Lentera Di Kegelapan

Lentera Di Kegelapan
Eps 28


__ADS_3

Malam harinya,Fikri dan Dimas mereka pulang ke rumah Dimas,saat mereka masuk di Sanah ada papa Dimas yang sedang duduk sendirian di ruang keluarga.


" Assalamualaikum Om"salam Fikri.


"Waalaikum salam"jawab Papa Dimas lalu diapun melihat kerah putranya dan juga Fikri.


"Tumben kalian pulangnya masih sore"tanya papa Dimas kepada dua anak pemuda itu,ya jam menunjukan baru jam sembilan malam.


"ini Om pengantin minta pulang cepat"jawab Fikri,sedangkan Dimas tidak mempedulikan mereka dia pun pergi menuju kamarnya untuk beristirahat.


"Om belum tidur"tanya Fikri.


"Belum Fik,oya Fik papa boleh minta tolong"ucap Papa Dimas.


"Minta tolong apa Om"tanya Fikri lalu dia pun duduk di sofa bareng papa Dimas.


"Jadi gini,Dimas akan menikah dalam waktu dekat ini,jadi papa mau semua teman geng nya dimas bisa hadir menyaksikan pernikahan Dimas sekali dalam seumur hidup,papa takut nanti mereka kecewa saat di mana ketua mereka menikah, mereka tidak di beri tau,jadi papa mau kamu undang semua teman-teman geng kamu dan Dimas tidak terkecuali ya Fik"ucap Papa Dimas kepada Fikri.


"kalo itu tenang aja Om,serahin semuanya sama Fikri di jamin mereka pasti denger berita ini antusias karna bakal makan gratis"jawab Fikri


"iya-iya papa percaya sama kamu,oya Fik kapan kamu mau panggil papa ini papa,kenapa kamu selalu manggil Om "ucap Papa Dimas kepada Fikri yang membuat Fikri terdiam.


"maaf Om"jawab Fikri lirih.


"iya papa paham ko"jawab Papa Dimas dengan menepuk pundak Fikri.


"yasudah Sanah kamu istirahat sudah malam besok mau sekolah"ucap Papa Dimas menyuruh Fikri istirahat.


"siap komandan"jawab Fikri lalu diapun pergi meninggalkan papa Dimas.


sebenarnya Fikri sangat ingin memanggil papa Dimas dengan sebutan papa juga,tapi dia tau kalo di sini ada Dimas dia harus menghargai Dimas dan jangan sampai Dimas berpikir kalo dia merebut papa nya,dan kerenggangan anak dan papa pun semakin panjang,pikir Fikri.


...****************...


Hari pernikahan pun tiba.

__ADS_1


Dimas tengah berada di dalam kamarnya dia tengah termenung di depan cermin,tiba-tiba di belakang Dimas muncul Agis dengan wajah datarnya.


"astagfirullah"kaget Dimas saat melihat di cermin tiba-tiba saja Agis nongol.


"apansih Lo kaya orang liat se**n aja"tanya Agis datar.


"ya Lo se**n nya"nyolot Dimas,apa lagi saat ini dirinya sedang gugup.


Agis hanya terkekeh lalu diapun menepuk pundak Dimas,dengan pelan yang membuat Dimas kebingungan pasalnya sahabatnya itu sangat lah jarang memperlihatkan ekspresi wajah nya.


"kenapa Lo"tanya Dimas.


"Gak papah, gue cuman gak nyangka ajah,sahabat gue yang dulu mau ngulurin tangannya buat bantuin gue saat gue di keroyok,sekarang...Dia udah mau nikah ajah membina rumah tangga,cuman gue mau kasih satu pesan buat sahabat gue ini yang bentar lagi menyandang suami orang,gue mau Lo jadi suami idaman,ayah idaman buat anak-anak Lo,jadi panutan bagi anak-anak Lo,jadi kepala rumah tangga yang tegas,hebat, penuh kelembutan,dan kasih sayang,gue mau Lo ngelakuin itu semua dan nanti anak Lo gak ngerasain hidup kaya gue Tampa kasih sayang orang tua"ucap Agis begitu panjang membuat Dimas terkejut karna itu kali pertama Dimas mendengar Agis berbicara panjang dan saat Dimas melihat mata Agis di Sanah ada sebuah kesedihan dan keseriusan.


"Lo apa sih Gis,tiba-tiba jadi sok-sokan melow"jawab Dimas untuk mengalihkan suasana.


"he-he-he,terserah Lo mau anggep itu apa,tapi yang pasti Lo harus jadi suami dan ayah penuh dengan ketanggungan jawaban bagi keluarga kecil Lo"ucap Agis.


Dimas hanya diam dia sedang merenungngi perkataan Agis barusan.


*


*


*


"Wih pada mau kemana nih bapak-bapak dah pada rapih bener,pake batik pula,apa pada mau rapat kelurahan"tanya Fikri yang tiba-tiba datang menghampiri segerombolan teman-teman nya yang terlihat dari ekspresi wajah mereka tertekan,karna ini kali pertama mereka memakai baju batik setelah masuk sekolah SMA.


"Lo kali yang mau rapat rt,rw"jawab seseorang yang memakai ikat kepala berwarna hitam.


"Weh kasian pak RT sama pak RW nya tertekan kalo Fikri ikutan rapat yang ada nanti rapatnya gak jadi"ucap Dika


"ha-ha-ha"tawa puas dari teman-teman nya.


"dasar Lo pada temen gak ada akhlak"ucap Fikri kesal.

__ADS_1


"eh tapi ngomong-ngomong kalian cocok juga ya kalo pake baju batik,udah kaya bapak-bapak yang ikutan rapat"ucap Dika yang membuat mereka mendengus.


"ini demi ketua,kita mau pake batik"ucap Dion si paling hobi makan.


"hahahaha"tawa Fikri pecah saat melihat teman-temannya.


Ya itu semua atas keinginan papa Dimas agar semua teman-teman Dimas memakai baju yang sama jadinya mereka mau tidak mau harus memakai baju itu,tadi malam Fikri,Dika dan Agis menginap di rumah Dimas ya biasa mengadakan pesta kecil-kecilan untuk melepas masa bujang Dimas,tapi mereka tidak melakukan hal-hal yang aneh hanya bermain gem sampai larut malam.


sedangkan yang lainya mereka tadi pagi-pagi sudah berdatangan satu persatu.


tidak lama Agis pun datang dan di susul oleh Dimas dan papa nya.


"yasudah ayo semua nya kita berangkat sekarang,"ucap Papa Dimas.


"AYO KITA KAWAL KETUA BELCK BOOM,MENUJU HALAH"teriak Fikri sampai mengangkat tangannya tinggi-tinggi.


"YA LAKSANAKAN MENUJU HALAL"SAHUT YANG LAIN,SEMANGAT.


"Apa sudah hadir semua...Tidak ada yang tertinggal kan..."tanya papa Dimas memastikan.


"udah aman Om,tadi Dika perkisa semuanya aman "ucap Dika menjelaskan,papa Dimas mengangguk dan terseyum kepada Dika.


"yasudah ayo berangkat"ucap Papa Dimas,lalu dia pun,masuk ke dalam mobil yang sudah di persiapkan,dan Di susul oleh Dimas,dan Fikti sebagai pengemudi.


setelah mobil yang membawa pengantin peria keluar dari halaman rumah lalu di susul oleh segerombolan anak motor,dua motor lainya berada di depan mobil Dimas untuk memimpin yang tidak lain adalah Dika dan Agis,dan yang lain nya mengikuti dari belakang,sungguh suasana pagi itu rame dengan kehadiran mereka yang memenuhi jalanan.


Felesbeck on.


Ceklek.


Tiba-tiba pintu kamar Shfi'yah terbuka,dan di Sanah ada Shfi'yah yang masuk ke dalam kamarnya begitu pelan karna ada Dimas yang tengah memejamkan matanya,Shfi'yah pikir Dimas tertidur nyatanya laki-laki yang sudah berstatus suami nya itu tidak tidur hanya memejamkan matanya saja.


Shfi'yah berjalan begitu pelan untuk menuju lemari nya,saat Shfi'yah membuka pintu Lemari nya tiba-tiba Shfi'yah di kejutkan dengan suara seseorang yang berada di belakangnya.


"Ehekmm"

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2