Lentera Di Kegelapan

Lentera Di Kegelapan
Eps 18


__ADS_3

Malam pun tiba,keluarga Shfi'yah tengah bersiap untuk menyambut kedatangan tamu nya.


tapi di bagian lain di keluarga lain tengah ada perdebatan antara anak dan ayah.


"Dimas kenpa kamu pake baju gitu yang sopan dong itu apa kenapa kamu pake celana robek-robek"ucap sang papa saat melihat penampilan Dimas yang tidak rapih.


"kan sama ajah pake baju dan ini fesyen nya Dimas"jawab Dimas dengan malasnya.


"ya tapi kalo kamu pake baju kaya gitu,kamu tuh keliatan yang gak di urusin"bentak papa Dimas.


"emang gak diurusin"jawab Dimas dingin membuat sang papa diam.


"cepat Dimas ganti baju kamu sekarang"perintah sang papah penuh penekanan.


"yaudah kalo gitu gak usah jadi pergi"jawab Dimas,santay tapi tanpa ekspresi sama sekali di wajah nya membuat sang papa kesal,untung nya di Sanah ada Fikri yang menengahi dia juga pusing melihat pertengkaran itu anak dan ayah sama,sama-sama keras kepala.


"udah lah Dim, nurut ajah Dim ini keburu malem Lo,pasti temen nya Om udah nungguin,lagian Lo mau mem permalukan nama baik yokap"ucap Fikri yang sedari tadi duduk di kursi dan meyaksikan perdebatan anak dan ayah itu.


Dimas yang mendengarnya menatap Fikri sinis tapi tak ayal Dimas pun pergi berganti baju ke dalam kamarnya,Dimas dia memakai celana jins hitam tapi tidak robek-robek seperti di awal lalu atasannya memakai kaos hitam dan kemeja hitam kotak-kotak.


Setelah Dimas selesai berganti pakean mereka pun akhirnya pergi,mereka hanya pergi bertiga Dimas,papa dan Fikri,Fikri tadi sore di ajak oleh Dimas dan papa Dimas tidak masalah dengan hal itu toh Fikri juga dia anggap seperti anak nya sendiri.


Setibanya mereka di depan rumah yang berlantai dua itu,mereka bertiga pun turun dari dalam mobil setelah memarkirkan mobil nya lalu mereka berjalan menuju pintu utama dan


papa Dimas pun mengetuk pintu utama rumah itu tidak lupa juga mengucap salam


"tok...tok..tok.


"Assalamualaikum.

__ADS_1


Tidak lama orang di dalam membuka kan pintunya,seorang peria meyambut tamu nya itu dengan penuh kebahagiaan.


"Waalaikum salam"jawab seorang peria yang membuka kan pintu untuk mereka.


"Gara apa kabar"ucap seorang peria yang membuka kan pintu untuk papah Dimas.


"kabarku baik Zidan"jawab papa Gara.


"Yasudah mari silahkan masuk"ucap Zidan mempersilahkan tamu nya untuk masuk lalu mereka pun masuk dan saat mereka masuk mereka di sambut oleh seorang perempuan dan dua laki-laki yang berada di belakang perempuan itu.


"Assalamualaikum Putri,apa kabar"ucap Papa Gara sambil menengkup tangannya di dada begitupun dengan seorang wanita itu pun membalasnya dengan menangkup tangan di depan dadak nya.


"Waalaikum salam kak Gara kabarku baik"ucap Putri dengan terseyum.


"oh kenalkan dua putra ku"ucap Zidan memperkenalkan dua anak laki-laki nya yang sedari tadi diam melihat kearah dua laki-laki yang berdiri di samping Gara.


"ini Ilham anak pertama ku"ucap Zidan memperkenalkan anak pertamanya,lalu Ilham pun menyalimi tangan Gara dengan sopan.


mereka pun di Sanah terkekeh karna mengingat momen itu sedangkan Ilham hanya menunduk malu.


"oh dan ini ank kedua ku namanya Nathan"ucap Zidan memperkenalkan Nathan kepada Gara Natan pun sama apa yang di lakukan Ilham kepada Gara.


"pasti dia seumuran dengan Dimas"ucap Papa Gara.


"iya Gara mereka berdua seumuran cuman beda satu Minggu saja"ucap Zidan.


"oh aku lupa memperkenalkan anak ku ,ini anakku dia Dimas.


Dimas hanya memberi senyuman lalu menyalimi dua orang paruh baya di depanya.

__ADS_1


"dan ini Fikti dia anak angkatku"ucap Gara memperkenalkan Fikri lalu,Fikri pun melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Dimas.


"yasudah kalo gitu ayo silahkan duduk"ucap Putri mempersilahkan mereka untuk duduk setelah mereka semua duduk mereka pun berbicang-bincang mengingat masa lalu dan kesibukan mereka bertiga yang sekarang.


"Oya bukanya kamu memiliki Putri sekarang Putri mu di mana"tanya Gara kepada Zidan.


" ada dia pasti sebentar lagi datang"ucap Zidan lalu tak lama datang seorang gadis bercadar berjalan kearah mereka gadis yang memakai gamis dan cadar berserta kerudung yang berwarna merah marun itu sangat kontras dengan kulit nya yang putih,seorang gadis berjalan dengan kedua tangannya memegang nampan yang berisi minuman dan cemilan untuk para tamu yang datang saat kepalanya


sedikit mendongak dia melihat ke semua orang, yang juga menatap nya dan Dimas pun menatap nya dengan mata yang tajam itu,menatap kearah Shfi'yah yang membuat Shfi'yah berhenti di tengah jalan,karna terkejut dan sampai tangannya pun gemetar membuat nampan yang berisi air itu ikut bergetar,Nathan yang melihat itu langsung dia berdiri dari duduk nya dan berjalan mendekat kearah sang adik lalu diapun mengambil nampan itu yang jika tidak segera di ambil pasti akan tumpah atau terjatuh.


Setelah nampan itu beralih tempat Nathan pun dengan lembut menuntun sang adik untuk bergabung dengan yang lain.


setelah sampai di hadapan mereka semua Nathan pun menaruh nampan itu di meja yang ada di sanah lalu diapun kembali duduk di samping Ilham.


"Kenalin ini Shfi'yah Putri ku satu-satunya"ucap Zidan memperkenalkan Shfi'yah kepada Gara.


"Massa Allah "ucap Gara kagum dengan Shfi'yah yang duduk di samping umi nya.


"Shfi'yah kenalkan ini teman Abi namanya Gara dan di sampingnya itu putranya Dimas dan Fikri"ucap Abi Zidan lalu Shfi'yah pun sedikit mendongak kan kepalanya karena sedari tadi dia menunduk kan kepalanya.


Sahfi'yah terseyum di balik cadarnya lalu diapun menganggukan kepalanya nya.


"maaf Gara dia sedikit pemalu"ucap Abi Zidan.


"oh tidak apa aku senang melihat nya "ucap Gara lalu diapun terseyum kepada sahabatnya itu.


Fikri melihat kearah Dimas yang sibuk dengan ponselnya dia jadi teringat akan kejadian tadi siang di mana Dimas menanyakan Nama Shfi'yah dan tentu saja ini semua ada hubungannya pikir Fikri.


"Oh bagaimana sekarang kita bicara ke intinya saja"ucap Papa Gara.

__ADS_1


"baik lah"ucap Abi Zidan,seketika itu juga Dimas yang perhatiannya memang sibuk dengan ponselnya tapi telinganya tetap mendengarkan percakapan orang-orang yang ada di sekelilingnya,langsung mengangkat kepalanya dan melihat ke sekeliling memperhatikan orang-orang yang sekarang berekspresi serius.


"bagaimana kalo sekarang kita bahas masalah perjodohan kedua anak kita,aku sebagai papa dari Dimas dan mewakili papa Antoni dan mendiang istri ku dan juga Dimas, sebagaimana kita tau papa Antoni dan istriku mereka telah setuju atas perjodohan ini begitu juga dengan Dimas dia pun menyetujuinya"ucap Papa Gara yang berhasil membuat Fikri,Shfiya,Ilham,dan Nathan terkejut.


__ADS_2