
Setelah kepergian Fikri kamar pun hening seketika,Shfi'yah pun tampa bicara pergi membereskan kursi yang tadi sempat dia gunakan untuk duduk.
"Shfi'yah"panggil Dimas
"iya"jawab Shfi'yah lalu dia pun berbalik menghadap kearah Dimas.
"soal yang tadi Lo jangan sebarin ke siapapun"ucap Dimas dengan memalingkan wajah tidak berani menatap Shfi'yah yang menatapnya tapi diam-diam ekor matanya menatap Sufi'yah.
"Maaf kak maksud kakak yang mana ya"tanya Shfi'yah bingung,Dimas yang mendengar pertanyaan Shfi'yah pun melongo apa gadis itu lemot otaknya"pikir Dimas.
"Yang waktu gue,gak suka min...minum obat,lo harus tutup mulut gak boleh ngomong ke siapapun,paham"jelas Dimas dengan menatap Shfi'yah serius,Shfi'yah pun menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
"yah kak Dimas tenang ajah Shfi'yah gak bakal bilang ke siapa-siapa Shfi'yah janji"ucap Shfi'yah yang membuat Dimas terseyum.
"good istri gue harus penurut dan gak boleh jadi pembangkang"ucap Dimas tampa sadar,tapi itu parkiran Deti,tiba-tiba Dimas sadar dari ucapannya.
"woy apa yang gue omongin barusan,gak...Gak mungkin gue ngakuin tuh cewek istri gue"pekik Dimas dalam hati merasa perustasi dengan ucapannya sendiri.
...****************...
Malam pun tiba Shfi'yah tengah duduk berkumpul dengan keluarga nya di ruangan keluarga di sana juga ada Dimas yang duduk di sampingnya.
__ADS_1
"Jadi kalian besok mau pindah"tanya Ummi Putri memastikan.
"iya ummi"jawab Dimas.
"Abi tidak jadi masalah,kamu mau bawa Shfi'yah kemana sajah,toh dia juga sudah menjadi istri kamu"ucap Abi Zidan,ya mereka tengah membahas pindahan Shfi'yah dari rumah kedua orang tuanya.
"Loh kalo adek pindah,terus Abang kangen gimana"tanya Nathan kepada adik nya dengan menyenderkan kepalanya pada bahu Shfi'yah,"kan pas sekolah juga bisa bang Abang ketemu sama adek"jawab Shfi'yah dengan lembut kepada abangnya itu yang memang sulit untuk berpisah dengan Shfi'yah.
"Gak Abang maunya adek tinggal di sini,bedak dek,kalo ketemu di sekolah pasti kamu menghindar dari Abang dan gak mau ketemu"ucap Nathan dengan memeluk Shfi'yah posesif.
"Nathan tidak boleh seperti itu,adek kamu sudah menikah dan di harus ikut dengan suaminya"ucap Abi Zidan kepada putranya itu,"tapi Abi..."ucap Nathan yang terpotong oleh abinya.
"Tapi apa Nathan,suatu hari nanti kamu juga akan merasakannya Nathan,kamu juga pasti ingin membawa istrimu tinggal dengan mu,jadi sudah jangan manja,kamu laki-laki gak malu apa di sini ada Dimas adik ipar kamu"ucap Abi Zidan yang membuat Nathan terdiam.
"Ok kalo gitu gue Bakan Dateng ke sana buat ketemu sama Fia"jawab Nathan senang,dan tidak mempedulikan tatapan mengejek yang di berikan Dimas dia sangat senang karena sudah di beri ijin untuk selalu menjenguk Shfi'yah.
"yasudah ummi,abi,abang-abang,ini sudah malam kita mau istirahat duluan,ayo Shfi'yah kita istirahat"ucap Dimas lalu tantangannya menarik tangan Shfi'yah yang berada di kepala Nathan dan membantunya berdiri dengan menyingkirkan Nathan dengan sedikit kasar,yang membuat Nathan menatap Dimas galak."yasudah kalian istirahat,pasti lelah seharian ini"ucap Ummi Putri.
Shfi'yah pun menyalimi kedua orang tuanya dan Abang-abang nya juga,dan di susul oleh Dimas yang mengikuti Shfi'yah dari belakang."Assalamualaikum"ucap salam Shfi'yah dan Dimas,lalu mereka berdua pun pergi menuju kamar Shfi'yah.
Di dalam kamar hanya ada keheningan,tidak ada percakapan di antara keduanya,Shfi'yah yang memang canggung dengan suasana seperti ini,dia ada di kamar ini berdua dengan se orang laki-laki selain abang-abang nya yang membuat Shfi'yah tidak nyaman.
__ADS_1
"Oya kak tadi siang papah,nitipin sesuatu ke Shfi'yah"ucap Shfi'yah yang baru ingat dengan titipan papah nya Dimas.
Dimas menatap Shfi'yah lalu berjalan mendekat kearah Shfidan duduk di samping gadis itu."apaan"tanya nya,Shfi'yah pun sibuk mencari sesuatu yang berada di dalam laci nya,setelah menemukannya Shfi'yah pun memberikannya kepada Dimas.
"Ini buat kakak"ucap Shfi'yah yang memberikan sebuah amplop putih yang tidak asing di mata Dimas dengan pelan Dimas pun mengambilnya dan membalikan Amplop itu dan di sana ada tanda tangan ibu nya.
Lalu Dimas pun berdiri dari duduk nya dan berjalan menuju meja belajar Shfi'yah sedangkan Shfi'yah,hanya diam memperhatikan Dimas yang tengah membaca surat itu.
Isi surat:
"Assalamualaikum putra Mama,mungkin kamu baca surat ini kamu sudah menikah sama anak sahabat Mama,mama seneng banget kamu udah mau kabulin keinginan Mama,mama juga mau ucapin selamat ya buat kamu sayang maaf waktu kamu nikah mama gak bisa hadir di sana tapi mama liatin kamu ko tapi di tempat yang berbeda,jadi suami yang baik ya bagi istri kamu dan jadi ayah yang baik juga bagi anak-anak kamu,dan jangan pernah nyakitin perasaan istrikamu karna itu sama sajah kamu nyakitin perasaan Mama.
Mama sayang Muhammad Dimas Pertama,putra Mama tercinta"
Setelah membaca rusarat dari Mama nya Tampa sadar ada cairan bening di sudut matanya yang jatuh ke pipinya,tiba-tiba dia sadar kalo dia tidak sendirian di kamar,tapi ada Shfi'yah dia malu dong kalo Shfi'yah tau kalo dirinya menangis,cepat-cepat dia menghapus air matanya,dan membalikan badan untuk melihat kearah Shfi'yah yang tadi sedang duduk di kasur,saat itu juga dia terdiam karna di Sanah dia melihat Shfi'yah yang tertidur dengan kaki yang menjuntai ke lantai.
Tampa di duga Dimas pun berdiri dari duduknya dan mendekat kearah Shfi'yah,sesampainya dia di samping Shfi'yah dia pun menatap wajah Shfi'yah yang masih mengenakan cadar,setelah akada tadi pagi dia belum pernah melihat wajah itu lagi,sesuatu dalam dirinya penasaran dan ingin terus melihat wajah itu dan memandanginya.
"Akh apa-apaan sih gue mikirin begituan,setop Dimas meningngan Lo segera tidur"perintah nya kepada dirinya sendiri.
lalu Dimas pun membalikan badannya dan berjalan pergi ke arah samping Shfi'yah,setelah merebahkan tubuhnya dia pun melihat ke arah Shfi'yah yang masih tertidur,dengan pelan dia memberikan pembatas di antara mereka dengan boneka beruang yang ukuranya besar,setelah itu dia pun berbalik membelakangi Shfi'yah untuk tidur.
__ADS_1
...****************...
Hay semuanya author mau ngucapin makasih ya sama kalian sebanyak-banyaknya,karna udah mau dukung karya author yang masih banyak kekurangannya,author juga mau berterimakasih sama kalian yang udah komen dan ngasih semangat buat author,kalian tau author seneng banget saat kalian berkomentar,komentar dari kalian itu sebuah dukungan dan semangat buat author buat lebih semangat buat ngetiknya,makasih banyak semuanya😊😊