
"Gimanah kalo lem ajah pak"ucap Dika ngasih solusi.
" lem pake apaan"tanya pak johan.
"Pake lem super pak biar gak mudah copot"jawab Dika lalu dik ahkhir kalimatnya Dika dan Pikri sama-sama tertawa terbahak saat mereka membayangkan gurunya itu menempel kan gigiknya dengan lem super.
"Sudah-sudah kalian ini bikin sayah emosi sajah,lebih baik kalian pergi ke kelas kalian dan belajar yang bener"ucap Pak Johan mengusir mereka berdu.
"lah kan gurunya jugak ada di sinih pak"jawab Dika dengan menunjuk pak Johan.
"oh iyah ya kenapa sayah lupa,Sudah nanti sudah sayah selesai di obatin sayah akan ke kelas kalian,lebih baik kalian sekarang pergi sanah"ucap pak Johan lalu keduannya pun segera berpamitan dan pergi dari sanah meninngalkan Pak johan sendirian.
"yaudah pak kalo gitu kita pamit yah"ucap Pikri lalu di anggukan oleh pak Johan.
"oh pa GWS ya"ucap Dika.
"Apa arti GWS" tanya pak Johan.
Lalu Dika dan Pikripun saling pandang satu sama lain lalu setelah itu mereka pun berbali melihat kearah pah Johan dan bersamaan menjawab nya.
"GERA WAPAT SIA"Jawab Dika dan Pikri bersamaan
Lalu sebelum pak Johan marah mereka langsung pergi dari sanah.
"KALIAN DOA' IN SAYAH BIAR CEPET MATI GITUH,DASAR MURID GAK ADAK AHLAK,GURUNYA SAKIT MALAH DI DOA'IN YANG GAK-GAK"teriak pak Johan kepadak Pikri dan Dika yang sudah pergi entah kemana.
Di sisi laintepatnya di ruangan kepala sekolah dua laki-laki harus berhadapan dengan kepala sekolah yang sudah tidak asing lagih bagik semua murid garudak yang di kenal kepala sekolahnya itu tegas dan gak maim-main dengan ucapanya.
"Kenapa kalian berdua berkelahi"tanya kepala sekolah dingin dan tegas.
"Natan yang duluan pak mukul sayah"jawab Dimas menatap Natan tajam lalu Natanpun sama menatap balik Dimas dengan sorot mata tajamnya.
"apah betul itu Natan"tanya pak kepala sekolah.
"gak pak dia yang duluan " ucap Natan.
__ADS_1
kenapa mereka berdua tidak di bawak ke ruangan,bka ya karna guru BKA nya sedang izin tidak masuk karna sedang sakit.
"Kalian ini cepat ceritakan dari awal biar bapak tau siapa yang salah dan yang bener"ucap Pak kepala sekolah.Lalu Natanpun menceritakan awal dari kantin sampai dari dia berkelahi dengan Dimas.
Selesai bercerita Natanpun menatap dimas jengkel.
"Jadik hanya masalah kuah bakso yang gak sengajak kena bajuk kamu Dimas sampe-sampek kamu nyakitin adiknya Natan,kan bisa di cucik seragam kamu Dimas jadik bersih lagi kan kenapa harus acara memper panjang masalah"ucap pak kepala sekolah tidak habis pikir dengan tingkah dan kelakuan dua muridnya itu.
Natan terseyum miring kepada Dimas sedangkan Dimas berdecak sebal.
"Satu lagi kamu Natan,seharusnya kamu memberi contoh yang baik sebagai ketua osis untuk adik-adik kamu"ucap Pak kepala sekolah menatap Natan dan Dimas secara bergantian.
"Tapi sayah gak terima pak jika dia ngehina adik saya dengan mulut kotornya itu"ucap Natan kesal.
"iya bakap paham tapi kan bisa di selesaikan dengan hati dingin dan kepala dingin bukan dengan emosi"jawab pak kepala sekolah yang membuat Natan diam karna dia ingat dengan Shfi'yyah yang tadik sempat mengingatkannya.
"Dan kamu jugak Dimas kalo kamu punya mulut itu di jaga biar gak yakitin perasaan orang dan jangan mengambil kesimpulan menghina orang lain itu akan menjadi pitnah"ucap Pak kepala sekolah.
"Sudah lah,sebagai hukumanya kalian berdua bersihkan toilet sekolah"ucap kepala sekolah yang kali ini membuat Natan dan Dimas sok berat.
"Dan bapak sendiri yang akan mengawasi kalian berdua sampai selesai"ucap kepala sekolah dingin.
"cikkk"desis Dimas kesal.
"Yasudah ayo kitak langsung ke sanah Natan Dimas"ucap pak kepala sekolah..
"Baik pak"jawab keduanya kompak lalu Dimas dan Natan pun jalan di depan untuk menujuk ke WC.
Sesamapainya di sanah Dimas dan Natanpun di beri alat pembersih seperti sikat dan yang lainnya.
"sanah kalin masuk bapak akan awasin kalian di sinih"ucap kepala sekolah menatap mereka yang masih di luar wc peria tepatnya.
"iya pak bentar sayah buka baju dulu"ucap Dimas lalu Dimas pun membuka seragam sekolahnya dan saat ingin menarohnya dia melihat ada seorang siswa yang berjalan membawa buku banya lalu diapun berpamitan untuk menemui murid itu.
"pak sayah izin kesana ya sebentar ada urusan"ucap Dimas lalu kepala sekolah pun mengganggukan kepalannya sedangkan Natan dia sudah masuk ke dalam.
__ADS_1
"eh lo tunggu sebentar"teriak Dimas yang membuat murid itu berhenti dari jalanya lalu menoleh kearah Dimas yang berjalan kearahnya.
"iya kak ada apa"tanya murid laki-laki itu.
"lo kelas berapah"tanya Dimas melihat laki-laki itu.
"kelas Ipa A,kak adak apa yah"tanya nya lagi agak-agak cucok dari nadak bicaranya.
"lo kenal cewek yang pake kain buat nutupin wajahnya"tanya Dimas lagih.
"Oh dia satu kelas sama aku kak"jawabnya lagi.
"oh yaudah sekalian kasih ini sama dia bilangin besok harus beres"ucap Dimas lalu memberikan baju seragamnya kepada peria itu.
"ok kak"ucapnya lalu terseyum manis semanis madu tapi hal itu membuat Dimas merinding,bergegas Dimas pergi dari orang itu dan segera masuk kedalam toilet laki-laki.
"Lo dari mana ajah lama banget"tanya Natan saat melihat Dimas baru masuk.
"bukan urusan lo"jawab Dimas cuek lalu Natanpun mengangkat bahunya cuek.
"Ccikk,ini toilet atau sampah sih bau banget mana tisu berceceran lagih"gerutuk Dimas.
"gak usah ngegerutuk,kapan selesainnya kalo ngegerutuk mulu,cerewet banget kaya emak-emak"ucap Natan jengkel sedangkan Dimas hanya memutar bola matanya jengah dengan Sikap Natan yang mengaturnya itu.
kita tinggalkan dulu mereka.
Di sisik lain Shfi'yyah tengah memperhatikan gurunya yang sedang mengajar di kelasnya,tiba-tiba dari luar kelas terdengar ketukan pintu dan itu teryata laki-laki yang tadi dan sekarang dia tengah terseyum melihat guru yang tengah melihatnya.
"ini buk bukunya"ucapnya lalu meyimpanya di atas meja guru itu.
"kenapa lama"tanya guru perempuan itu.
"maaf buk tadi adak sedikit halangan di jalan"jawabnya dengan yentrik sedangkan Shfi'yyah dia tidak mempedulikan sekitarnya itu dia malah sibuk melihat keluar jendela.
"yaudah sanah silahkan duduk kembali"ucap guru perempuan itu lalu guru itu mulai pokus kembali ke papan tulis yang ada di depanya itu.
__ADS_1
Dan Laki-laki itu mengendap-endap seperti maling berjalan kearah bangku Shfi'yyah saat di samping mejak Shfi'yyah laki-laki itu memberikan baju Dimas kepadak Azizah menggunakan isarat untungnya Azizah paham dengan isarat laki-laki itu setelah memberikan itu laki-laki itu ngacir ke tempat duduknya sebelum ketahuan oleh gurunya itu yang ada kalo ketahuan dia bisa-bisa kena hukuman karna mengganggu teman sekelasnya yang sedang berlajar..