Lentera Di Kegelapan

Lentera Di Kegelapan
33


__ADS_3

Sedangkan Shfi'yah di dalam apartemen nya tengang mencari sesuatu yang bisa mengisi perutnya. "Gak ada apa-apa,buah pun gak ada bersih"gumam Shfi'yah saat dia di dapur dan membuka kulkas yang ada di Sanah,tapi tidak ada apa-apa bersih kinclong,Shfi'yah pun hanya mengelus perutnya,untuk menenangkan cacing yang ada di perutnya.


"yang sabar ya cing"ucapny pada perutnya sendiri,tiba-tiba Shfi'yah mendengar suara langkah kaki mendekat kearah nya,dengan cepat dia menoleh ke belakang,di Sanah ada Dimas yang berjalan mendekat ke arah nya. "tuh makanan"ucapnya dengan meletakan Katong plastik putih di atas meja makan,membuat mata Shfi'yah berbinar. "Alhamdulillah"seru Shfi'yah saking senang nya lalu dia pun perlahan mendekat dan mengambil kantong plastik itu,tapi tiba-tiba gerakannya terhenti saat menyadari sesuatu,dan itu tidak luput dari pandangan Dimas karna sedari tadi laki-laki itu memperhatikan Shfi'yah "ini buat Shfi'yah"tanya Shfi'yah kepada Dimas lalu kepalanya pun mendongak menatap Dimas yang berdiri di sampingnya,lalu cepat-cepat dia menunduk kembali. "iya"jawab nya singkat.


"tapi...punya kak Dimas manah"tanya Shfi'yah polos,Membuat diam-dima Dimas tersenyum tipis sangat tipis dan itu pun tidak di sadari oleh nya sendiri.


"gue udah makan tadi,jadi itu punya Lo"jawab Dimas,Shfi'yah pun menganggukan kepalanya,Lalu Dimas pun segera pergi meninggalkan Shfi'yah yang tengah memperhatikan makanan yang masih di bungkus itu di atas meja,saat Shfi'yah mendengar langkah kaki menjauh Shfi'yah pun menoleh dan memperhatikan kepergian Dimas yang tak terlihat lagi,setelah Dimas menghilang,Shfi'yah pun dengan gesit berlari mengambil piring dan juga sendok bersih lalu diapun duduk dan membuka bungkusan itu,saat telah di buka ternyata nasi uduk kesukaan Shfi'yah.

__ADS_1


Dengan penuh semangat Shfi'yah pun memakan nasi uduk itu,setelah membaca doa makan,sedangkan di sisi lain,tepatnya di kamar Dimas Dimas tengah duduk di tempat tidurnya sedang memperhatikan ponselnya dengan seulas senyuman di wajah nya,tapi itu sangat tipis saking tipisnya dia pun tidak sadar tengah terseyum.


Ternyata di dalam ponselnya dia tengah memperhatikan pergerakan seseorang,dan seseorang itu istrinya sendiri sama seperti waktu dia sedang berkumpul dengan teman-temanya yang membuat nya pulang karna dia tau Shfi'yah tengah mengobrak-ngabrik dapurnya,untuk mencari makanan,ya diam-diam laki-laki itu mengintai Shfi'yah melalui CCTV yang ada di apartemennya.


"Lucu"gumam nya lirih tampa sadar karna melihat Shfi'yah tengah makan,ya Shfi'yah tidak memakai cadarnya jadi dengan leluasa dia melihat wajah cantik istrinya itu melalui CCTV,walu tadi diapun melihat secara langsung tapi rasanya belum puas,tapi saat tengah asik memandangi Shfi'yah yang tengah makan sebuah notifikasi muncul di ponselnya.


Sebuah pesan yang langsung merubah modnya,t ertera sebuah pesan yang terlihat jelas di ponselnya.

__ADS_1


Saat pintu apartemen nya di buka terlihat gadis yang cantik tengah berdiri di Sanah tidak lupa juga seyumanya yang menghiasi wajahnya,ya siapa lagi primadona sekolah nya siapa kalo bukan___pacarnya Diamas Lena. "Hay sayang"samapanya manja,Dimas hanya menganggukan kepalanya lalu menggeser kan tubuh nya untuk mempersilahkan Lena masuk."Oya kamu udah makan siang belum"tanya Lena saat dia masuk dan di belakang nya Dimas mengekor. "sudah"jawab Dimas singkat. "Silahkan Duduk Len "ucap Dimas lalu diapun duduk di sofa yang panjang dan di susul oleh Lena duduk di sampingnya. "kenapa kemarin kamu gak masuk sekolah"tanya Lena kepada Dimas yang duduk di sampingnya. "Males"jawab Dimas singkat yang membuat Lena cemberut. "aku pikir kamu sakit,makanya aku Dateng ke sini buat mastiin"ucap Lena dengan tampang merujuknya. "Maaf gak ngasih kabar,soalnya lagi sibuk"ucap Dimas yang melihat Lena tengah merajuk lalu tangannya pun terulur menepuk-nepuk kepala Lena tiga kali.


"iya deh aku maafin tapi lain kali jangan kaya gitu lagi,harus kasih kabar sama aku ya"ucap Lena dengan wajah cerianya,Dimas pun hanya menganggukan kepalanya,dan mereka pun sibuk berbicara tapa mempedulikan perasaan seseorang yang tadi diam-dima mengintip di balik pintu yang di buka sedikit karna penasaran,perlaha pintu itu tertutup dengan penuh ke hati-hatian. lalu punggung Shfi'yah pun bersender di balik pintu itu,saat mendengar tawa mereka. "Shfi'yah cemburu ya Allah apa boleh,Shfi'yah cemburu pada orang lain yang jelas-jelas dia di cintai oleh suami Shfi'yah,hati Shfi'yah sakit melihat nya ya Allah,tolong kuat kan hati Shfi'yah"ucap Shfi'yah lirih dengan air mata menetes di kedua matanya. "pantesan tadi Shfi'yah gak di ijinin buka pintu ternya yang Dateng pacarnya"ucap batin Shfi'yah.


"Pacar kak Dimas perhatian banget ya sama kak Dimas"ucap batin Shfi'yah lagi.


Lalu Shfi'yah pun beranjak dari duduknya dan melangkah mendekati tempa tidurnya lalu diapun memakai kapas untuk menutupi telinganya agar tidak mendengar tawa bahagia mereka yang malah membuat hati nya sakit.

__ADS_1


Sedangkan Dimas diam-diam memperhatikan pintu yang tertutup,rapat itu.


"apa dia mendengarnya"tanya nya entah pada siapa hanya batin nya yang terus bertanya seperti itu dengan sesekali mirik kearah pintu. Katakan lah bahwa dirinya bajingan,membawa masuk perempuan yang berstatus pacarnya,padahak jelas-jelas di apartemen nya ada istrinya.


__ADS_2