
"Saya terima nikah dan kawin nya Shfi'yah binti Muhammad Zidan dengan maskawin tersebut di bayar tunai"ucap seorang peria dengan hanya satu tarikan nafas dia mengucapkannya,begitu tegas dan jelas.
"Gimana para saksi Saha"ucap seorang penghulu.
SAH
SAH,WEY SAH.
Alhamdulillah.
ucap orang-orang yang meyaksikan ijab Qabul itu.
Berbeda di sisi lain yang begitu ramai orang,sedangkan seseorang yang berada di kamarnya ini saat mendengar Ijab Qabul itu dan kata Sah terucap dari para saksi yang meyaksikan ijab Kabul.
Air matanya luruh jatuh membasahi pipinya,hatinya bergetar begitupun juga dengan tubuhnya,bagaiman tida saat mendengar kata Sah dari para saksi,sah juga dia hari ini menjadi istri dari seorang laki-laki yang tak mencintai nya.
Ya seseorang itu Shfi'yah,yang hari ini menikah Dengan Muhammad Dimas Pratama.
Entah lah dia harus senang apa sedih karena nyatanya,pernikahan ini tidak di dasari oleh cinta.
Ceklek,pintu kamarnya di buka oleh seseorang yang membuat Shfi'yah cepat-cepat menghapus air matanya.
"Sayang"panggil ummi Shfi'yah.
"iy...iya umi"jawab Shfi'yah yang sedikit gugup.
"ayo temui suamimu"ajak ummi Shfi'yah lalu diapun menggandeng tangan Shfi'yah untuk turun ke lantai satu,Saat memasuki ruangan yang begitu banyak orang,Shfi'yah tidak berani mengangkat kepalanya tinggi-tinggi.
Karna tatapan semua orang sekarang tertuju pada Shfi'yah bagai mana tidak hari ini Shfi'yah memakai gaun berwarna putih juga hijab dan cadar yang berwarna senada,tidak lupa juga mahkota kecil di atas kepalanya.
"Teh real bidadari"ucap seseorang yang berdiri tidak jauh dari Dimas dan hal itu masih bisa di dengar oleh Dimas.
"Ehemmm,liatinya gak usah segitunya kali,itu mata emang gak perih melotot terus"ucap Papa Dimas,yang membuat Dimas kicep dan tersadar.
"Apansih"dengus Dimas kepada Papa nya itu.
__ADS_1
Papa nya hanya terkekeh menanggapinya,tidak lama Shfi'yah pun telah berdiri di hadapan Dimas.
"silahkan di cium tangan suami nya"ucap Pak penghulu,Shfi'yah mrlirih ke arah Dimas sekilas lalu dia pun melirik ke tangan Dimas yang terangkat,lalu tanyanya pun terangkat untuk meraih tangan itu,tanga Shfi'yah gemetar Saat akan meraih tangan Dimas,Shfi'yah pun mengurungkan niatnya lalu menatap kearah orang tua dan Abang-abang nya,mereka berempat menganggukan kepalanya agar Shfi'yah menyalimi tangan Dimas.
"Bismillah"ucap Shfi'yah lalu dia pun mulai mengangkat tangan nya lagi dan perlahan mendekat kan tangan mereka yang tangan Shfi'yah masih tetap gemetaran.
"Kaya nya tuh cewe gerogi itu sampai tangan nya gemeter kaya gitu"bisik Dika kepada Fikri yang berada di sampingnya.
"mungkin dan bukan juga gerogi,dia itu pertama kali harus bersentuhan dengan laki-laki yang selain Abi dan kakak-kakak nya jadi gitu"jawab Fikri dan di angguki oleh Dika.
Ya semuah anak BELCK BOM,datang ke pernikahan ketua mereka dengan memakai batik yang sama,dan itu semua adalah permintaan dari Papa nya Dimas.
Karna Papa nya Dimas tau bahwa anak-anak geng anaknya sudah di anggap keluarga oleh Dimas makanya dia ingin semuah teman-teman Dimas tak terkecuali hadir meyaksikan pernikahan Dimas.
Dan tentu sajah hal itu di sambut gembira oleh anak-anak BELCK BOM,karna akan ada makan-makan gratis.
Dan dua Sahabat Shfi'yah pun hadir di Sanah.
Akhirnya Shfi'yah berhasil mencium tangan Dimas,lalu tangan Dimas terulur dan menyentuh ubun-ubun kepala Shfi'yah,dan mengucapkan Doa,setelah itu dia pun mengecup sekilas kening Dimas.
"UHUY....UHUY...GELAP WE GELAP"teriak teman-teman Dimas karna melihat Dimas mencium kening Shfi'yah walupun itu sekilas dan cepat tapi mereka masih bisa melihatnya.
"NIKAH WOY BUKAN KAWIN,APAAN DAH KAWIN"teriak teman-teman Dimas memperjelas ucapan Dika.
"BERiSiK INI BUKAN RAGUNAN,JADI JAMGAN SEENAK JIDATNYA KALIAN TERIAK-TERIAK"UCAP Dimas kepada teman-teman nya.
Mereka langsung diam dan kicep saat mendengar ucapan Dimas.
"Mari silahkan kan di tanda-tangan buku nikah nya"ucap penghulu kepada Dimas dan Shfi'yah,Dima dan Shfi'yah pun lalu duduk dan mentadatangi surat nikah mereka.
Setelah itu penghulu pun berpamitan kepada mereka semua,ya acara pernikahan ini hanya pernikahan sederhana hanya sebuah ijab Kabul dan tidak ada resepsi pernikahan.
" mari kita berphoto dengan pengantin"ucap Azizah bersemangat,lalu dia pun mendekat ke arah Shfi'yah dan Dimas dan mendorong mereka berdua menuju sebuah pelaminan yang sederhana,tapi juga manis dan romantis karna di Sanah di hias dengan bunga mawar berwarna ping dan putih.
"Ayo,cepat"ucap Azizah tidak sabaran.
__ADS_1
"Ziah pelan-pelan"ucap Shfi'yah karna terus di dorong oleh sahabatnya itu,sedangkan di Sanah ada Nayla yang hanya terkekeh meyaksikan kedua sahabatnya itu.
"Nay ayo kita photo"panggil Azizah kepada Nayla,Nayla pun mengangguk dan berjalan kearah Sahabat-sahabat nya.
Setelah mereka berada di pelaminan mereka pun berphoto ria,dan Dimas hanya mengikuti alurnya sajah walou malas.
"Eh gue ikutan di pohto dong"ucap Fikri mendekat kearah mereka.
"yaudah ayo kita photo bareng-bareng"ajak Azizah semangat
"oke tunggu bentar"ucap Fikri,lalu diapun pergi menuju teman-teman nya dan mengajak mereka semua berphoto.
"Gaiss ayo kita photo sama pengantin,buat jadi kenang-kenangan"ucap Fikri yang mendekat kearah teman-temanya.
"Ayo-ayo siap tau kita kecipratan buat kawin"ucap Dika bersemangat.
peletak.
"Lo itu dik kawin Mulu bahasanya,nikah Dik nikah"ucap Fikri sambil memukul Bahu Dika.
"Sakit wey"pekik Dika.
"manja Lo,katanya cowo tapi di pukul segitu udah meringis segala"cibir Fikri.
"Si..."ucap Dika yang terpotong karna Agis.
"gak usah ribut,ayo semuanya kita ke ketua"ucap Agis lalu berjalan lebih dahulu dan di ikuti oleh yang lainya.
Lalu mereka pun berphoto ria dengan Shfi'yah dan Dimas berada di belakang dan di samping Shfi'yah ada Nayla dan azizah sedangkan di sebelah Dimas ada Agis dan Fikri sedangkan Dika dia ada di depan mereka dengan anak-anak yang lain,dan yang memotret mereka adalah Nathan,mereka mengambil banyak gaya.
Sesekali Dimas melirik kearah Shfi'yah dan diam-diam tangannya dia taro di belakang untuk menjaga Shfi'yah agar tidak jatuh ke belakang.
Setelah selesai berpotho anak-anak gengnya Dimas pun pada keluar lalu tidak lama mereka masuk dengan membawa kado yang sudah mereka persiapkan,ada satu buket besar isi nya pengaman dan ada baju dinas yang di junjung tinggi oleh Fikri.
Membuat Dimas melongo sekaligus malu,dengan kelakuan teman-temanya.
__ADS_1
"Bos selamat ya semoga pernikahan kalian berdua langgeng terus"ucap Fikri lalu menjabat tangan Dimas dan sekaligus memberikan kado yang dia bawa,Saat Fikri akan menyalimi tangan Shfi'yah Dimas pun meneps tangan itu dan melotot kearah Fikri.
"Widih ngeri ya ada pawangnya,"ucap Fikri lalu diapun pergi dan semua anak-anak geng nya pun silih bergiliran mengucapkan selamat.