
"tapi bang..."ucap Shfi'yyah terpotong oleh abangnya.
"gak ada tapi-tapian kamu diam ajah,nurut sama abang"ucap Ilham tidak ingin di bantah oleh adiknya itu,Shfi'yyah hanya cemberut menatap abangnya jengkel dan juga kesal.
Setelah Ilham mendaptar mereka pun menunggu untuk di periksa oleh dokter yang ada di sanah.
Dan tidak lama kemudian mereka pun di panggil lalu Shfi'yyah beserta Ilham masuk kedalam ruangan dokter itu.
"silah kan duduk"ucap dokter perempuan itu saat melihat Ilham dan Shfi'yyah masuk.
"keluhannya apa dek"tanya Dokter perempuan itu.
"ini dok tangan adik sayah"jawab Ilham
lalu dokter pun menganggukan kepalanya dan mulai lah memeriksa tangan Shfi'yyah dari pergelangan sampai ke telapak tanganya dan perban yang melilit tangan Shfi'yyah pun di lepas oleh dokter itu.
Setelah selesai memeriksa dokterpun memberikan resep obat pada Ilham.
"mon maaf dok saya mau nanya tangan adik saya gak pph kan dok,misalnya patah tulang gitu"tanya Ilham cemas.
" tangan adik mas tidak apa-apah hanya memar ini harus sering di kompres pake air hangat agar darah nya lancar,dan untuk patah tulamg itu tidak adak sema sekali"jawab Dokter itu.
"Alhamdulilah kalo gitu,makasih banyak ya dok"ucap Ilham.
"iya sama-sama dan ini resep obatnya mohon di tebus di apotek terdekat"ucap Dokter itu.
"iya dok,kalo gitu kami permisi dulu"ucap Ilham lalu Ilham dan Shfi'yyah pun berdiri dari duduknya dan berpamitan kepadak dokter itu.
Sebelum mereka keluar dari rumah Sakit Ilham menebus obatnya terlebih dahulu dan
Shfi'yyah dan Ilham sudah keluar dari gedung rumah sakit mereka tengah berjalan menuju parkiran rumah sakit.
"abang kenapasih harus segala di periksa segala kan Shfi'yyah gak pph abang ini kaya bang Natan posesif sama Pia"ucap Shfi'yyah kesal saat mereka sudah masuk kedalam mobil.
__ADS_1
"Dek tapikan abang hawatir sama adek begitu jugak bang Natan sama hawatirnya sama kamu emangnya kamu mau punya abang yang gak prdulu hemmm"ucap Ilham dengan melajukan mobilnya untuk keluar dari halam Rumah sakit,Shfi'yyah hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"nah seharusnya kamu bersukur dek punya dua abang yang peduli dan perhatian sama kamu,ya walau pun abang dan abang Natan selalu berlebihan sama kamu tapi kan kamu harus bersukur "ucap Ilham kepada Shfi'yyah.
"iya"jawab Shfi'yyah lirih.
"sekarang kamu mau ke manah biar abang anterin kamu"ucap Ilham mengalihkan susana.
"Shfi'yyah mau jajannan pinggir jalan"jawab Shfi'yyah kembali ceria dan semangat.
" oke,emang mau jajanan apa ajah"tanya Ilham dengan sekilas melihat Shfi'yyah yang duduk di sampingnya.
"pia mau tahu bulat terus kerang ijo dan jus buah terus lagi sosis terus sama martabak mini"ucap Shfi'yyah semangat.
"yaudah kalo gitu kita pergi ke tempat biasa ajah mau"tanya Ilham kepada Shfi'yyah.
"boleh-boleh"jawab Shfi'yyah.
sekip sesampainya merekah di tempat yang biasa yang selalu banya pedagang keliling yang mangkal di sanah mereka berduapun turun dari mobil setelah seslesai memarkirkan mobil dan berjalan mencari jajanan yang di inginkan oleh Shfi'yyah.
"yaudah deh udah segitu ajah lagian udah mau magrib"jawab Shfi'yyah dan akhirnya mereka pun pulang dengan jajanan yang begitu banyaknya..
Sepanjang jalan Shfi'yyah asik menikmati makanannya,Ilham hanya sesekali melihat kearah Shfi'yyah yang banyak makan.
Tidak lama kemudian merekah sudah sampai di halaman rumah Shfi'yyah pun turun terlebih dahulu dengan membawa semua makanannya di bawa masuk kedalam rumah.
"Assalamualaikum"salam Shfi'yyah saat memasuki rumahnya.
"Waalaikumsalam"jawab seorang peria yang sedang tengah duduk di ruang tengah.
"wah abi udah pulang??..."tanya Shfi'yyah dan langsung meletakan semua jajanan nya di atas meja lalu mencium tangan abinya dan memeluknya,abi nya pun membalas putri nya itu.
"iya abi udah dari tadi sampai di rumah"jwab Abi Shfi'yyah lalu merekah pun melepaskan pelukan nya dan Shfi'yyah pun ikut duduk di samping abi nya itu.
__ADS_1
"oya putri abi habis dari mana ajah"tanya Abi Shfi'yyah.
"Pia tadi beli jajanan udah lama banget Pia gak ke sana"jawab Shfi'yyah.
lalu dari dalam datang lah umi Shfi'yyah yang mendengar merekah sedang berbicara dengan asiknya.
ya Shfi'yyah memang sangat manja pada Abi nya itu karna sedari kecil dia di manja oleh abi nya tapi tidak berlebihan hanya secukupnya saja dan sewajarnya.
"putri umi udah pulang"tanya umi Shfi'yyah lalu Shfi'yyah pun menoleh dan melihat kearah umi nya.
"iya umi baru ajah"jawab Shfi'yyah.
"bang L nya mana"tanya umi Shfi'yyah seraya ikut duduk dengan suami dan putrinya.
"mungkin lagi di luar umi lagi masukin mobilnya ke garasi"ucap Shfi'yyah tidak yakin.
Umi Shfi'yyah hanya mengangguk sebagai jawaban.
"yaudah kalo gitu umi,abi pia mau pergi ke kamar mau siap-siap solat Magrib"pamit Shfi'yyah seraya berdiri dari duduknya.
"iya"jawab keduanya kompak
lalu setelah itu Shfi'yyah pun pergi meninggalkan umi dan abi nya berdua saja di sanah.
Shfi'yyah pun masuk kedalam kamarnya lalu diapun menutup pintu kamarnya lalu melangkah mendekati tempat tidur nya dan tatapanya tertuju pada baju seragam yang tergantung di dekat jendela.
"kenapa perasaan ku tidak enak"ucap batin Shfi'yyah.
Lalu tidak lama suara azan pun terdengar Shfi'yyapun segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan melepas kerudung beserta cadar nya dan mengambil air hudu,selesai ber hudu Shfi'yyah pun keluar dari kamarnya lalu mempersiapkan untuk melaksanakan kewajiban bagi seluruh umat muslim.
selesai Shfi'yyah melaksanakan sholat Shfi'yah pun pergi menuju ruang makan untuk membantu umi nya.
"sayang kamu udah sholat nya?..."tanya umi Shfi'yyah.
__ADS_1
"iya umi udah"jawab Shfi'yyah lalu tanganya pun cekatan membantu umi nya membantu meyiapkan makan malam karna biasanya sehabis sholat magrib semua akan berkumpul untuk makan malam..