Lentera Di Kegelapan

Lentera Di Kegelapan
Eps 31


__ADS_3

Saat tengah malam,Dimas terbangun dari tidurnya dan dia pun cepat-cepat berlari ke kamar mandi untuk menuntaskan hasrat nya untuk buang air kecil,Setelah selesai Dimas pun kembali masuk ke dalam kamarnya masih dengan kesadaran yang belum seratus persen pulih,Saat dia merebahkan tubuhnya di kasur dia melihat seseorang yang tidur di sampingnya.


lalu dengan lamat-lamat,dia memperhatikan orang yang tertidur dengan menghadap kearah nya.


"Ini Shfi'yah"tanyanya pada dirinya sendiri,lalu dia pun duduk dari tidurnya dan melihat ke sekeliling,dan apa yang dia cari ketemu,dia mengedarkan pandangannya untuk mencari hijab Shfi'yah yang terakhir kali di pakai oleh nya,dan Hijab itu berada di lantai tergeletak.


"Hufffff,ternyata nih cewek yang buka hijabnya"monolog Dimas.


"Shfi'yah Lo cantik gak pake hijab"ucap Dimas sekali lagi,dan diapun memperhatikan wajah Shfi'yah yang tidak mengenakan hijab beserta cadarnya,tiba-tiba Shfi'yah terbangun dari tidurnya,yang berhasil membuat Dimas terkejut.


"Gerah"gumam Shfi'yah dengan mata terpejam dan tangan nya mencari-cari sesuatu,setelah yang dia cari dia temukan dia pun segera memencet tombol yang ada di benda kecil itu,yang tidak lain itu remot kontrol ac,setelah itu Shfi'yah pun kembali tidur dengan pulas nya.


Sedangkan Dimas sedari tadi menahan napasnya dan dengan mata melebar,karna terkejut Shfi'yah tiba-tiba bangun dari tidurnya Tampa aba-aba.


"Lo Shfi'yah bikin gue jantungan,lo tuh kaya hantu yang bangkit dari kematian nya tau gak,langsung main bangun aja"ucap Dimas dengan menatap Shfi'yah yang kembali tidur.


Dimas terdiam melihat Shfi'yah yang tertidur terlentang jadi membuatnya semakin leluasa melihat wajah Shfi'yah,yang jika di pandangan tidak ada bosan-bosannya,seperti sihir yang menyihir siapapun agar tidak berpaling dari wajah itu,teduh,tenang,itu yang di rasakan Dimas saat menatap wajah Shfi'yah.


"Rambut Shfi'yah gak panjang hanya sebahu,dengan warna hitam dan rambutnya sedikit tebal,sangat pas dengan wajah kecilnya itu"ucap Dimas lalu dia pun perlahan mendekatkan tangannya dan memainkan tangannya di wajah Shfi'yah,tidak sampai di Sanah saja dia pun menyingkirkan boneka pembatas itu lalu merebahkan dirinya di samping Shfi'yah dengan pelan dia memainkan kan rambut Shfi'yah dan menciumi aromanya.


"Gue gak akan kena sangsi kan berbuat ginih ke istri sendiri,berbuat bajingan ke istri sendiri kan dapet pahala,dan gak dosa bukan kan sudah halal"ucap batin Dimas dengan terus menatap Shfi'yah lekat-lekat.

__ADS_1


"hehehe,gue kayanya benar-benar udah jadi bajingan deh,gila....gila"ucap Dimas pelan,tampa sadar Shfi'yah berbalik kearah Dimas dan meletakan tangannya di pinggang Dimas yang membuat wajah Dimas dan Shfi'yah begitu dekat.


"gini dong kan enak,tapi apa yang gue lakuin ini gak termasuk pelecehan seksual ya,tapi kan dia istri gue ya wajar dong"menolog Dimas sepeti orang gila saja.


"Shfi'yah Lo cantik,lo itu kaya kristal yang tertutup oleh lumpur"ucap Dimas dengan mengelus pipi Shfi'yah.


cup.


cup


Dua kecupan Dimas berikan kepada Shfi'yah,kening dan pipi,lalu dia pun menarik Shfi'yah kedalam pelukannya.


Keesokan paginya Shfi'yah terbangun dari tidurnya karna mendengar suara azan subuh,perlahan mata itu terbuka saat matanya terbuka hal pertama yang dia lihat ada lah wajah suaminya yang memeluk Shfi'yah,Shfi'yah terseyum melihat wajah Dimas yang begitu tenang saat tidur seperti anak kecil yang polos.


"Astagfirullahhalazim"ucap Shfi'yah lirih. "hijab aku manah"tanya nya pada diri sendiri karna terkejut saat kepalanya tidak di balut oleh hijab,saat melihat Dimas menggeliat dan melepas kan pelukannya itu membuat Shfi'yah panik karena takut Dimas terbangun dari tidurnya.


Setelah nya Shfi'yah pun cepat-cepat bangun dari tidurnya dan pergi ke kamar mandi dengan membawa baju ganti dan handuk tida lupa kerudung berserta cadarnya,Setelah selesai mandi dan wudhu,setela itu dia keluar dari dalam,saat keluar dia di kejutkan oleh Dimas yang tepat berdiri di depan pintu.


"Astagfirullahhalazim"kaget Shfi'yah,Dimas menatap Shfi'yah dengan pandangan menyipit.


membuat Shfi'yah menundukkan pandangannya,Dimas geleng-geleng melihat Shfi'yah seperti itu lalu dia pun menggunakan isyarat tangannya agar Shfi'yah pergi dari hadapanya.

__ADS_1


Shfi'yah pun dengan nurut menggesekkan tubuh nya ke samping,unyuk memberikan jalan kepada Dimas.


"tunggu gue kita sholat berjamaah"ucap Dimas sebelum masuk keladalm kamar mandi, yang membuat Shfi'yah terkejut tidak menyangka Dimas akan mengajaknya sholat berjamaah. Lalu Shfi'yah pun dengan gesit menggelar Sejadah dan juga Dimas,saat Dimas keluar dia melihat Shfi'yah yang sudah mengenakan mukena nya yang tengah duduk menunggunya.


Pagi itu mereka awali dengan Solat berjamaah berdua di dalam kamar dengan Dimas yang menjadi imam shalat subuh Shfi'yah,setelah selesai munanikan Solat mereka berdua pun masih betah duduk di atas sajadah,lalu Dimas pun berbalik menghadap kearah Shfi'yah.


Dan mengarahkan tangannya kepada Shfi'yah,dengan singgap Shfi'yah pun menerimanya dan menyalimi tangan itu dengan takjim. "Shfi'yah,setelah ini beresin barang-barang,yang mau Lo bawa,nanti siang kita langsung pindahan"ucap Dimas membuka percakapan."baik kak"jawab Shfi'yah,lalu diapun berdiri dari duduk nya dan di susul oleh Dimas,Dimas kembali merebahkan tilubuhnya di atas kasur dan bermain hp,sedangkan Shfi'yah dia langsung melaksanakan tugasnya untuk membereskan barang-barang nya ke dalam koper.


...****************...


jm10:20m.


Shfi'yah dan keluarganya tengah berkumpul di depan rumah mereka.


"Sayang umi pesan jadi istri yang Sholeha dan nurut sema suami ya nak"pesan umi Putri sambil memeluk Shfi'yah,dengan kehangatannya."iya umi insyaallah Shfi'yah akan belajar menjadi istri Sholeha"jawab Shfi'yah lembut.Setelah itu mereka pun melepaskan pelukannya sekarang dia beralih kepada Abinya.


"Abi berharap Putri Abi bahagia"ucap Abi Shfi'yah dan memeluk Putri satu-satunya yang dia punya,Shfi'yah hanya mengangguk dalam pelukan Abi nya,lalu dia beralih kepada kedua kakaknya tampa di duga mereka berdua memeluk Shfi'yah dengan bersamaan dan juga erat.


"kalo ada apa-apa kabarin Abang ya"pinta Ilham kepada adiknya,Shfi'yah hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban."Abang sayang adek nanti Abang sering-sering jenguk adek di apartemen nya Dimas,jaga kesehatan ya,dek kalo Dimas buat macem-macem langsung tlpon Abang biar Abang hajar dia"ucap Nathan kepada Shfi'yah,Shfi'yah hanya terkekeh menanggapi ucapan abangnya itu.


"yaudah kalo gitu kami permisi pergi dulu"ucap Dimas saat melihat Nathan dan Ilham yang masih memeluk istrinya lama,yang membuat mereka berdua melepaskan pelukannya dari Shfi'yah lalu menatap Dimas bersamaan dengan tatapan kesal.

__ADS_1


__ADS_2