
"Hahahaha"tawa Abi Shfi'yah saat melihat dua putranya yang terlihat kesal.
"ehekmm,Dimas Abi titip Shfi'yah,jika dia melakukan kesalahan beritahu lah dia dengan lembut dan tegas,jangan sampai membentak atau pun mengangkat tanganmu untuk memukul nya,karna yang akan merasakan sakitnya Abi"ucap Abi Zidan kepada Dimas dengan serius Dimas hanya diam mendengar wejangan itu.
"Nak ummi titip Putri umi,tuntun lah dia kejalan yang di ridohi oleh Allah,dan cintai lah dia"ucap Ummi Puti lagi-lagi Dimas hanya Diam mendengarkan.
puk
Sebuah tepukan di bahunya membuatnya menoleh ke arah Ilham yang menatap nya serius dan dan dingin.
"Abang tau kalian menikah itu tampa cinta dan Abang tau kalian pasti keberatan dalam perjodohan ini dan menjalani pernikahan ini,tapi...Percaya lah bahwasan nya cinta lebih indah itu adalah cinta setelah menikah,dan tanamkanlah dua pondasi dalam rumah tangga kalian,cinta dan iman yang akan selalu menguatkan pernikahan kalian sampai kalian terpisahkan oleh maut"ucap Ilham lalu di akhirnya dengan seulas senyuman.
"oh Dimas jangan lupa,kalo Lo sakitin adek gue,dan buat dia nangis gue tebas kepala Lo"ancam Nathan tidak main-main.
Yang membuat Dimas menelan Selivah nya sendiri.
"Hahaha sudah-sudah Nathan kamu ini jangan keterlaluan kasihan Dimas"ucap Ilham kepada Nathan yang ada di sampingnya.
__ADS_1
"Semuanya Dimas gak bisa janji buat bahagian Shfi'yah dan mencintai Shfi'yah,tapi...Dimas akan berusaha untuk membahagiakan Shfi'yah dan menjadi laki-laki yang bertanggung jawab"ucap Dimas yang membuat mereka terseyum.
"kami tidak butuh janji tapi kami butuh bukti"ucap Nathan.
"Abang gue gak janji tapi gue mau berusaha"jawab Dimas menatap Nathan dengan terseyum sinis.
"Ok siap-siap gue awasi"ucap Nathan serius.
"Sudah kalian ini kaya kucing sama tikus ajah ribut mulu"ucap Ilham melerai mereka berdua.
Lalu dengan bersamaan mereka berdua memalingkan wajah nya,ke samping.
Akhirnya Shfi'yah pun pergi meninggalkan mereka yang menyayanginya untuk ikut dengan suaminya.
...****************...
Sampainya mereka di apartemen Dimasa mereka pun masuk kedalam sebelum masuk Shfi'yah mengucapkan salam terlebih dahulu. "Assalamualaikum"salam nya. "waalaikum salam"jawab Dimas yang berdiri di samping Shfi'yah,Shfi'yah hanya terseyum mendengar jawaban salam nya Dimas. "kamar Lo itu dan kamar gue di atas,jangan....injakan kaki Lo di kamar gue paham"ucap Dimas dingin,Shfi'yah pun menoleh kearah Dimas dengan raut wajah bingung. "kita pisah kamar"tanya Shfi'yah bingung. "iya kenapa...Lo mau sekamar sama gue jangan harap,ingat pernikahan ini karna kepaksa dan kalo di depan keluarga kita kita harus berpura-pura baik-baik saja"ucap Dimasa dengan menatap Shfi'yah sinis, Shfi'yah hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban. "ingat jangan ada yang tau kita pisah kamar"ucap Dimas,Shfi'yah lagi-lagi mengagumkan kepalanya. "Lo punya mulut kan,pake buat jawab jangan ngangguk-nagguk ajah"kesal Dimas. "iya kak"jawab Shfi'yah menunduk karna takut."Sanah beresin barang-barang Lo gue mau keluar"titah Dimas,Shfi'yah menganggukan kepalanya sebagai jabana,Dimas yang melihat itu berdecah kesal lalu pergi meninggalkan Shfi'yah seorang diri di Sanah.
__ADS_1
"Hufffff,helayan napas Shfi'yah,setelah Dimas pergi. "mungkin kak Dimas belum terbiasa ,Ok Shfi'yah semangat kamu harus bisa luluhin hati suami kamu demi pernikahan ini dan demi dua keluarga juga"ucap batin Shfi'yah menyemangati dirinya,maksud dua keluarga yang Shfi'yah maksud adalah keluarganya dan keluarga Dimas,lalu Shfi'yah pun membawa barang-barang nya untuk di bereskan di kamar barunya,saat pintu kamar itu di buka Shfi'yah melihat kamar itu berwarna putih polos,ada meja belajar dan ada meja rias satu tempat tidur dan satu buah lemari,mungkin ini sudah di persiapkan oleh Dimas jauh-jauh hari. Shfi'yah pun masuk kedalam tidak lupa dia juga mengucapkan salam,setelah itu barulah dia membereskan barang-barang nya yang dia bawa.
Tak terasa hari pun mulai siang saat mendengar suara azan berkumandang di sepeker masjid Shfi'yah pun mengucapken."Alhamdulillah"ucap Shfi'yah lirih,lalu diapun berdiri dari duduk nya yang tadi sedang sibuk mebereskan pakaiannya yang dia masukan kedalam lemari,lalu diapun bergegas ke kamar mandi dan mengambil air wudhu,setelah itu diapun menunaikan kewajibannya sebagai umat muslim.
Setelah selesai Sholat diapun tidak lupa memanjatkan do'a untuk keberkahan rumah tanggannya.
...****************...
Setelah Shfi'yah selesai membereskan barang-barang nya diapun keluar dari kamarnya lalu tatapannya tertuju kepada kamar yang berada di lantai dua. "apah kak Dimas sudah pulang"tanyanya entah pada siapa.
sedangkan di sisi lain Dimas tengah berada di sebuah ruangan bersama tiga laki-laki yang sabaya dengannya. "Widih penganten baru diem-diem bae"ucap Dika kepada Dimas,sedangkan yang di sindir hanya diam tatapannya masih tertuju kepada benda pipih yang berada di tangannya itu. "eh gimana tuh rasanya malam pertama"tanya Fikri usil,Dimas mengangkat sebelah alis nya dan menatap Fikri sekilas lalu beralih lagi kepada ponsel yang ada di tangannya. "kepo lu,tapi yang pasti enak"jawab seseorang bukan Dimas yang menjawab tapi Dika dengan senyum tengil nya.
"cik...yang udah pro mah bedak ya gaisss"sindir Fikri kepada Dika sedang kan laki-laki itu tertawa. "Dasar lu Fik,gue ngerasa kaya udah pernah ajah gituan,"ucap Dika setelah meredah tawanya. "iya gue gak percaya"ceplos Fikri. "gue ya sebandel-bandelnya gue gue gak bakal main tusuk ajah,haram Fik haram"ucap Dika. "lu tau itu haram tapi,lu tetep pacaran bukanya itu juga haram ya"ucap Fikri dengan menatap Dika sinis. "ye tapi itu bedak cerita "jawab Dika yang membuat Fikri memutar matanya jengah. "lu juga tau haram,tapi kenapa minuman setan yang haram lu tetep minum"ucap Agis dingin,membuat Fikri seketika terdiam tertampar oleh kenyataan. "oke sesama pendosa mari kita saling menistakan "ucap Dika sambil menepuk pundak Fikri dan menatap Fikri serius.
"yang bener saling mengingatkan go**k ko di pelihara"ucap Fikri lalu menjitak kening Dika.
Tak. "Astagfirullahhalazim kamu KDRT mas,jahat kamu mas"pekik Dika yang mengelus keningnya penuh drama,sedang kan Fikri bergidig ngeri melihat kelakuan temanya itu. "Lo lagi apa sih Dim dari tadi diem Mulu tumben"tanya Fikri setelah mengalihkan pandangannya pada Dimas,Dimas hanya berdiri lalu pergi.
__ADS_1
"woy Lo mau kemana,di ajak ngomong juga malahan cabut"ucap Fikri kepada Dimas dengan sedikit berteriak. "pulang"jawab Dimas singkat,Fikri hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabatnya itu.