
Dimas memperhatikan Papah nya yang sedang berbicara dengan photo ibu nya.
"sayang aku merindukan mu sangat merindukan mu,hiks hiks hiks"ucap papah Dimas sedih.
Dimas yang sedari tadi memperhatikannya merasa ada yang sesak di dadanya sampa-sampai matanya memerah menahan tangis,tiba-tiba tangan Dimas terangkat dengan sendirinya dan mengetuk pintu kamar papah nya.
tok tok tok.
suara ketukan pintu yang membuat papah Dimas cepat-cepat menghapus air matanya dan tatapan nya melihat kearah pintu yang perlahan di dorong oleh seseorang dari luar.
"Dimas rupanya kamu nak"ucap papah Dimas tersenyum saat melihat sang putra sedang berdiri di ambang pintu.
"apa boleh masuk ada yang ingin Dimas bicarakan dengan anda"ucap Dimas.
"tentu kemari lah "jawab Papah Dimas dengan melambaikan tangannya kepada sang putra.
Lalu perlahan Dimas pun berjalan kearah papah nya dan diapun duduk di samping papah nya.
"apa yang anda tonton"tanya Dimas saat pandangannya melihat kearah laptop yang menyala di atas bantal.
"oh ini...ini kenangan mamah mu waktu sebelum melahirkan kamu,apa kamu ingin melihatnya"tanya Papah Dimas dan Dimas pun hanya menangguhkan kepalanya sebagai jawaban,dan papah Dimas pun tersenyum lalu mulai memutar video itu.
Dan Dimas bersama papah nya sama-sama menonton video itu bersama.
Dan video pun berputar dan di sanah terlihat wanita yang sangat cantik tengah tersenyum meng hadap kamera dan memperlihatkan benda panjang yang bergaris dua berwarna merah itu.
lalu Video pun berputar dan adegan demi adegan terjadi seperti kegiatan para ibu hamil biasanya yang senam terus adegan perjuangan ngidam seorang ibu hamil pada umumnya dan yang terakhir di mana peroses melahirkan yang membuat Dimas dan papah nya merasakan ketegangan.
Dan setelah melahirkan itu Mamah Dimas berdialog dengan suaminya sebelum akhirnya nafasnya berhenti.
"Sayang..."panggil papah Dimas yang masuk dan sudah mengetahui kondisi sang istri tidak dapat tertolong lagi.
"Mas...anak kita mana aku ingin melihat dan bertemu dengan nya sebelum aku pergi"ucap Mamah Dimas lemah terbaring di tempat tidur rumah sakit masih di ruangan persalinan.
"bentar ya sayang....anak kita sebentar lagi di bawa oleh suster"ucap Papah Dimas menahan untuk tidak menunjukan kesedihan nya kepada istri tercintanya.
__ADS_1
Lalu tidak lama seorang suster pun masuk ke ruangan itu dengan menggendong bayi mungil yang baru saja lahir.
Lalu suster itu pun memberikan bayi itu ke pelukan sang ibu.
"Sayang....bayi kita tampan ya persis seperti kamu"ucap Mamah Dimas memandangi bayi mungil yang baru saja dia keluarkan di dalam rahimnya.
"iya...sa..sayang dia juga baik gak rewel....lihat lah dia di dalam pelukan mu"ucap papah Dimas yang merasakan sesak di hatinya.
"suamiku aku mau anak kita menjadi anak yang soleh dan berbakti kepada kedua orangtuanya dan baik kepada semua orang yang ada di sekeliling nya"ucap Mamah Dimas sesaat Dia diam untuk menetralkan napasnya.
"Dan aku berharap dia....bisa mengabulkan keinginan ku dan keinginan papah...Untuk ber Besan nan dengan keluarga kak Putri dan aku berharap dia menjadi suami idaman bagi istrinya kelak"ucap Mamah Dimas dengan tangannya mengelus tubuh mungil itu yang ada di atas tubuhnya.
"Amin sayang amin"ucap Papah Dimas lalu dia pun mencium kening istrinya itu.
"Dan untuk kamu sebelum aku pergi aku minta agar kamu mau memberikan ibu sambung untuk anak ku agar dia bisa merasakan kasih sayang seorang ibu, walaupun bukan dari aku..."ucap Mamah Dimas dengan menatap sang suami.
"gak sayang aku gak mau..!!! aku cuman maunya kamu gak mau yang lain...gak ada wanita yang bisa menggantikan posisi mu di hatiku cukup kamu dan ibu ku yang aku cintai aku tidak ingin ada yang lain..."ucap papah Dimas dengan air mata yang tak bisa di tahan lagi.
"Aku sayang kamu mas dan aku juga sayang Dimas...maafin aku mas.."ucap Mamah Dimas lalu tangan nya perlahan terulur untuk menyentuh wajah suaminya yang sudah basah dengan air mata tapi sebelum itu tangannya pun terjatuh berbarengan dengan bayi yang menangis seakan tau bahwa sang mamah telah meninggalkannya.
"Sayang bangun...hiks hiks hiks"ucap papah Dimas yang melihat mata sang istri yang sudah tertutup rapat dan wajahnya begitu damai dan tenang..
setelah memeriksa keadaan nya Dokter pun melihat kearah papah Dimas yang menunggu pemberi tahuan dari Dokter walau dia tau apa yang akan dokter sampaikan kepadanya.
"maaf tuan....nyonya sudah tidak ada kami berturut bela sungkawa"ucap sang dokter.
"gak... sayang banguuunnn!!!"teriak papah Dimas lalu mendekap tubuh sang istri dan menangis sejadi-jadinya.
"Dimas menitikkan air matanya saat melihat momen terakhir bersama mamah nya yang hanya bisa selama ini dia lihat di foto saja.
papah Dimas melihat tubuh Dimas yang gemetar karna menahan isakan lalu papah Dimas pun menarik anak nya dan memeluk nya.
Dan Dimas tidak berontak sama sekali dia malah menangis di dalam deka pan sang Papah yang yaman yang selama ini selalu dia hindari.
"maaf kan Dimas mah,Dimas belum bisa menjadi anak yang baik seperti yang mamah harapkan,dan maaf Dimas selama ini menjadi anak pembangkang...dan tidak nurut dengan papah,"ucap batin Dimas.
__ADS_1
" pah"panggil Dimas setelah dia mulai tenang.
lalu perlahan papah Dimas pun melepas kan pelukan nya dan mereka pun duduk dengan saling menghadap kedepan seperti semula.
"Ada apa nak"tanya papah Dimas.
"Dimas....Dimas mau nerima perjodohan ini...demi mamah"ucap Dimas pelan tapi masih terdengar oleh papah nya Dimas.
"Benarkah"tanya papah Dimas tida percaya dan Dimas pun mengangguk kan kepalanya.
Papah Dimas sangat senang mendengar itu lalu diapun merangkul tubuh anaknya.
Sebagai rasa senang nya.
"Tapi Dimas ingin tau siapa yang akan di jodohkan dengan Dimas"tanya Dimas lalu Dimas pun melepas kan rang kulan papah nya pelan dan diapun melihat papahnya
"yang jelas dia seorang perempuan Dimas"ucap Papah Dimas.
"iya Dimas tau tapi siapa..agar Dimas tau seperti apa perempuan itu"ucap Dimas menatap papah nya serius.
"baik lah biar papah kasih tau kamu,dia ber sekolah di sekolah yang sama dengan kamu"ucap papah Dimas.
"Ayo lah jangan buat teka-teki seperti ini...ini membuat kepala Dimas sakit"ucap Dimas tidak sabaran.
"Baik lah papah kasih tau namanya, nama....nya Shfi'yah"ucap papah Dimas yang berhasil membuat Dimas terdiam sesaat lalu pikirannya tertuju pada gadis bercadar yang tadi siang dia tidak sengaja membuat seragam sekolah nya kotor.
entah lah kenapa pikirannya langsung tertuju pada gadis bercadar itu padahal Dirinya tidak tau nama gadis yang menumpahkan kuah bakso itu ke badan nya.
"kenapa pikiran gue langsung ke cewek itu ya setelah papah kasih tau namanya padahal gue gak kenal sama tuh cewek...ahak masa b**do..."ucap batin Dimas kesal.
"Dimas"panggil Papah Dimas.
"oh iya ada apa pah"tanya Dimas yang tersadar dari lamunan nya.
"kenapa kamu bengong"tanya papah Dimas.
__ADS_1
"oh gak ada apa-apa...kalo gitu Dimas pergi dulu ya"ucap Dimas lalu Dia pun segera keluar dari kamar papah nya tapi sebelum keluar Dimas berbalik sebentar kearah papahnya.
"jangan begadang...dan cepat lah tidur"ucap Dimas lalu diapun segera pergi sedangkan sang papah tersenyum mendengar anak nya perhatian lagi...