
Sedangkan Dimas dia diam sedari tadi yang membuat di dalam mobil itu hening tidak ada suara,perlahan mata tajam itu menutup dengan sempurna, tiba-tiba pikiran nya berkelana ke kejadian waktu Shfi'yah membuka kain yang menutupi wajah nya itu,dia ingat betul dengan kejadian itu,malahan ada di dalam hati nya ketidak puasan menatap ciptaan Tuhan satu itu.
Wajah yang kecil,putih mulus, pipi yang sedikit cubi,hidung yang mancung dan kecil,lalu mata besar yang jernih dan bulu mata yang panjang dan lentik tidak lupa alis yang hitam dan tebal dan jangan lupakan bibir yang kecil dan berwarna ping alami itu.
Membuat Dimas seketika menyunggingkan senyuman nya.
"Tidak ku sangka wajah nya begitu imut,manis dan cantik"ucap batin Dimas.
"Dim menurut Lo Shfi'yah itu seperti apa si"tanya Fikri tiba-tiba yang membuat Dimas tersadar dari hayalanya itu.
"Biasa saja"jawab Dimas sekenanya.
"yakin,padahal tadi itu wajah nya sungguh cantik dan mempesona,malahan gue sendiri gak nyangka kalo di balik kain itu tersembunyi wajah yang sangat menawan,gak salah ya gue waktu itu ngomong kalo dia itu bidadari"ucap Fikri.
"bisa diem gak si Lo,dan ingat jangan muji dia"jawab Dimas kesal.
"emang kenapa sih Dim,kan emang bener kalo tunangan Lo itu,cantik Andai aja kalo gue ada di posisi Lo auto otw KUA"ucap Fikri dengan ujung bibirnya terseyum saat melirik Dimas yang wajahnya berubah suram.
"SETOP"teriak Dimas yang membuat Fikri secara reflek mengerem mendadak membuat mereka terhuyung ke depan.
"ada apa sih kalian ini ribut-ribut"tanya papa Gara yang memang sedari tadi dia tertidur di dalam mobil.
"Maaf Om,ono noh anak Om bikin Fikri kaget"jawab Fikri.
Dimas tidak menanggapi mereka langsung saja dia membuka sabuk pengamannya dan pergi keluar dari dalam mobil dengan membanting pintu mobil cukup keras.
"BERUK".
papa Gara geleng-geleng kepala melihat kelakuan Dimas,sedangkan Fikri dia terkikik geli karna melihat Dimas begitu marah.
"Sudah lah Fikri ayo kita pulang,biarkan Dimas sendirian lagian dia kayanya marah banget,gak guna juga kalo kita berusaha nenangin dia yang ada kita jadi sasaran amukan nya"ucap Papa Gara dengan memijit keningnya karena sudah pusing dan mengantuk.
"Baik om"jawab Fikri,lalu Fikri pun menjalankan kembali mobilnya meninggalkan Dimas seorang diei di jalanan itu.
Dimas berdecah kesal mendengar ucapan Fikri apa lagi dalam pikirannya bayangan wajah Shfi'yah masih menari-nari,dan itu sangat mengganggunya.
"Cih,sialan"pekik Dimas lalu kakinya pun menendang kerikil yang tidak bersalah itu.
__ADS_1
Diapun mengacak-acak rambut nya.
"Sialan Lo bisa keluar gak di pikiran gue hah"teriak Dimas entah kepada siapa tapi untungnya jalanan itu sepi dan sunyi tidak ada orang yang melihat kegilaannya yang memukuli kepalanya sendiri.
"Om"panggil Fikri kepada Papa Gara.
"hemmm"jawab Papa Gara dengan mata terpejam nya.
"Om yakin mau nikahin Dimas sama Shfi'yah"tanya Fikri hati-hati.
"maksud kamu apa Fikri,kamu mau gantiin Dimas"tanya papa Gara santay.
"buka Om,bukan begitu,jadi gini sebagai mana yang kita tau sipat Dimas itu seperti apa om dia itu tempramental banget Om,Fikri cuman khawatir saat dia menikah dan Shfi'yah harus menerima amukan Dimas yang pemarah itu"ucap Fikri mengutarakan kecemasannya.
"tenang saja Fikri,om yakn Dimas gak bakalan berani yakitin Shfi'yah,kamu percayakan semuanya pada Shfi'yah pasti suatu saat nanti dia bisa mengubah Dimas menjadi lebih baik lagi"ucap Papa Gara tenang.
Fikri hanya menganggukan kepalanya.
...****************...
keesokan paginya Shfi'yah sudah berada di dalam kelasnya dari tadi pagi,dia tengah merenung atas kejadian tadi malam,yang membuatnya berat dan sekaligus lega mejalani perjodohan ini,lega karna beban abi nya sudah hilang dan berat atas perjodohan ini karna Dimas memiliki pacar.
"iya ada apa ziah"tanya Shfi'yah dengan suara lembutnya kepada sahabatnya itu yang berjalan berlari mendekat kearah nya.
"hu...hu...hu,Shf-Shf"ucap Azizah yang memeluk Shfi'yah dari samping yang membuat Shfi'yah bingung.
"Ada apa Ziah"tanya Shfi'yah bingung.
"gue,gue baru dapet musibah"ucap Azizah yang masih memeluk Shfi'yah erat.
"inalillahi,musibah apa ziah"tanya Shfi'yah terkejut.
"kucing kesayangan gue mati"ucap Azizah lalu mengangkat kepalanya perlahan dan mendapati mata indah Shfi'yah.
Lalu tiba-tiba.
Peletak.
__ADS_1
Azizah dapatkan jitakan di belakang kepalanya saat dia melihat ternyata itu Nayla.
"Nayla sakit tau"ucap Azizah dengan cemberut nya.
"ya lagian Lo lebay banget,kucing mati di tangisan,kan tinggal di doa ini biar tuh s meong(nama kucing Azizah)biar tenang di alam Sanah"ucap Nayla lalu diapun duduk di bangkunya dan menghadap kearah kedua temanya.
"memangnya Lo gak pernah,ngerasain kehilangan orang tersayang hiks"ucap Azizah lalu diapun kembali menangis.
"bukan orang ziah tapi hewan"ucap Nayla mengoreksi ucaan Azizah yang salah dengan menekan kata hewan.
"oh iya,yah kan s meong hewan"jawab Azizah dengan tampang polos nya itu.
"ih rasanya mau gue sungsepin Lo ke liang kubur deh"ucap Nayla menahan gemas sekaligus kesal.
"mati Dong gue kalo Lo masukin ke liang kubur"jawab Azizah.
Nayla hanya mendelikan matanya lalu diapun beralih menatap Shfi'yah yang sedari tadi hanya diam, lalu tatapannya pokus kepada tangan Shfi'yah yang memakey cincin.
"tunggu dulu,seinget gue Shfi'yah gak pernah pake cincin,ko sekarang tiba-tiba dia pake cincin,dan cincin itu kaya cincin tunangan"ucap batin Nayla dengan matanya tidak lepas memperhatikan cincin itu.
"Shfi'yah,lo gak mau gitu kasih tau gue Lo pake cincin ngedadak"tanya Nayla tiba-tiba yang membuat Shfi'yah terkejut.
"hah emang bener Fia kamu pake cincin,ko tumben"ucap Azizah lalu tatapannya pun beralih melihat cincin Shfi'yah yang melingkar di jari manisnya.
"Anu...anu"jawab Shfi'yah gugup
"hemmm,cincin itu terbuat dari Berliana,dan di rancang Khusus dan cincin ini cincin pasangan"ucap Nayla dengan mengangkat tangan Shfi'yah yang terdapat cincin itu dia begitu memperhatikan dengan teliti.
ya keluarga Nayla ada lah pebisnis perhiasan jadi dia tidak asing dengan perhiasan-perhiasan,malahan dia bisa menebak harga dan kualitas perhiasan itu,ya dia belajar mengenal itu karna dia adalah anak satu-satunya yang ibunya miliki,dan alasannya dia adalah pewaris selanjutnya dari bisnis keluarga.
"Wah beneran,berarti ini cincin tunangan dong"ucap Azizah heboh.
"kamu Shfi'yah tunangan sama siapa kenapa gak kasih tau kita-kita"ucap Azizah lagi.
"Ini cuman..."ucapan Shfi'yah langsung di potong oleh Nayla.
"Shfi'yah sayangnya aku,kamu mau bohongi aku,dan Azizah bukanya kamu bilang kalo berbohong itu dosa"cela Nayla dengan menatap Shfi'yah serius membuat Shfi'yah berkeringat dingin.
__ADS_1
Saat Shfi'yah akan menjawabnya tiba-tiba buyi bel masuk pun berbunyi alhasil Shfi'yah mengurungkan ucapanyan karna murid yang lain sudah pada masuk kedalam kelas...
Yang membuat Nayla dan Azizah berhenti bertanya lalu mereka pun pokus ke depan karna sebentar lagi guru mapel pertama mereka akan segera datang.