang langsung menoleh kearah Ilham yang sedang mengemudikan mobil nya.


"nanti kita mampir dulu ya ke toko kue"ucap Ilham dengan matanya terus lurus kearah depan.


"toko kue ada apa"tanya Shfi'ya bingung.


"mau ambil pesanan umi dek"jawab Ilham


"emang ada acara apa"tanya Shfi'ya,bingung karena tidak biasanya umi nya memesan kue kalo tidak ada acara dan dadakan kalo tidak dadakan pasti akan bikin sendiri.


"kata nya nanti malem ada yang mau Dateng ke rumah dan itu ngedadak jadinya umi pesen ajah di tempat biasa"jawab Ilham.


Shfi'yah pun hanya menganggukan kepalanya mengerti,lalu di dlm mobil kembali hening karena gadis itu sibuk dengan ponselnya.


tidak lama mereka pun sampai di Subah toko kue langganan umi nya itu.


"dek mau ikut gak sama Abang ke dalem"tanya Ilham saat mereka sudah memarkirkan mobilnya di parkiran depan toko kue itu.


"gak bang aku di sini ajah"jawab Shfi'yah lalu Ilham pun hanya terseyum dan menganggukan kepalanya,lalu diapun pergi masuk kedalam toko kue setelah peninggalan kakaknya Shfi'yah pun menghembuskan nafas lelah.


"hufffff"


Lalu matanya melihat kearah hp nya lagi barusan dia membuka gerup kelasnya yang heboh membicarakan tentang Dimas yang berpacaran dengan Lena banyak yang tidak percaya dan menyangka kalo hari itu akan menjadi hari yang patah hati.


"ya Allah kenapa hati Shfi'yah tidak nyaman mendengar berita itu kenapa hati Shfi'yah resah dan kecewa"ucap batin Shfi'yah resah.


Di sisi lain,Dimas tengah berkumpul dengan teman-teman nya di markas mereka.

__ADS_1


"eh Lo Dika Lo tau siapa ajah siswi di sekolahan kita yang bernama Shfi'yah"tanya Dimas tiba-tiba,membuat yang di tanya menatap Dimas cengo sedangkan yang lain juga melongo mendengar Dimas menanyakan seorang perempuan.


"tumben Lo nanya siswi yang ada di sekolahan kita"tanya Fikri


"gak cuman iseng ajah"jawab Dimas sekenanya.


"hemmm kalo gak salah sih yang namanya Shfi'yah itu cuman ada satu di sekolahan kita,ya itu gadis yang bercadar"jawab Dika yang memang dia ini seperti sumbernya informasi geng mereka jadi tidak salah kalo bertanya pada nya.


Sedangkan Dimas melongo mendengar nya.


"Serius Lo,gak salah"tanya Fikri terkejut.


"iya,emang ada apa si bos Lo nanyain tuh cewek bukanya Lo tadi siang udah nembak Lena anak populer dari jurusan bahasa itu"tanya Dika penasaran.


"Bukan urusan Lo"jawab Dimas lalu diapun berdiri dari duduk nya dan pergi menuju lantai dua yang di mana di Sanah terdapat kamar pribadinya jika mau menginap di markas begitupun dengan Dika,Agis,dan Fikri mereka itu memiliki kamar masing-masing,di markas.


Sesampainya Dimas d dalam kamar dia menghempaskan tubuhnya di tempat tidur lalu matanya dia tutup menggunakan tangannya.


"gue gak nyangka kalo tuh cewe yang bakalan papah jodohin sama gue,gue mau tau reaksi dia kaya gimana kalo tau gue yang bakal di jodohin dengan nya,dan gue juga nantikan tuh cewek nolak perjodohan ini,sungguh gak sabar buat Liat nanti malam"ucap batin Dimas.


Lalu Dimas pun terseyum meyeringay saat membayangkan perempuan bercadar itu menolak nya nanti malam, tadi dia sudah di beri tau oleh papah nya kalo nanti malam mereka akan bertamu ke rumah Shfi'yah dan hanya dalam rangka saling mengenal sebelum pertunangan itu terjadi,itulah yang Dimas dengar dari sang papah.


Sedangkan Shfi'yah dia sudah sampai di rumah nya dia sekarang tengah mengerjakan tugas sekolah nya di dalam kamar dengan masih menggunakan seragam sekolah nya dia duduk di meja belajarnya.


tok...tok...tok


ketukan pintu membuyarkan konsentrasi Shfi'yah,lalu diapun menoleh kearah pintu sebentar dan disanah terlihat kepala yang menyembul dari balik pintu.


"Ada apa bang Nathan"tanya Shfi'yah yang melihat Kepala Nathan yang hanya masuk sedangkan badannya masih di luar.


"belum mandi dek"tanya Nathan.

__ADS_1


Shfi'yah hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban,lalu Nathan pun masuk kedalam kamar Shfi'yah dan diapun duduk di tepi ranjang Shfi'yah.


"Abang kalo masuk kamar adek tuh permisi dulu ke,baru setelah adek persilahkan Abang masuk baru Abang masuk,bukannya ketok pintu langsung buka gimana kalo Shfi'yah lagi ganti baju"ucap Shfi'yah,dengan menatap Nathan kesal.


Abangnya yang satu itu selalu kebiasaan maen masuk ke dalam kamar Shfi'yah atau juga kamar Ilham tapi laki-laki itu akan mengetuk dan baru deh membuka pintu dan masuk,tapi tetap saja hal itu membuat kesal Ilham maupun Shfi'yah.


" biasanya juga gitu,lagian kamu juga kan selalu ganti baju juga di kamar mandi dek"jawab Nathan


"iya bang tapi jangan di biasain juga"ucap Shfi'yah kesal.


"iya..iya cerewet banget sih"jawab Nathan kesal.


"Apa Abang bilang Fia cerewet,abang sendiri orangnya yebelin"ucap Shfi'yah kesal.


"iya,iya Abang ngeselin"ucap Nathan mengalah,sedangkan Shfi'yah hanya cemberut menanggapi kakaknya itu,lalu di daun pintu terlihat Ilham yang tengah melihat kearah dua adik nya itu.


tok...tok..tok.ketukan pintu yang Ilham bunyikan berhasil membuat kedua adiknya menatap nya


"Boleh Abang masuk"ucap Ilham meminta izin kepada Shfi'yah sang pemilik kamar.


"Masuk ajah bang"jawab Shfi'yah,lalu Ilham pun masuk dan dia bedriri di dekat Shfi'yah yang masih duduk di bangku belajarnya itu.


"tuh bang,contoh bang Ilham yang sebelum masuk minta izin dulu bukanya kaya abangng nyelonong masuk"ucap Shfi'yah dengan menatap Nathan dengan tatapan meledek.


Nathan hanya memutar mata malas dan tidak menanggapi omongan sang adik karena percuma meladeninya karena sudah dia pastikan dia akan kalah karena bookingan nya pasti akan membela Shfi'yah ya siapa lagi kalo bukan Ilham.


"loh ko adek Abang masih pake baju seragam sekolahnya,kamu belum mandi dek"tanya Ilham dengan suara lembut dan tangannya juga mengelus kepala Shfi'yah yang tidak memakai hijab itu.


"Belum bang"jawab Shfi'yah dengan cengegesanya.


"udah sore loh dek,gak baik juga kan nunda-nunda sholat"ucap Ilham menatap sang adik penuh kasih sayang.

__ADS_1


"iya udah kalo gitu Shfi'yah sekarang mau mandi,bang Ilham sama bang Nathan ,bukan ngusir tapi kan adek mau mandi masa kalian ada di sini Fia risih,jadi abang-abang nya Fia pintu di sebelah Sanah"ucap Shfi'yah dengan senyuman dan tangannya menunjuk kearah pintu membuat Ilham dan Nathan gemes melihat ekspresi Shfi'yah yang tidak terlihat bersalah itu.


yaudah Abang sama bang Nathan keluar ya,oya dan ingat mandinya jangan lama-lama"ucap Ilham sebelum dirinya menarik tangan Nathan dan menyeretnya keluar dari kamar Shfi'yah...


__ADS_2